
Hanum masih dalam dunianya. Kedatangan Dika sedikit memberi warna baru dalam hari-harinya. Dika adalah sepupu yang paling dekat dengan Hanum semasa kecil.
Ibu berusah untuk membuat Hanum bangkit dari keterpurukan nya. Dengan sengaja ia menghubungi Dika yang merupakan anak dari kakak tertua ibu.
Ibu thu persis kedekatan Dika dengan Hanum. Harapan ibu semoga Dika bisa membawa Hanum pada pribadinya yang dulu.
Hanum sapa ibu dengan lembut." Masih ingat dengan Dika?, tanya ibu dengan senyum diwajahnya."
Setelah mengingat-ingat nama yang dimaksud ibu, tanpa sadar ada senyum tipis yang keluar diujur bibir Hanum.
"Hanum sudah lama tak bertemu terakhir ketika Hanum memasuki kuliah, ujar Hanum kepada ibu."
Ibu tersenyum kembali dan metapa wajah putrinya. Terlihat ada harapan ibu untuk purtinya bangkit dari peristiwa kelam itu melihat respon Hanum terhadap pertanyaan ibu.
"Kamu kangen ga dengan kak Dika?, tanya ibu kembali."
"Kak Dika sudah lama tak disini dia kerja diluar kota apa ia pulang dari merantau? tanya Hanum."
"Tuh.... Kakak tersayang mu sudah ada diruang tamu sedang menunggu mu, ujar ibu sambil membelai lembut wajah Hanum."
Terlihat wajah Hanum kaget sekaligus timbul rasa penasaran dengan apa yang dikatakan ibu.
__ADS_1
"Temui Dia sudah lama ia menunggu, ucap ibu."
Hanum berjalan menuju ruang tamu. Sudah terdengar riuh dan canda yang ada diruang itu. Terlihat laki-laki yang wajahnya tak asing dalam ingatan nya. Hani dan Nina sudah ada disana.
Kak mana buat ku, tanya Nina dengan manja
Masak kak Hanum sama kak Hani aja yang dapat.
"Ga adil itu namanya, ujar Nina dengan wajah merajuk sembari membalikkan tubuh."
Melihat wajah imut adik bungsunya terlihat lucu ketika merajuk membuat Hanum tersenyum.
Serentak mereka berdua tertawa melihat tingkah Nina.
Dika memang pintar mencairkan suasana jadi lebih hidup. Hanum yang terdiam disalah satu sudut dan melihat kedua adiknya sedari tadi hanya tersenyum.
Dika melihat Hanum terdiam dan menatap wajah dengan senyum khasnya.
"Hanum." Sapa Dika langsung berdiri mendekati Hanum.
"Kenapa berdiri saja, hari ini aku mau berkeliling kampung kakak ingin kamu yang menemani," ucap Dika.
__ADS_1
Hanum hanya diam tak memberikan satu kata pun keluar dari mulutnya. Hani dan Nina saling melihat satu sama lain.
Seketika Nina juga menghampirinya seraya berkata: "Kak Dika punya sesuatu buat kak Hanum yang spesial ayolah ajak dia berkeliling biar kakak bujuk kak Dika untuk memberikan sesuatu juga buat Nina," ucap rengek manja adiknya sambil menggandeng lengan Hanum.
"Iiih....Maunya kenapa ga Nina aja yang menemani kak Dika berkeliling, ujar Hanum."
"Kak Dika maunya kak Hanum yang nemanin, jawab Nina."
Hanum emang paling dekat dengan Dika. Usia mereka yang terpaut jauh membuat Hanum merasa terlindungi.
Hanum teringat pada masa itu dimana ia selalau bergantung dengan Dika. Seingat nya waktu itu Hanum masih duduk di SD sedangkan kak Dika sudah duduk di SMA.
"Kak toloong." teriak Hanum.
"Kenapa kamu ada diatas sana, ucap Dika kaget."
"Aku tidak bisa turun setelah naik kesini kak bantuin aku, ucap Hanum dengan cemas."
"Wkwkwk.....Sontak tawa Dika pecah."
Hanum tersenyum mengingat kembali masa kecil itu. Ternyata memang dirinya gadis yang tomboy sedari kecil.
__ADS_1