
Hampir semalaman Hanum tidak tidur. Dia hanya terlelap sekejap menjelang pagi. Matanya serasa berat dan kepalanya pusing.
Ia rebahankan kembali tubuhnya diatas kasur. Tubuhnya seraya malas untuk bangkit dari atas tidur
Ibunya masuk kekamarnya sambil membawa sarapan pagi buatnya. Melihat Hanum yang masih tiduran diatas kasurnya.
"Eiit bumil kok malesan hari ini, semalam ga bisa tidur ya?. tanya ibu dengan senyum teduhnya.
Ibu mendekat dan membelai lembut perut putrinya yang kian membesar. Ada raut wajah sendu dimata ibu. "Belum bisa memutuskan Num? . Tanya ibu.
Hanum hanya menggelengkan kepala pertanda memang belum bisa mengambil keputusan.
"Bu bagaimana perasannya jika ibu berpisah secara terpaksa dengan Hanum? tanya Hanum dengan tiba-tiba.
Wajah ibu menjadi kaget mendengar pertanyaan yang Hanum lontarkan kepada nya.
"Tentunya ibu akan merasa sangat sedih jika harus terpisah oleh darah daging sendiri apalagi itu dengan jalan terpaksa. Terkecuali dengan alasan kuat yang tidak bisa dihindari dan harus melepaskan maka ya sedihnya ga begitu besar dirasakan". ucap ibu dengan jelas.
__ADS_1
*****************************************
Galang datang berkunjung dengan memberikan sejumlah uang untuk acara pernikahan. Orang tua Hanum terkejut dengan kedatangan serta tindakan yang dilakukan Galang secepat itu. Waktu yang pernah ia utara pada saat itu maju tiga hari lebih cepat dari perjanjian.
Ayah meminta Hani untuk memanggil Hanum untuk membicarakan ini. Ayah tak berani mengambil sikap lebih lanjut sebelum mendengar penjelasan dari Hanum.
" Galang kemari akan menikahi mu segera dan ia menyerahkan uang untuk acara pernikahan itu. Apakah kamu sudah memutuskannya?, tanya ayah dengan serius.
"Ya ayah aku tlah memutuskan akan menikah dengan Galang. Dia orang pertama yang datang melamarku. Semua telah ku ceritakan pada Galang melalui telpon sore tadi. Memintanya untuk secepatnya bertemu dengan ayah dan mempercepat pernikahan kami". Jawab Hanum kepada ayahnya dengan yakin akan keputusan yang telah diambilnya.
Ayah langsung menyetujuinya tanpa menanyakan alasan lebih dalam mengapa Hanum menjatuhkan pilihannya pada Galang dari pada Bram. Ayah yakin akan keputusan putrinya memang sudah dengan alasan yang kuat.
Ayah menganggukan kepala pertanda setuju diikuti dengan senyum diwajah ayah. Semua keluarga turut bahagia akan pernikahan yang segera akan berlangsung.
"Kak Galang memang pria sejati" , ungkap Nina dengan wajah manis.
Mendengar perkataan Nina semua orang yang ada dirungan itu tersenyum kembali.
__ADS_1
Setelah mengutarakan maksudnya kepada keluarga Hanum Galang mohon diri untuk pulang. Hanum mengatar Galang keluar rumah. Sebelum pulang Galang dan Hanum duduk disaung yang ada disamping rumah.
" Terima kasih tlah memilih ku sayang", ucap Galang seraya memeluk dan mencium kening Hanum dengan mesra.
"Aku akan menjaga mu bersama bayi ini seumur hidupku dan tak akan ku biarkan dirimu menangis lagi". ucap Galang dengan kesungguhan.
Serasa sangat indah terdengar ditelinga Hanum mendengar perkataan Galang. Ia peluk erat tubuh lelaki yang sangat dicintainya. Begitu damai dan nyaman Hanum berada didalam pelukan Galang.
"Kenapa sayang kamu menangis?, tanya Galang cemas.
"Aku beruntung bisa bertemu dengan laki-laki sepertimu sayang tapi aku telah membiarkan mu menjadi anak yang tak berbakti pada orang tua mu". Ucap Hanum Lirih.
"Kita akan bersama-sama berusaha untuk membuat ibu merestui hubungan kita sayang". Ucap Galang meyakinkan.
******************************************
Tak terasa sudah sampai pada episode 40 ya Reader๐๐๐.Yoook dukung terus author untuk terus menulis dengan like dan komen ya.
__ADS_1
"Menurut kalian akan berjalan lancarkah pernikahan Galang dan Hanum? tulis dikolom Komentar ya... ๐๐Ditunggu.