Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 94 Rindu Bram


__ADS_3

"Bram!, sapa Hanum dengan tersenyum melihat lelaki dari ayah putri kecilnya sudah ada disampingnya.


"Bagaimana kamu rahu aku ada disini?, tanya Hanum dengan penasaran.


"Kau tak kan bisa lari dari ku karena setiap gerakmu telah ku ketahui karena sudah terpasang alat pendeteksi tepat dihati ku, jadi papa Fay akan tahu dimana bundanya berada", rayuan Bram pada Hanum.


Hanum hanya tersipu malu pada rayuan Bram yang baru saja dilontarkan kearahnya.


"Baiklah papanya Fay kalau begitu bantu bunda ini memecahkan masalah sahabatnya agar menemukan keberadaan wanita dan lelaki yang telah merusak rumah tangga Dian", ucap Hanum seraya meledek Bram.


Bram berbunga hatinya, ucapan gombalnya berbalas oleh kata gombal manis dari Hanum.


"Siap bundaaaa, tunggu dalam seminggu bunda akan mendapatkan informasi lengkap dari mereka berdua", jawab Bram dengan menggoda Hanum dengan sorot matanya yang genit.


Hanum telah lama berbicara pada Bram dikoridor. Dikri datang menghampiri mereka berdua.


"Terima kasih banyak atas bantuanya selama ini Hanum", ucap Dikri pada Hanum seraya mengulurkan tangan tanda terima Kasih.

__ADS_1


Hanum tersenyum pada Dikri bahwa apa yang dilakukannya hanya ingin melihat sahabatnya bahagia dan tak ingin pernikahan Dian hancur oleh wanita seperti itu.


Bram meminta undur diri dan pulang bersama Hanum setelah berbicara dengan suami Dian.


Didalam perjalanan menuju kerumah Hanum mobil berhenti pada sebuah mini market. Bram keluar mobil lalu memasuki mini market tersebut.


Tak begitu lama Bram datang dengan sekantong hitam plastik yang dipegangnya. Hanum tak ingin tahu lebih dalam apa yang ada dikatong plastik hitam itu.


Mobil akhirnya berhenti sesuai dengan tujuan pemiliknya. Bram tak sabar bertemu dengan putri kecilnya. Segera dipercepat langkahnya menuju rumah dan langsung mencari Fairuz.


Bram tak menemukan putri kecilnya terlihat wajahnya berubah menjadi kecewa dan sedih. Melihat perubahan wajah dari Bram, seketika Hanum berkata bahwa: "Putrinya tak akan jauh darinya".


"Papaaaaa, sapa Fairuz dengan wajah manja dan imutnya. Teriakan putrinya membuat Bram menoleh pada suara putrinya itu.


Bram memeluk erat putrinya, rasa rindu telah terbayar sudah. Lebih kurang satu bulan Bram tak bertemu putrinya membuat saat ini merupakan hal yang sangat ditunggunya.


Bram memberikan kantong plastik hitam yang sedari tadi dipengangnya. Lalu berkata pada putrinya :"papa bawa es krim seperti yang Fay pinta".

__ADS_1


Pertanyaan Hanum baru terjawab bahwa isi dari kantong plastik hitam tersebut.


"Malam ini Fay sama bunda ikut papa ya nak?, ucap Bram dengan mata penuh kasih sayang.


Putrinya menganggukan kepala pertanda ia setuju dengan permintaan Bram. Fairuz akan merengek manja pada papanya jika telah bertemu.


Bram menyerahkan sebuah kotak yang berisi pakaian pesta yang akan dipakai Hanum dan putrinya yang cantik.


"Ku mohon tak ada penolakan untuk ini", ungkap Bram dengan kesungguhan.


Hanum tersenyum dan mengatakan : "Ya kami akan datang".


*************************************


Jam dinding menunjukkan angka delapan, mobil Bram sudah siap menjemput dua wanita yang sangat dicintai Bram.


Bram mengetuk pintu dan mengucap salam. terdengar balasan dari salam Bram. Bram terpukau setelah yang ada dihadapanya adalah Hanum dengan pakaian yang ia berikan sore tadi.

__ADS_1


Dengan make up natural yang terlukis diwajah membuat paras Hanum memancarkan kecantikan yang alami sehingga Bram terpikat semakin erat pada ibu dari putrinya itu.


__ADS_2