Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 133 Kedatangan Laura


__ADS_3

Malam ini acara kumpul keluarga besar Bram dirumah kediaman orangtua Bram.


Hanum sudah bersiap sedari tadi dengan putri kesayangannya. Berbalut pakaian yang simple dan sederhana tapi terkesan elegant.


Semenjak menikah dengan Bram, ia tak perlu kesulitan mencari pakaian apa yang mau dipakainya. Sebuah ruangan khusus didalam kamarnya semua telah tersedia mulai dari asesoris sampai pakaian dalam.


Terkadang Hanum bingung kapan saja ia akan memakai pakaian yang ada diruangan itu. Apalagi sekarang Hanum banyak menghabiskan waktu dirumah.


Gaun malam longdress berbahan sutra di padu padan kan dengan balero berbahan bludru lembut berwarna biru muda.


Fairuz tak kalah cantiknya dengan Hanum dengan memakai sebuah gaun dengan rok tutu berwarna senada dengan yang ibunya pakai.


Rambutnya yang panjang dijalin ala Rapunzel pada film animasi anak-anak. Bak seorang putri dari animasi tersebut.


Mobil berhenti tepat didepan rumah mertua Hanum. Beberapa mobil mewah sudah berbaris diparkiran mobil tersebut.


"Hanya keluarga saja yang datang tapi kenapa seramai ini parkiran mobil", besit didalam hati Hanum.


Bram sedari tadi tak lepas pandangan matanya tertuju pada dua wanita yang sangat berarti didalam hidupnya.

__ADS_1


Malam ini Bram akan memperkenal kembali keluarga kecilnya pada keluarga yang tidak bisa menghadiri resepsi pernikahan mereka berdua saat itu. Dua wanita yang mengisi hari-harinya penuh dengan kebahagian dan cinta.


"Fairuz cucu oma yang cantik", sapa mama Bram dengan senyuman dan pelukan pada putri kecil kesayangannya.


Hanum dan fairuz menjadi pusat perhatian didalam keluarga besar Bram yang belum melihat dari dekat siapa wanita yang dapat menaklukkan pria dingin seperti Bram.


"Wanita itu sangat sederhana tetapi tidak pasaran, wajahnya yang cantik menggambarkan sikap keibuan dan sangat sopan dan santun", ucap salah satu keluarga Bram yang sedari tadi tak hentinya memperhatikan gerak gerik Hanum.


"Ya, kau benar berbeda jauh dengan wanita yang biasa mengelilingi kehidupan Bram", ucap lawan bicara dari keluarga Bram.


"Dia telah merebut Bram dari tangan ku, kenapa kalian memuji gadis kampungan seperti itu!!!, suara pedas dan ketus dari wanita yang tiba-tiba ada diantara mereka berdua.


"Baru satu bulan", dengan gaya sombong dan angkuhnya meninggalkan dua wanita yang memuji kecantikan Hanum.


"Aku kalau jadi Bram pun juga tak ingin memilih dia sebagai istri, lihat saja dandannya menor dan pakaiannya serasa masih didaerah Barat sana ditambah lagi sifat sombong dan angkuhnya", cibir salah satu wanita tadi dengan senyum merendahkan.


Bram tak lepas merangkul pinggul istrinya seolah-olah ingin menunjukkan dan memperlihatkan kebahagian yang dirasakannya.


Ibu memperkenalkan kembali menantu dan cucunya pada para tamu undangan dari keluarga besar mereka. Sekaligus mengucapkan selamat datang buat putrinya yang pulang dari luar negeri bersama suami dan anak-anaknya.

__ADS_1


Hanum sudah memperhatikan wanita yang begitu akrab bersama ibu mertuanya itu dengan wajah yang memiliki mata dan hidung mirip dengan putrinya.


"Hanum kenalkan ini Laura putri mama yang tinggal diluar, kau pasti baru pertama melihatmya", ucap mama dengan lembut dan tersenyum memperkenalkan Laura.


Dengan mengulurkan tangan Hanum pada wanita dihadapanya. Seperti enggan menerima jabatan tangan Hanum terlihat dari gurat wajahnya yang tersenyum sinis.


###


Like 👍👍


Komen 📩


Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟


Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤


Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢


Terima Kasih...🙏🙏

__ADS_1


Salam Hangat Lemb@gung


__ADS_2