
Beberapa hari ini ada perubahan diwajah Hanum. Ada sesuatu yang membebani pikirannya. Ketika ini terjadi pada sahabatnya, dengan mudahnya Hanum melontarkan beberapa pertanyaan pada sahabatnya itu
"Apakah kau mencintainya? apakah kau siap jika pernikahan ini berakhir? dengan tegas Dian mengatakan itu semua. Tetapi kenapa pada saat aku sendiri yang mengalami itu terasa berat untuk menjawabnya", ungkap Hanum didalam hati.
"Aku percaya dan yakin bahwa Bram tak seperti itu tetapi kenapa pikiran ini menyiksa diriku, Aaahhhhh,,,,aku butuh penjelasan Bram", dengan menghela nafas panjang Hanum memutuskan untuk berbicara pada suaminya.
*********************************
Pagi ini Hanum pergi ke swalayan bersama bik wati untuk membeli beberapa kebutuhan rumah tangga. Bik Wati sudah mencatat semua yang diperlukan didalam rumah itu.
Dengan sigap bik Wati mencari semua barang yang telah dicatatnya. Hanum membeli sesuai dengan kebutuhan tak pernah ia hamburkan uang untuk yang tak bermanfaat. Walaupun Bram tak pernah menanyakan berapa besar pengeluaran yang telah dihabiskan istrinya.
Setelah fokus pada barang yang akan dibeli, mata Hanum tertuju pada sosok wanita yang tak asing baginya
Hanum melihat seorang wanita dengan penampilan bak model dengan make up yang tebal. Wanita dengan pakaian yang seksi tengah asik memilih barang belanjaanya.
Hanum mendekati wanita itu lalu berdiri disamping Clara yang masih belum menyadari kehadiran Hanum.
__ADS_1
"Clara, apa yang kau harapkan dari suamiku?, aku tak pernah merebutnya darimu. Perlu kau ketahu bahwa aku tak akan mudah menyerahkan pernikahan ku dengan mu!!!.ucap Hanum pada wanita yang masih terkejut ketika Hanum tiba-tiba datang dan berkata demikian.
"Apa wanita kampung!!kau bicara apa!! ucap Clara dengan berwajah berpura-pura.
"Aku tahu kau yang selama ini menerorku bahkan kau juga yang mengirim paket itu padaku. Aku tak tertarik sama sekali, kalau suamiku menyukaimu maka tentunya kau yang menjadi istri Bram bukan aku" ucap tegas Hanum dengan mata penuh kesungguhan.
Hanum berlalu meninggalkan Clara yang masih tak percaya wanita yang dianggapnya kampungan mampu berbicara seperti itu. Dengan begitu yakin dan percaya bahwa suaminya tak akan melakukan hal yang ada didalam photo tersebut.
"Aku salah menilaimu wanita kampung!! ternyata kau pandai mengendalikan emosimu dan tak mudah aku permaikan hatimu dengan photo tersebut.Tunggu saatnya akan ku lenyapkan kau dan putrimu dalam kehidupan Bram!!", ungkap Clara dalam hati dengan sorot mata penuh amarah dan kebencian.
Ada perasaan lega dihati Hanum bisa mengatakan apa yang dirasakannya pada wanita yang tak tahu malu itu.
Bik Wati telah siap dengan barang belanjanya yang ada dikeranjang dan menunggu majikannya untuk pembayaran dikasir.
"Sudah siap semua bik? dengan wajah tersenyum menatap wanita pengasuh putrinya itu.
"Kita harus cepat, ntar Fay udah pulang dari sekolah", ucap Hanum seraya berjalan menuju kasir diswalayan tersebut.
__ADS_1
Clara masih menatap Hanum dari kejauhan dengan sorot mata yang tajam dan penuh kebencian.
"Bram akan ku hancurkan keluarga bahagiamu itu, jika tidak jangan sebut namaku Clara. Pria sedingin mu saja mampu ku taklukkan. Sekarang aku merasa lebih tertantang untuk menghancurkan kesetian dan kepercayaan istri mu itu!!! ", tukas Clara dengan api amarah disorot matanya.
###
Like 👍👍
Komen 📩
Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟
Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤
Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢
Terima Kasih...🙏🙏
__ADS_1
Salam Hangat Lemb@gung