
Berhenti tepat diruang UGD, dengan sigap para petugas jaga memberikan pertolongan pada Hani.
Tempat tidur tersebut didorong menuju ruang bersalin, Brian mengikuti dari belakang dengan setengah berlari, dimana petugas tersebut mendorong tempat tidur itu dengan cepat.
"Tuan, anda berhenti disini, silahkan menggunakan pakaian khusus terlebih dahulu" ucap petugas kesehatan tersebut setelah berhenti pada sebuah ruangan.
Brian mengikuti saja prosedur rumah sakit tersebut. Dilangkahkannya kaki mengikuti salah satu petugas kesehatan dari awal bertemu di UGD sampai ditempat ini.
"Silahkan ambil Tuan dan pakailah," ujarnya seraya memberikan pakaian berwarna hijau muda untuk dikenakan dirinya agar bisa menemani Hani didalam ruangan tersebut.
"Mari, ikut saya," ujar petugas kesehatan itu kembali.
Akhirnya Hani telah berganti pakaian setiba didalam ruangan, Brian bertemu dengan istrinya dalam keadaan siap melakukan persalinan tersebut.
"Baik Nyonya, silahkan tarik nafas panjang ketika terjadi kontraksi dan berusahalah untuk mendorong dengan sekuat tenaga." Ujar dokter perempuan tersebut.
Hani menganggukkan kepala pertanda mengerti apa yang disampaikan oleh dokter tersebut.
Kini dirinya mulai meringis kesakitan tangannya mencengkam dengan kuat pergelangan tangan suaminya.
"Ayo nyonya tarik nafas panjang..." Ucap dokter tersebut.
"Kita lakukan sekali lagi ya..." Ucapnya kembali ketika kontraksi berakhir.
Hani menganggukkan kepalanya pertanda mengerti akan apa yang diperintahkan oleh dokter tersebut. Dirinya harus berusaha sekuat tenaga mendorong ketika kontraksi terjadi lagi.
__ADS_1
Brian sungguh tak menyangka bahwa begitu besarnya pengorbanan seorang wanita dalam melahirkan seorang anak. Dengan melihat perjuangan yang dilakukan oleh istrinya saat ini.
"Ayo sayang... Aku disamping mu, " ucap Brian dengan suara bergetar menahan rasa gugup dan gelisah melihat proses persalinan istrinya tersebut.
Hani mulai merasakan kontraksi kembali namun kedua kaki merasakan lemah, dicobanya untuk menggerakkan namun terasa seperti kaku dan tak sanggup digerakan kembali.
"Suntik bagian sini!" Ujar dokter kepada asistennya ketika melihat Hani kehilangan tenaganya.
Petugas kesehatan, asisten pribadinya segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh dokter tersebut. kedua paha Hani diberikan suntikan, paha sebelah kanan dua suntikan dan paha sebelah kiri satu suntikan.
Setelah beberapa menit mendapatkan suntikan tersebut, barulah Hani merasakan kakinya dapat digerakkan kembali. Rasa sakit akibat kontraksi itu datang kembali.
"Tuan tahan bagian sini," Perintah dokter pada Brian untuk ikut melakukan kerja sama.
"Ayooo... Nyonya anda bisa, lakukan terus, Ayooo sedikit lagi," teriak dokter tersebut memberikan motivasi dan semangat pada pasiennya.
Brian tak sanggup melihat kondisi saat itu, bulir bening menetes diujung matanya melihat proses persalinan Hani, yang sedang berlangsung didepan matanya ini.
Diciumnya puncak kepala istrinya seraya memegang perut bagian atas lalu berkata "Sayang kamu kuat dan bisa melalui ini semua."
Hani menatap wajah suaminya dengan sangat dalam seraya berkata "Suamiku ijinkan aku melahirkan buah cinta kita, dan maafkan atas segala kesalahan ku."
Bulir bening jatuh tak tertahankan diujung mata Brian mendengar perkataan istrinya itu, Hani pun tak berbeda jauh pipinya telah basah oleh bulir bening tersebut dan wajahnya penuh dengan kepasrahan pada Sang Tuhan dan meminta maaf agar proses persalinannya diberi kemudahan.
Terjadi kontraksi kembali, wajah Hani mulai meringis dan dengan sekuat tenaga dirinya mendorong membatu bayinya untuk lahir kedunia ini.
__ADS_1
Terasa oleh dirinya sesuatu yang keluar dari pangkal pahanya dan seketika jeritan tangis bayipun terdengar ditelingannya.
"Bayi kita telah lahir sayang, " ucap histeris Brian seraya mencium dahi dan pipi istrinya.
Hanipun tersenyum dan haru akhirnya dirinya dapat menjalankan setiap proses persalinannya dengan lancar.
Brian tak kalah bahagia bahwa dirinya dapat melihat pertama kalinya buah cintanya lahir kedunia ini.
###
ππ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:
πBoom like sehabis bacaπππ
πKomentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya π
πRate bintang β5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar π
π vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya π dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.
β€Trus beri tanda hati setelah kalian membaca, biar kita tambah mesra ya Reader tercinta... ππ
Bergabung digroup chat Author yup π©
Author tunggu ya...ππ
__ADS_1