Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 108 Salah Paham


__ADS_3

Hanum kembali melihat arloji ditangan kanannya. Jarum jam menunjukkan keangka lima sore. Sudah cukup lama ia pergi keluar rumah, tentu putrinya akan mencarinya.


Melihat Galang yang masih asik bercerita membuat Hanum jadi tak sadar bahwa hari semakin sore.


Dengan sangat terpaksa Hanum memutuskan untuk pamit pulang. Galang terlihat kecewa dengan permintaan maafnya pergi lebih dulu dari mereka.


Galang merasa waktu yang dihabiskan oleh mereka sangat sebentar, dari pada waktu mereka yang sangat lama berpisah.


" Baiklah, berikan nomor ponsel mu agar aku mudah bertemu dengan mu", ucap Galang dengan nada perintah.


Hanum menuliskan pada secarik tisu yang ada diatas meja untuk menuliskan nomor ponsel yang dimilikinya. Setelah memberikan nomer ponsel tersebut ia lalu berlalu pergi dari hadapan mereka berdua.


Tatapan mata Galang melihat Hanum seakan tak mau pergi dari penglihatannya. Intan melihat tingkah suaminya merasa sangat cemburu. Galang tak pernah menatapnya seperti pada wanita yang barusan berlalu dari hadapannya.


Mengetuk pintu sampai tiga kali tapi tak terdengar suara dari dalam rumah. Mencoba membuka perlahan pintu tersebut dan melihat keadaan rumah yang sepi.

__ADS_1


"Kemana semua orang?, ungkap Hanum dengan wajah penasaran.


Ia masuk lalu membuka pintu kamar lalu terlihat Bram dan putri kecilnya telah tertidur dengan pulasnya.


Menyentuh pipi merah putrinya yang sedang tertidur lalu berkata: " Kelihatanya putri bunda lelah bermain dengan papa ya,,, sehingga jam segini telah tertidur".


"Kau tak jauh beda dengan putri mu ketika lelah tertidur terlihat sangat menggemaskan", ucap Hanum dengan tersenyum seraya mencium kedua orang yang terlelap dengan pulasnya.


Melihat Bram yang tertidur disamping putrinya, Hanum tak tega untuk membangunkannya. Dibiarkannya saja Bram tertidur dikamar putrinya itu sampai ia terbangun dengan sendirinya.


"Semoga Galang dapat menepati janjinya untuk pergi mengecek kesehatan reproduksinya", besit Hanum dalam hati dengan penuh harapan.


Senyum mengembang diujung bibirnya, ada gurat terukir diwajahnya sebuah harapan baru bagi rumah tangga Galang.


"Sedang melamun apa? sampai tersenyum sendiri kelihatan sedang berbunga-bunga malam ini. Apa telah bertemu dengan seseorang yang menawan hati?, ucap Bram dengan tiba-tiba telah berada dibelakangnya.

__ADS_1


Wajah Hanum berubah setelah mendengar ucapan Bram yang barusan didengar ditelinganya. Sontak Hanum jadi salah tingkah dan gugup untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.


"Apa sebaiknya aku berterus terang padanya, tapi bagaimana kalau ia tak terima lalu marah karena rasa cemburu", besit Hanum dalam hati.


Diurungkan niatnya untuk berterus terang pada Bram. Hanum mengalihkan pembicaraan untuk bisa mengendalikan rasa gugup dan salah tingkahnya.


"Apakah Fay menikmati jalan-jalannya dengan bergembira hari ini?, tanya Hanum menatap wajah Bram


"Tentu saja ia sangat gembira, sama dengan bundanya yang pulang dari luar dapat tersenyum sendiri. kelihatan bunda Fay juga bergembira hari ini", ungkap Bram dengan wajah mulai memperlihatkan ketidak nyamanan.


Mendengar perkataan Bram yang seolah-olah memojokkan dirinya setiap ucapan yang keluar dari mulutnya. Seperti mengetahui kemana dan siapa yang dijumpainya pada hari ini.


Ada apa dengan Bram hari ini tidak seperti biasanya. Tingkah lakunya seperti memendam sebuah rasa tak suka yang tersimpan dalam hatinya.


"Bram terima kasih ya sudah mengajak Fay pergi", ucap Hanum dengan rasa bersalah telah membohongi dirinya.

__ADS_1


__ADS_2