Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 155 Mendatangi Hanum


__ADS_3

Semua pekerjaan Hanum telah selesai dikerjakannya. Merehatkan tubuhnya duduk disaung dekat taman yang ada rumahnya.


Walau telah memiliki empat asisten rumah tangga yang ada, dengan mudah Hanum hanya memberi perintah saja, maka seluruh pekerjaan rumah terselesaikan dengan sendirinya.


Hanum tak seperti itu, tak ingin berdiam diri sebisa mungkin ikut membantu dibagian dapur menyiapkan makan minum buat suami dan anaknya.


"Mau saya buatkan jeruk peras dingin buat nyonyah?" tawar asisten rumah tangga bagian dapur padanya.


"Baiklah, terima kasih..." Balas Hanum seraya tersenyum memandang pembantunya itu.


Tak begitu lama, berselang 5 menit kembali dengan segelas jeruk peras segar bercampur es.


"Ahhh." Air jeruk meluncur dengan cepat ditenggorokan Hanum seketika tak tersisa didalam gelasnya.


Jeruk peras itu langsung habis, ternyata Hanum begitu kehausan dan kecapekan


"Bik wati berlari mencari bunda Fairuz... " Mendengar pembatunya memberitahu bahwa ada saudari perempuan Bram dan temannya berada dibawah.


"Mau apa mereka berdua kemari?" Batin Hanum.


"Saya akan mandi, katakan pada mereka untuk menunggu saya," ujar Hanum pada Bik Wati.


"Non Laura sama non Clara, " jawab Bik Wati seraya mempersilahkan adik dari majikannya yang ada dihadapanya.


Bik wati merasa terhina ketika menyampaikan maksud hatinya, yang tak direspon baik oleh kedua wanita tersebut.


Dengan sinis dan sombong Clara menatap asisten rumah tangga Hanum dan berlalu pergi begitu saja, seolah - olah merasa rumah sendiri. Mereka berdua langsung masuk kemudian menuju keruang tengah dalam rumah itu lalu duduk disofa yang ada disana.


Sifat angkuh dan sombong Clara membuat Bik Wati bergumam dalam bathinya: "Merasa nyonya rumah, untung tuan Bram ga menikah sama wanita ular ini."

__ADS_1


Berita Clara sebagai mantan tunangan Bram tersebar dikalangan asisten rumah tangga baik yang bekerja dirumah besar orangtua Bram ataupun yang bekerja dirumah yang sekarang ditempati Bram dan Hanum.


"Mana Hanum? Tanya Laura pada Bik Wati."


"Ada non sebentar lagi akan turun, nyonya sedang mandi," jawab Bik Wati.


Sekitar 15 menit Hanum berjalan menuruni tangga menemui adik ipar dan pengikut yang tak tahu malu. Dua wanita yang memandang rendah Hanum dan keluarga besarnya.


Tak ada rasa takut dihati Hanum, karena tak merasa bersalah dan tak memiliki urusan apapun terhadap mereka berdua. Itu urusan mereka berdua jika tak menyukai kehadirannya ditengah keluarga besar Bram.


"Hanum aku ingin bicara dengan mu," Laura berkata dengan raut wajah tak suka.


"Silahkan." Balas Hanum dengan suara tegas.


"Berpisahlah dengan kakak ku...." Ujar Laura dengan bahasa otoriter terhadap Hanum.


"Kau tak pantas menjadi menjadi nyonya rumah ini! tukas Clara dengan tersenyum sinis."


Hanum menarik nafas panjang lalu berkata dengan pelan namun tegas: "Laura, sebelumnya kita tak begitu mengenal, Entah apa yang membuat mu sangat membeciku... Aku tak pernah punya masalah dengan mu!. Jika sekarang aku adalah wanita pilihan kakak mu bukan berarti aku merasa lebih hebat dari mu, aku menyadari terlahir dari keluarga yang sangat berbeda dari keluargamu. Jika masalah harta dan kau takut aku menguasainya silahkan kau bicarakan berdua dengan kakak mu. Aku tak pernah meminta hal - hal yang diluar kewajaran, kau boleh tanyakan pada kakak mu ataupun kedua orangtua mu. Sebaiknya kau cari tahu dulu apa yang melatar belakangin aku menikah dengan kakakmu..."


Hanum menatap Laura yang duduk tepat dihadapanya dengan tersenyum tanpa ada sedikitpun diwajahnya gurat permusuhan.


Hanum menghentikan bicaranya sejenak kemudian mengatur tarikan nafas dan menyusun kembali kata - kata untuk melajutkan bicaranya: " Clara...Aku tak pernah merebut Bram dari mu, dia yang datang didalam kehidupan ku akibat kepergian yang kau lakukan padanya. Merupakan mimpi buruk bagi ku saat itu, berusaha bangkit dari keterpurukan ku. Jadi sama sekali aku tak pernah menggoda Bram, yang sekarang menggoda Bram adalah kau!. Kau dengan sengaja mengadu domba kami berdua. Mengirim paket gelap yang kau tujukan pada ku dan suami ku!, Kau harus sadar bahwa Bram bukanlah benda yang seenaknya kau perlakukan. Bila suka kau inginkan dan bila tak suka kau buang begitu saja. Bram adalah suami ku sekarang!, ucap tegas Hanum pada Clara dengan wajah penuh kesungguhan dan keyakinan."


Laura terperanjat mendengar penjelasan tentang dirinya dan sikap Clara pada keluarga Bram.


"Ada rahasia apa dibalik semua ini? Tanda tanya besar dibenak Laura.


"Apa yang tidak aku ketahui, dibalik pernikahan kak Bram dan apa yang terjadi pada Clara setelah kepergianya dulu? Batin Laura penasaran dengan semua itu.

__ADS_1


Clara membuyarkan lamunannya sesaat dengan menyentuh pundaknya.


"Laura..." Sapa sahabatnya itu.


Melihat respon diam Laura membuat Clara bingung.


"Aku banyak bertemu dengan wanita seperti kau, kau pandai membuat iba lelaki seperti Bram dengan kisah hidup mu itu! Sehingga mereka tertarik pada mu," Ujar Clara membalikkan fakta sebenarnya.


"Terserah kau Clara! Yang jelas aku tak akan meninggalkan Bram apapun yang terjadi, tidak seperti kau! Tega pergi demi lelaki lain!" Suara tegas Hanum memojokkan Clara dan membuat Laura bingung telihat diwajahnya.


Clara terperanjat dengan ucapan Hanum, berusaha melirik Laura yang memang tidak mengetahui alasan sebenarnya dirinya putus dengan Bram.


Akhirnya tanpa pikir panjang Clara mengajak sahabatnya itu beranjak secepatnya dari kediaman Hanum. Clara takut belangnya ketahuan dengan sahabatnya itu.


###


πŸ˜ŠπŸ™ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:


πŸ’œBoom like sehabis bacaπŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’›Komentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya 😊


πŸ’šRate bintang ⭐5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar 🌟


πŸ’™ vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πŸ˜‰dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.


Bergabung digroup chat Author yup πŸ“©


Author tunggu ya Reader setia baik yang baru nimbrung atau yang dah berakar dihatinya Babang tamvaaan Bram dan siMbak Hanumnya 😍😎

__ADS_1


__ADS_2