
Hy semoga suka dengan karya ku ya... 🍃🍃
❄❄❄
Like n Komen Plzzz....😍
☀☀☀
Plus rate and votenya juga 😊
💧💧💧
Ditungu ya...
Sinar mentari menyentuh wajah Mayang akhirnya terbangun setelah rasa lelah mendera mereka berdua.
Dilihatnya wajah Galang yang dalam tidurpun tersenyum, ada rasa bahagia membingkai diparas tampannya.
Semalam Galang menunaikan hajatnya sebagai seorang suami yang membuat Mayang bergemuruh didadanya.
Ada rasa cemas, bingung dan takut semua bercampur aduk menjadi satu. Namun dapat berlalu dengan sedikit rasa sakit dan perih dibagian pangkal pahanya.
Flashback On
"Sayang sekarang kita sudah sah menjadi seorang suami istri..." Dengan mata menggoda menatap wajah Mayang yang merona karena merasa malu.
Mayang gadis kampung yang sama sekali belum pernah dekat dengan seorang lelaki bahkan untuk jatuh cinta sekalipun.
Dirinya tahu bahwa suaminya ingin melakukan malam pertama sebagai mana umumnya bagi sepasang pengantin. Namun dirinya bingung dan bertambah cemas serta takut karena tak tahu harus bagaimana.
Galang mengetahui gerak tubuh dari gadis muda tersebut. Ada rasa kebingungan dan kecemasan terlihat sangat jelas diparas cantik istrinya.
"Ada apa? Apa yang kau khawatirkan? Galang berpura - pura bertanya pada istrinya.
Mayang baru berumur 18 tahun, untuk hal yang berbau - bau dewasa sudah tentu dirinya tak mengerti, hanya teori yang didapat dirinya dibangku sekolah.
Bagaimana seorang wanita bisa menjaga kehormatannya dengan tidak berhubungan intim dengan sebarang lelaki terkecuali pada seseorang yang halal baginya, itu didapatnya dari pelajaran Agama.
Dan Bagaimana wanita dan lelaki memiliki organ intim dan bila keduanya saling bertemu maka akan menyebabkan kehamilan, itu didapatnya dari pelajaran Biologi.
Sedangkan prakteknya baru akan dilakukan dan bagaimana cara sungguh tak ada dalam bayangan gadis tersebut.
"Apa yang akan ku lakukan...Aku harus bagaimana?" teriak batin Mayang dengan peluh telah membasahi dahinya.
__ADS_1
Ujung kaki serta tangannya dingin, jantungnya berdegub kencang dan darahnya berdesir kencang.
Ehmmm....
"Kak...Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan... " Jawabnya polos seraya tersipu malu.
Galang tertawa lepas mendengar serta melihat istrinya begitu polos seakan dirinya adalah seorang guru yang siap memberikan sebuah materi dan instruksi kepada dirinya.
"Sayaaang...Kenapa kau begitu polos sekali! Ucapnya seraya masih tertawa lepas.
Melihat suaminya yang tertawa membuat sedikit ketenangan dihatinya, akan segala rasa yang terpendam didalam dihati.
"Kakak...Nih! Ucap Mayang spontan melihat dirinya menjadi candaan suaminya.
Galang menghentikan tawanya, lalu meraih tangan Mayang seraya mengajaknya duduk ditepi tempat tidur. Mayang mengikuti saja gerakan yang Galang lakukan.
"Sayang kenapa kau begini? Aku tahu kalau kau belum pernah disentuh oleh lelaki manapun. Kenapa kau pucat pasi begini? tanganmu terasa dingin sekali seakan kau bertemu dengan binatang buas yang akan memakan mu!" Ledek Galang berusaha mencairkan ketegangan yang melanda istrinya.
Terlihat Mayang tertawa kecil setelah mendengar perkataan suaminya itu, sedikit terhibur akan candaan suaminya. Galang memang lelaki yang pandai mengubah suasana hati istrinya.
"Kak... Aku bingung, aku tak pernah melakukan hal itu dengan seorang lelaki manapun, jadi aku tak tahu harus memulainya..." Ujarnya kembali dengan suara pelan dan malu.
Galang adalah lelaki dewasa dan telah merasakan hidup sebagai seorang suami saat itu, walaupun dilakukannya hanya karena tuntutan kewajiban sedangkan rasa cinta tak ada sedikitpun untuk mantan istrinya tersebut.
