
Semua persiapan pernikahan telah disiapkan jauh-jauh hari. Walaupun mempelai pengantin belum pulang kekampung. Keluarganya telah mempersiapkan pesta yang berbeda dari sebelumnya.
Seluruh tetangga dan sanak keluarga diundang untuk menghadiri pesta pernikahan Hanum. Keluarga Hanum tak perduli omongan orang jika pesta pertama secara sederhana dan pesta yang kedua diresmikan secara besar-besaran.
Keluarga Hanum hanya memikirkan kebahagiaan yang sekarang mereka rasakan. Tanpa memikirkan perkataan orang karena sebelumnya mereka telah melewati masa-masa yang sangat sulit.
Keluarga Bram telah membawa seserahan dan memberikan bantuan materi untuk merayakan pesta pernikahan Bram dan Hanum dikampung.
Orangtua Bram juga sudah berniat mengadakan pesta kedua setelah pesta dikampung halaman menantunya.
Semua orang bergembira menyambut hari pernikahan yang sebelumnya dilalui dengan kisah yang tragis bagi sebagian yang mengetahui peristiwa kelam yang dialami Hanum.
"Hanum kapan pulang kampung nya? tanya ayah dengan nada tak sabar ingin berjumpa putri dan cucunya.
"Lusa ayah", jawab Hanum dengan senyum mengembang diujung bibirnya.
"Aku akan kemakam kak Dika dan mengurus beberapa hal disini sebelum kepulanganku kekampung", ungkap Hanum.
"Baiklah kami akan menunggu kedatangan mu beserta putri kecilnya mu itu", ucap ayah mengakhiri panggilanya.
__ADS_1
Tak lama menerima panggilan telpon dari ayah Bram telah tiba dirumah Hanum. Bram memeluk Hanum dari belakang seraya mencium puncak kepala Hanum dengan lembut.
"Siapa yang menelpon? tanya Bram dengan rasa ingin tahu.
"Ayah menanyakan kapan aku pulang kekampung", jawab Hanum.
Bram masih tak melepaskan pelukan dari Hanum. Semakin hari Bram membuat Hanum merasa sangat dicintai oleh lelaki itu.
Putri kecilnya melihat adegan romantis papa dan bundanya. Merasakan iri dihati putrinya ketika mereka berdua melupakan dirinya. Seketika itu putri kecilnya berlari memeluk mereka berdua.
Bram dan Hanum terkejut dengan kedatangan putri mereka. Bram menggedong putrinya dan mencium pipi merah Fay dengan penuh kasih sayang. kini mereka bertiga saling berpelukan layaknya sebuah keluarga yang sangat bahagia.
"Ayooo sini sayang, aunti kehilangan mu", ucap adik tengah Hanum yang memberikan kesempatan waktu buat kakak dan calon kakak iparnya berdua untuk berbicara.
Fairuz segera mengikuti auntinya untuk keluar dari kamar bundanya. Kini tinggal Bram dan Hanum.
"Oya besok antarkan ku kemakam kak Dika sebelum kita pulang kampung", ucap Hanum yang tiba-tiba wajahnya telah berubah menjadi sedih.
Bram mengetahui benar seberapa dekatnya Hanum bersama sepupu sekaligus almarhum suaminya itu. Bram kembali memeluk wanita pujaannya itu mencoba untuk mengendalikan kesedihan yang dirasakan Hanum.
__ADS_1
"Bram kemaren informasi apa yang kau dapat dari wanita dan lelaki perusak rumah tangga sahabatku itu? ", tanya Hanum penasaran ketika ia mengingat kembali kejadian yang sempat merenggut nyawa sahabatnya itu.
Bram telah membereskan mereka berdua dan kondisi mereka sekarang dikantor polisi karena kasus penipuan dan pencurian.
Semua yang diambil oleh mereka tersisa surat-surat berharga saja sedangkan uang dan beberapa barang mewah yang diambil mereka telah mereka pergunakan selama pelarian mereka.
Hanum merasa lega mendengar informasi yang disampaikan Bram.
"Ternyata otak terbukanya sandiwara mereka adalah kamu ya? , ledek Bram seraya mencuil pinggang Hanum.
Hanum hanya tersenyum mendengar ledekan Bram. Lalu ia berkata: " Aku jadi khawatir ini ga bisa macam-macam karena ada mata-mata disampingku",
Bram melihat wajah Hanum berubah untuk ledekanya yang terakhir ini. Merasa bahwa yang dikatakannya sebuah keseriusan bagi Hanum.
"Sayang tak mungkin aku berbuat tak setia dibelakang mu, butuh waktu lebih kurang lima tahun aku baru mendapat kesempatan dari mu. Tak mungkin semudah itu ku sia-siakan", ungkap Bram dengan mata penuh kesungguhan dan ketulusan.
Hanum kembali tersenyum menatap wajah lelaki dihadapannya. Seketika sentuhan bibir Bram telah menyetuh bibirnya yang merah.
******* lembut bibir yang telah lama mengairahkan birahi lelakinya. Sentuhan itu mendapat perlawanan dan akhirnya mereka berdua saling menikmati dan hanyut dalam ciuman sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta
__ADS_1