Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 208 Gelisah


__ADS_3

Dicobanya untuk merebahkan tubuhnya diatas kasur. Senyaman mungkin dirinya mengatur posisi, namun Mayang masih tak dapat juga memejamkan matanya. Berbaring kearah membelakangi tubuh Galang yang telah tertidur dengan posisi terlentang.


Seperti tak ada beban dihati lelaki itu, sehingga tidur dengan lelapnya. Mayang membalikkan posisi tubuhnya. Sekarang ia mengarah kearah tubuh Galang yang tanpa disadarinya ternyata Galang telah membuka bajunya.


Kini terlihat dada bidang Galang dipelupuk mata Mayang. Memang terasa panas dikamar yang mereka tempati, sepertinya pendingin udara tak begitu berfungsi.


"Apa karena aku memakai baju berlengan panjang ini, sehingga terasa gelisah tak dapat memejamkan mata," batin Mayang.


"Ayoolah Mayang! Majikan mu saja sudah ga sadarkan diri, kapan kau tertidur jika tak kau paksakan memejam matamu dan membuang kegelisahan mu itu," teriaknya dalam hati mencoba untuk membuatnya sedikit rileks.


Guling yang menjadi batas pertahannya masih tetap diposisi semula. Tak bergeser sedikitpun.


Akhirnya entah jam berapa dirinya terlelap, sekarang matanya yang masih merasakan kantuk harus terbangun karena terdengar suara azan subuh.


Melirik kearah samping, Mayang amnesia sesat. Dikucek - kuceknya mata yang tak terasa gatal, kemudian masih menguap beberapa kali dari mulutnya.


Ketika melirik kearah kanan, Dirinya terkejut ada seorang lelaki yang tertidur pulas hanya mengenakan celana pendek saja.


Mayang mengingat kembali dan tersadar kalau malam ini, untuk pertama kalinya tidur satu kamar dengan seorang lelaki yang bukan muhrimnya.


"Kenapa, sekarang hanya mengenakan celana pendek saja, kapan lelaki itu membuka celana panjangnya? Tersisa hanya celana boxer yang dikenakan ditubuh lelaki itu," batin Mayang bertanya - tanya.


Diperiksanya keseluruh tubuhnya tak ada suatu apapun yang terjadi padanya, posisi guling masih berada ditengah seperti semua.


"Alhamdulillah..." ucap Mayang dengan tersenyum. Entah apa yang ada dipikirannya.


Bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kekamar mandi dengan menahan kantuk dimatanya. Diambilnya air wudhu lalu menunaikan sholat dua rakaat. Dilanjutkan dengan mengaji, dengan Alqur'an yang selalu ada didalam tasnya.


Terdengar lantunan ayat - ayat suci yang sangat merdu keluar dari mulut Mayang. Terdengar sangat menyejukkan hati dan telinga yang mendengarkan.


Rupanya Galang terbangun setelah mendengar suara merdu dari ayat suci yang dilantunkan tersebut. Ada senyum diujung bibir Galang.


"Begitu merdu suaranya...Membuat hatiku nyaman," ungkap Galang masih dengan berpura - pura tidur.

__ADS_1


Mayang tak menyadari sehingga cukup lama Galang mendengarkannya. Terasa sejuk dan damai dihati.


Seusai mengaji, Mayang merapikan peralatan sholatnya dan memasukan kembali kedalam tasnya agar tak tertinggal jika sewaktu - waktu berangkat.


Dicobanya untuk berbaring kembali, dengan posisi menghadap lelaki yang ada disampingnya. Galang masih berpura pura tidur, dirinya tahu dan membiarkan saja bahwa Mayang sedang menatap dirinya.


"Apa maksudmu dengan calon istri trus bekerja seumur hidup," ucap lirih Mayang yang terdengar ditelinga Galang.


Tiba - tiba dengan mengejutkan, Galang membuka matanya. Lalu menjawab dengan spontan pertanyaan yang diucapkan Mayang.


"Maksudnya dengan menjadi istriku kau akan seumur hidup akan bekerja denganku," ledek Galang pada gadis yang masih tak percaya bahwa lelaki yang sedari tadi dipandangnya tidak tidur.


Mayang malah menjadi bingung atas jawaban yang tiba - tiba saja didengar oleh telinganya.


"Kalau begitu, apa bedanya Tuan dengan renternir itu!" ucap Mayang spontan menanggapi ucapan lelaki yang masih berbaring dengan posisi miring berubah menghadap dirinya.


"Tentu jelas, ada bedanya," sahutnya kembali.


"Apa"Jawab Mayang dengan singkat.


Seketika wajah Mayang cemberut mendengar Galang meledeknya. Secepat kilat Mayang mengambil guling yang ada ditengah mereka berdua lalu melemparnya kearah Galang.


Galang masih tertawa dengan sikap Mayang yang semakin kesal. Melihat wajah gadis disampingnya membuatnya semakin ingin mengerjainya.


Rasa kantuk yang mendera dipelupuk mata Mayang, kini hilang akibat kesal dengan perkataan lelaki yang tengah asik tertawa itu.


Bunyi dering ponsel Galang yang sengaja Diletakkan disamping bantalnya. Terlihat Bintang didalam panggilan tersebut.


Terdengar suara disana dan Galang hanya mengiyakan saja," dengan cepat panggilan itu terhenti.


Mayang penasaran, apa yang dibicarakan majikan dengan sahabat sekaligus asistennya. Galang bangkit lalu menuju kamar mandi meninggalkan Mayang yang dihatinya masih penuh dengan rasa kesal dan tanda tanya besar.


Kemudian lelaki itu sholat, Mayang tak menyangka bahwa majikannya juga mau mengerjakan kewajibannya sebagai umatNya.

__ADS_1


Mayang kembali tidur - tiduran, disamping lelaki yang kini memandangnya lama.


"Mayang...Apakah kau mengetahui sampai detik ini keberadaan kakak tertuamu?" Ucap Galang dengan serius.


Mayang mengatakan apa yang dibicarakan Galang: "Tak ada sama sekali, semua hilang kontak dengan sendirinya."


Mayang hanya memberi isyarat bahwa apa yang barusan terjadi adalah kehendakNya. Jadi keluarganya hanya pasrah dan berharap suatu hari nanti anak lelaki mereka akan ingat jalan kembali pulang.


"Tidur aja, Bintang ingin tidur sampai siang. Jadi kita akan menunggunya sampai terbangun sesuai janjinya," ucap Galang.


Mayang menganggukkan kepalanya pertanda mengerti akan yang dikatakan lelaki dihadapannya.


Akhirnya mereka berdua bukannya tidur tetapi bercerita tentang kehidupan masing - masing. Terlihat akrab sekali tak ada lagi rasa canggung dihati Mayang karena Galang pandai mencairkan suasana.


Mayang merasakan hal yang berbeda dari majikanya tersebut, entah apa dia sendiri tak dapat mengartikannya.


.


###


Hy Reader setia, jangan lupa klik jempol manisnya setelah membaca.


πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


Plus rate bintang lima dan komentarnya.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Jangan lupa vote sebanyak - banyaknya...


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


❀Salam Hangat❀

__ADS_1


πŸ’œπŸ’œLemb@yung πŸ’œπŸ’œ


__ADS_2