Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 261 Pergi


__ADS_3

Bulir bening telah membasahi paras cantik Mayang. Dilangkahkannya kaki mengikuti irama hatinya menuju jalan setapak yang ada didepan mata.


Akhirnya kakinya terhenti pada sebuah taman yang tak jauh dari tempat dirinya berdiri. Hatinya sakit dan terasa terpuruk saat ini. Tak ada tempat baginya untuk mengadu atas permasalahan yang sedang dihadapinya.


Hari - harinya seperti bagai neraka dirumah tersebut. Ibu mertuanya tak memberikan maaf pada dirinya sedikitpun. Walaupun berulangkali dirinya mengucapkan kata maaf, namun wanita paruh baya tersebut seakan membatu hatinya.


Beban itu yang tak dapat dipikulnya, kata - kata sindiran sudah kenyang didengar ditelinganya. Tidak hanya itu mertuanya dengan terang - terangan membawa perempuan lain masuk kerumah itu dengan dalih untuk menggantikan posisinya sebagai menantu dirumah tersebut.


Wanita paruh baya tersebut pandai bersandiwara sehingga ketika Mayang memceritakan semua pada suaminya, Galang seakan tak percaya dengan apa yang dilakukan ibunya.


Mungkin saja karena selama ini Mayang telah banyak melakukan kebohongan dan sandiwara yang tanpa disadari oleh dirinya lambat laun suaminya mengetahui itu semua.


Jadi sekarang, wajar saja Galang tak serta merta langsung mempercayai perkataan istrinya lagi. Ibarat pepatah "Apa yang kau tabur, maka itulah yang kau tuai."


Begitulah nasib Mayang saat ini, hingga sore ini dirinya berjalan tak tentu arah. Hatinya merasa terhina dan bahkan hatinya terisis amat pedih atas perkataan ibunya mertuanya pagi tadi setelah Galang pergi dari kantor.


Flashback On


Ketika sedang sarapan pagi dan hendak mengambil sarapan yang biasa dibuat oleh Bik Ijah, Mayang duduk satu meja dengan seorang wanita muda sebaya dirinya.


Wajah wanita sebaya dirinya itu sangat asing bagi dirinya, sedangkan Mayang tak menyadari sejak kapan keberadaan wanita muda tersebut ada dirumah besar itu.


"Siapa kamu? Tanya Mayang dengan wajah penuh penasaran.


"Kenalkan saya Shanum..." Balas wanita dihadapan Mayang dengan tersenyum sinis dengan sikap tidak merasa canggung sama sekali.

__ADS_1


Seolah cuek dengan sikap Mayang yang sedari tadi memperhatikan wanita yang berparas oriental tersebut. Wanita itu terus saja menyantap sarapan yang ada diatas meja yang telah disiapkan oleh Bik Ijah.


Wanita sebaya dirinya sepertinya telah mengenal lama rumah besar itu, terlihat dari sikap dan gerak - geriknya yang sudah terbiasa dan tidak terlihat kecanggungan pada diri wanita tersebut.


"Hi Shanum, udah duluan ya sayang...Apa Bik Ijah udah menyiapkan sarapan buat mu? " Sapa ibu mertua Mayang yang secara tiba - tiba dengan wajah yang sangat ramah hadir diantara mereka berdua.


Mayang terkejut dengan kedatangan ibu mertuanya yang dengan sengaja memperlihatkan kedekatan dirinya dengan wanita yang bernama Shanum.


"Perkenalkan...Ini Mayang, mantan istrinya Galang yang dulunya asisten rumah tangga ini, " ucap ibu mertuanya seakan tanpa memikirkan perasaan Mayang.


Dengan terang terangan ibu mertunya tak mengakui dirinya sebagai menantu lagi didalam keluarga tersebut.


"Mama.. Kenapa harus begitu? " jawab Mayang dengan menahan bening putih yang akan keluar diujung matanya setelah mendengar perkataan mertuanya itu.


"Selagi kau tak dapat memenuhi kewajiban mu, maka bersiaplah dengan apa yang pernah ku sarankan pada mu!" Dengan lugas dan senyum sinis mertua Mayang bersuara.


Melihat terjadi perubahan pada wajah menantunya, tanpa menghiraukan apa yang dirasakan dihati Mayang atas perkataan yang barusan dilontarkan dirinya.


"Kenapa, ada masalah? " Balas mertuanya kembali tanpa rasa bersalah.


Dengan derai air mata Mayang berlalu dari hadapan dua wanita yang hanya memandangnya dengan wajah sinis kearah Mayang yang berjalan meninggalkan mereka berdua.


Flashback Off


Diusapnya air mata yang jatuh dipipinya dengan tissu. Tanpa disadarinya tissu tersebut telah berserakan diatas rumput tepat disekitar tempat duduknya.

__ADS_1


Sudah cukup lama Mayang berada ditaman tersebut, tak ada pengunjung lain disekitar taman sehingga dirinya puas mengeluarkan segala kesedihan dihatinya.


"Aku tak akan kembali lagi kerumah tersebut, toh kuliahku sudah selesai dan lagian aku juga sudah diterima bekerja diperusahan" besitnya dalam hati.


Dari hasil rekomendari kampusnya Mayang dapat membuat sebuah lamaran diperusahan yang ternama dikota ini. Keberuntungan tersebut tak serta merta didapatnya dengan mudah, hasil kerja kerasnya yang menghasilkan prestasi secara akademik dikampus, dirinya dapat direkomendasikan sebagai pekerja salah satu perusahan ternama diperusahan ternama dikota tersebut.


"Lagian juga Kak Galang tak akan menolak saran dari mama untuk menikah dengan wanita itu," besit dalam hatinya kembali.


Dibulatnya tekat, malam ini tak akan pulang kerumah dan akan menginap pada salah satu rumah teman The Gang nya.


###


πŸ˜ŠπŸ™ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:


πŸ’œBoom like sehabis bacaπŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’›Komentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya 😊


πŸ’šRate bintang ⭐5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar 🌟


πŸ’™ vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πŸ˜‰ dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.


❀Trus beri tanda hati setelah kalian membaca, biar kita tambah mesra ya Reader tercinta... 😍😍


Bergabung digroup chat Author yup πŸ“©

__ADS_1


Author tunggu ya...😊😊


__ADS_2