
Dika selalu mengeluh tak dapat memejamkan mata dalam beberapa hari ini. Hanum selalu beranggapan karena beban kerjanya dikantor.
Sudah sebulan ini perusahan mengalami defisit anggaran sehingga salah satu tindakan adalah pengurangan tenaga kerja.
Dika sempat stres dengan keadaan perusahaan yang sedang mengalami defisit anggaran. Jika ia termasuk karyawan yang masuk dalam daftar nama pengurangan pekerja maka apa yang akan dilakukannya setelah pemecatan itu.
Apalagi pada saat ini Dika harus banyak menabung untuk biaya persalinan Hanum jika sesuatu terjadi dan dimana Hanum tidak bisa melahirkan normal. Walaupun sudah terkumpul uang didalam tabungan. Dika masih merasa kurang dengan uang yang ada didalam tabung.
Jika harus lahir caecar maka Dika sudah memiliki tabungan. Itu semua membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Darimana Dika mendapatkan uang jika ia dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja hampir lima tahun itu.
"Kak, kenapa selalu sulit tidur? tanya Hanum.
"Kk juga tak tahu dek kenapa setiap malam dalam sepekan ini aku sulit memejamkan mata. Seperti ada sesuatu beban berat dalam hati dan pikiran ku namun aku tak mengetahui beban berat apa itu", ungkap Dika dengan menarik nafas panjang.
Hanum berusaha menenangkan hati dan pikiran suaminya agar tidak berpikiran yang buruk.
__ADS_1
*******************************************
Pagi ini seperti biasa Dika pergi ke kantor. Hanum merasa sakit kepala yang hebat sehingga ia enggan untuk turun dari tempat tidur.
Dika berpamitan seraya berjalan keluar rumah lalu berkata : " Dek kalau sudah mendingan dibawa makan ya, aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu dan jangan lupa minum vitamin". ujar Dika seraya berlalu pergi.
Sekitar tiga puluh menit Hanum merebahkan kepalanya dan tertidur kembali. Setelah bangun ia merasa kepalanya lebih ringan dan jauh lebih baikkan.
Hanum teringat akan pesan Dika sebelum ia berlalu pergi. Dilangkahkan nya kaki menuju dapur untuk makan lalu minum vitamin.
Dering jam tidur mengangetkan Hanum. terlihat jarum jam tepat diangka jam tiga. Dipaksakannya bangkit dari tempat tidur.
Walau sudah cukup lama Hanum tidur tapi rasa berat untuk membuka mata juga tidak hilang. Rasa ngantuk masih mendera Hanum.
Ia bereskan tempat tidur yang sedari tadi pagi belum ia bereskan karena tidur sampai sore.
__ADS_1
Perasaan itu muncul kembali setiap Hanum membereskan tempat tidur.
"Ada perasaan yang membuat Dika tak selamanya disampingku dan aku merasa dia bukan lah suami ku seutuhnya". besit Hanum dalam hati.
Hanum berusaha membuang jauh firasat buruknya dan segera bergegas untuk memasak makan malam buat Dika.
Hanum memasak makanan kesukaan Dika yaitu asam pedas ikan laut sebagai rasa terima kasih Hanum karena pagi tadi Dika telah membuat sarapan untuk dirinya.
Sangking sibuk mempersiapkan menu makan malam tak terasa waktu menunjukkan jam enam sore. Hanum mulai dirundung kecemasan dan kegelisahan karena diluar kebiasaan Dika.
Hanum meraih ponsel yang ada diatas meja dan mencoba menghubungi Dika. Tiga kali panggilan yang dilakukan Hanum tapi tak ada satupun jawaban. Ponsel Dika terhubung tetapi tidak diangkat olehnya.
"Kemana dirimu, kenapa panggilan ku tak dianggkat".ucap Hanum bertambah gelisah.
Hanum mencoba mengendalikan emosinya karena takut berpengaruh pada kehamilannya. Hanum tak ingin jika janin didalam kandungannya lahir pada saat kondisi seperti ini.
__ADS_1