Mayang tersipu malu rona kemerahan berusaha ditutupinya dengan menundukkan kepalanya. Galang perlahan mengangkat dagu Mayang dan kini kedua bola mata mereka beradu satu sama lain.
Sorot mata yang teduh, penuh dengan cinta semakin mendekat kewajah Mayang. Dekat dan semakin dekat menyetuh bibir merah Mayang. Kini kedua bibir mereka bertemu satu sama lain.
Direbahkan tubuh istrinya secara perlahan dan Mayang mengikuti saja. Debar jantungnya semakin kencang seakan ingin keluar dari dadanya.
Nafasnya menjadi sesak ketika Galang bermain dengan lembut tepat di bibirnya dan beralih kebelakang telinganya.
Seraya berbisik "Aku akan melakukannya dengan lembut dan perlahan."
Flashback Off
Permainan Galang diatas ranjang sungguh sangat lembut namun masih membuat Mayang belum begitu menikmatinya.
Sesekali dirinya merasakan sesuatu yang perih dan sakit yang membuatnya tak nyaman ketika sentuhan - sentuhan yang dilancarkan suaminya.
Dicobanya untuk berdiri dan berjalan kearah kamar mandi, terasa perih ketika dirinya melangkahkan kaki.
"Apa nikmatnya seperti ini," gumam Mayang didalam hati.
__ADS_1
Dihidupkannya shower dengan suhu sedang kemudian dibiarkan air membasahi tubuhnya, terasa perih bahkan teramat perih namun lambat laun rasa perih itu mereda dan menghilang.
Bekas kepemilikan Galang ditubuh Mayang terlihat jelas, Mayang melihatnya dicermin begitu banyak terutama pada tubuhnya bagian atas.
Mayang tersenyum ada rasa kelegaan dihatinya telah melakukan kewajibannya sebagai seorang istri. Namun wajahnya berubah jika ini terjadi lagi hampir tiap malam maka tak bisa dibayangkannya.
"Waduuuh...Gimana aku akan kekampus," teriaknya.
Terdengar suara dari luar kamar mandi...
"Sayang... Ada apa? Tanya Galang setelah mendengar teriakan dari dalam kamar mandi.
Diketuknya pintu beberapa kali lalu bertanya kembali. "Apa kau baik-baik saja.?"
"Ya... Aku baik - baik saja, " jawab Mayang yang khawatir jika Galang akan mendobrak pintu tersebut jika dirinya tak memberi jawaban.
Dengan segera Mayang keluar dari kamar mandi, dengan handuk putih menutupi tubuhnya.
"Kau baik-baik saja kan sayang... ?" Ucap cemas Galang seraya mengecek tubuh istrinya dengan cara memutar tubuh Mayang kesegala arah guna memastikan tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadap istrinya.
Kemudian Galang memeluk tubuh gadis tersebut setelah semua baik - baik saja. Mayang hanya diam merasakan apa yang suaminya lakukan terhadap dirinya.
"sayang, aku baik - baik saja, hanya terasa..." Mayang menghentikan bicaranya.
Galang menjadi gusar kembali setelah istrinya berbicara tidak tuntas.
"Merasa apa?" Ujarnya penuh dengan rasa cemas.
Emmm...
"Aku merasakan sakit...Ketika..." Ungkap Mayang kembali terhenti.
"Apa... Apa! Kenapa selalu berbicara tak tuntas!" ucap Galang semakin penasaran.
Galang buru - buru kekamar mandi dan dalam sekejab dirinya telah siap dengan pakaian casual.
"Loh kok masih berdiri disana, ayo kita segera kerumah sakit, kita periksa apa yang terjadi pada mu! Perintahnya.
"Aku malu...Ga mungkin kak," balas Mayang dengan cepat.
"Maksud mu?" Tanya Galang bertambah penasaran.
Mayang menjelaskan apa yang terjadi padanya secara detail dan setelah mendengar penjelasan istrinya tersebut Galang tersenyum tipis.
"Kau membuatku khawatir saja sayang.. Aku berpikir yang berlebihan ternyata kau sakit karena perbuatan ku semalam," ledek Galang seraya mencuil hidung istrinya dengan mesrahnya.
__ADS_1
Mayang menjadi tersipu malu mendengar sikap menggoda suaminya. Keduanya saling menatap satu sama lain dengan perasaan masing-masing.