Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 186 Sakit


__ADS_3

"Neng...setelah selesai menyiapkan mandi Tuan, tolong membawa baju kotor Tuan muda," ucap Bik Ijah.


"Baik Bik" sahut Mayang.


Bergegas Mayang naik kelantai dua, dicobanya mengetuk pintu majikannya. Tak ada sahutan dari dalam kamar.


"Tuaaan," sapa Mayang dengan membuka pintu kamar secara perlahan.


"Apa Tuan masih tidur," batin Mayang.


Dicarinya disekeliling ruangan tersebut, tak ditemukan sosok majikannya.


"Kemana Tuan muda? Batin Mayang kembali."


"Apa didalam kamar mandi? Gumam Mayang seraya mengetuk pintu kamar mandi tersebut."


Tuan... Tuan..." Masih tak ada suara dari dalam kamar mandi tersebut.


Tak terdengar ada aktivitas didalam, dan benar setelah dibukanya kamar mandi memang tak ada siapapun disana.


Mayang keluar dari dalam kamar, ketika membuka pintu tiba - tiba tubuh nya menabrak seorang laki - laki.


Aduuuh....


Jidatnya menabrak dada bidang Galang yang berdiri tepat didepan pintu. Rasa malu bercampur takut tersirat diwajah Mayang.


"Maaf Tuan, " Seraya membungkuk - bungkukkan tubuhnya berulangkali.


"Makanya kalau jalan pakai mata jangan pakai mata kaki! dengan suara keras Galang berkata pada gadis yang ada dihadapannya.


"Ya,Tuan" Jawab Mayang dengan wajah bertambah cemas.

__ADS_1


Mayang berlalu meninggalkan kamar tersebut seraya mengerutu.


"Mana ku tahu! lagian salah sendiri, kenapa juga berdiri didepan pintu! rutuk kesal Mayang pada Galang.


Hanya bebarapa langkah ia berjalan, kakinya terhenti dengan suara dari belakang.


Eeitts....


"Kau bicara apa? Apa kau sedang mengumpatku!" tanya Galang dengan sorot mata serius.


Eehh....


"Eee...Ga Tuan, saya mana berani mengumpat Tuan, " jawab Mayang dengan berbohong.


"Baguslah, trus kau mau ngapai kekamar ku? " Tanya Galang.


"Oooh ya lupa, kok saya malah mau pergi," sambil nyengir Mayang menepok jidatnya sendiri.


"Belum tua, sudah pikun," balas Galang dengan mengetok jidat wanita yang ada dihadapannya.


Akhirnya Mayang tak jadi turun kebawah, karena harus menyiapkan mandi sang majikannya.


***


Dering jam waker terdengar nyaring sekali ditelinganya, sengaja semalam sebelum tidur Mayang meletakkan tak jauh dari telinga supaya terdengar jelas dan cepat bangun.


Diliriknya jarum jam tepat pada angka setengah lima pagi. Sudah terbiasa Mayang bangun jam segitu. Dicobanya bangkit dari kasur, tiba - tiba terasa berat kepalanya ketika berdiri.


Mencoba duduk kembali, namun belum sampai pada kasur, tubuh Mayang lunglai dan tak dapat menopang tubuhnya.


Tubuh Mayang roboh dan tergeletak dilantai.

__ADS_1


Cukup lama diatas lantai tersebut sampai Bik Ijah penasaran tidak melihat Mayang tak keluar dari kamarnya.


Betapa terkejutnya wanita paruh baya tersebut. Melihat tubuh Mayang yang telah tergeletak diatas lantai. Dicobanya untuk menempelkan telapak tangannya kedahi gadis muda tersebut, terasa sekali suhu tubuhnya tinggi.


Bik Ijah berteriak meminta tolong pada asisten rumah tangga yang lain. Tak menunggu lama datanglah tukang kebun yang mendengar jeritan Bik Ijah.


"Mang, angkat non Mayang! "perintah Bik Ijah.


Dicobanya untuk mengompres tubuh Mayang dengan handuk yang dibasahi dengan air hangat.


"Non.. Non... Bangun," Seraya menepuk lembut pipi gadis tersebut.


Mayang tak kujung terbangun walau digoyangkan tubuhnya. Bik Ijah semakin cemas dan khawatir.


"Beritahu Tuan muda mang!" Perintah Bik Ijah kembali.


Segera lelaki paruh baya tersebut menuju lantai dua tempat majikannya. Dicobanya mengetuk pintu dan menyapa. Terdengar sahutan dari dalam kamar.


"Tuan, Non Mayang sakit dan sekarang tidak sadarkan diri," ujar lelaki tua tersebut.


Segera Galang turun dan mempercepat langkahnya.


"Hubungi dokter Mang," perintah Galang.


Dokter datang tiga puluh menit kemudian, diagnosa dokter Mayang terkena Malaria.


Segera dokter meminta untuk dirawat dirumah sakit.


Galang mengikuti saran dokter pribadi rumah tersebut. Segera Mayang dibawa menuju rumah sakit terdekat.


"Bik, beritahu ibu saya akan mengurus Mayang dirumah sakit," ucap Galang seraya berlalu meninggal Bik Ijah.

__ADS_1


__ADS_2