Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 124 Kebencian (Part 2)


__ADS_3

Pertengkaran tak terelakkan lagi, ibu yang selalu memojokkan Hanum seakan dia adalah wanita yang hina sekali dimatanya.


"Sudah bu kenapa ibu sebegitu bencinya pada Hanum?", menatap wajah ibunya dengan sorot mata nanar seakan tak ingin berdebat lagi.


Hanum selalu menjadi alasan ibunya akan keputusan yang diambil putranya. Ia tak menyadari kesalahan yang telah ia perbuat.


"Bukan karena dia aku akan bercerai dari Intan tapi karena ibu, aku sudah lelah bersandiwara selama ini", Dengan menarik nafas panjang dan penuh kesungguhan dihati Galang.


Rumah tangga yang dibangun Galang atas dasar perjodohan dan hanya mengikuti kemauan dari ibunya. Tak ada rasa cinta dihati putranya, hanya ada sandiwara didalamnya.


"Ibu aku sudah mengetahui semua, cukup sandiwara yang ibu mainkan", Dengan wajah sendu dan penuh kekecewaan terlihat jelas dimata Galang .


Wanita paruh baya itu terduduk lemas tak berdaya setelah mendengar semua yang Galang ketahui dari mantan sopir pribadinya.


"Sial!!!, kenapa lelaki tua itu membuka mulutnya!, umpat ibu pada mantan sopir pribadinya itu.

__ADS_1


Tak ada suara lagi yang keluar dari mulut wanita paruh baya itu. Hanya ada keheningan dan wajah yang tertunduk dengan tangan menutup semua wajahnya. Tak menyangka rahasia sandiwaranya terbongkar.


Ibu sudah terpojok sendiri dari perannya yang menghancurkan putranya. Kini ia tak dapat memperdaya putranya, Galang sedikitpun tak akan mendengar perkataannya bahkan tak akan mempercayanya lagi.


"Dulu ibu sangat menyukai Hanum kenapa sekarang ibu sangat membecinya?", Dengan sorot mata menatap tajam dan penuh tanda tanya dihati Galang.


Tak ada respon yang diberikan, tak ada suara yang keluar dari mulut ibunya atas pertanyaan yang barusan dilontarkan putranya kepadanya.


"Baiklah bu terlepas dari ibu setuju atau tidak aku akan tetap menceraikan Intan", Suara tegas Galang dan mata penuh kesungguhan terdengar dan terlihat jelas ditelinga dan mata wanita paruh baya itu.


Wajah wanita paruh baya itu sangat sinis dan penuh dengan kebencian dimatanya membayangkan wajah Hanum dipikirannya.


"Kau akan menerima akibatnya, tunggu pembalasanku!! ", Sumpah yang keluar dari mulut wanita paruh baya itu pada wanita yang tak tahu apapun mengenai permasalahan ini.


*************************************

__ADS_1


Semua tas telah terisi peralatan dan perlengkapan termasuk pakaian. Tak tersisa satu barang atau sehelaipun pakaian yang tertinggal dikamar tersebut.


Intan tak dapat mencegah suaminya membereskan semua barang pribadinya. Hanya bisa melihat semua tindakan yang suaminya lakukan didepan matanya.


"Mas mau kemana?, apa yang mas lakukan dengan semua barang yang mas bawa itu?, tanya istrinya yang telah berderai air mata tak digubris sedikitpun dengan Galang.


Ia hanya fokus membereskan semua barang miliknya tanpa melihat Intan yang terus menangis dengan wajahnya yang sangat menyedihkan.


"Kau akan terima surat permohonan cerai dari pengadilan agama, untuk itu aku tak akan tinggal serumah dengan mu lagi", ucapan yang datar dan tegas tanpa memandang sekalipun kewajah istrinya.


Galang berlalu dengan menjinjing tas dikedua tangannya yang berisi penuh semua barang milik pribadinya. Tak ada setitik rasa iba melihat istrinya yang menangis pilu.


"Jika kau langkahkan kakimu keluar rumah ini, maka aku beranggapan tak memiliki anak lagi", ungkap ibu untuk mengertak putranya yang telah keluar dari kamarnya yang ada dilantai dua.


"Ibu sudah tak memiliki anak lagi disaat ibu dengan sandiwara ibu menghancurkan kebahagian putra ibu sendiri", mendengar jawaban dari putranya sangat menusuk dan menghancurkan hatinya.

__ADS_1


Mulutnya terkunci dan hanya bisa melihat kepergian putranya dengan derai air mata. Galang begitu marah dan tak memperdulikannya lagi.


__ADS_2