Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 56 Seperti Mimpi


__ADS_3

Akhirnya dering ponsel mengangetkan Hanum yang terdiam dengan pikiran berlarian tak tentu arah. Tertulis Dika dalam panggilan tersebut.


Secepat kilat Hanum mengangkat panggilan tersebut. Terdengar suara diseberang sana yang tak dikenal Hanum. Suara wanita yang berusia paruh baya sedang menyapa Hanum dan berkata : "Ini dengan istrinya pak Dika Pratama?, tanya wanita paruh baya itu pada Hanum.


Bagai petir disiang hari Hanum mendengar apa yang dibicarakan wanita paruh baya itu. Bergegas Hanum menuju kamar dan mengganti pakaian.


Dengan pikiran yang kalut Hanum mengambil tas dan pelengkapan lainnya. Setelah merasa cukup ia segera keluar rumah dan mengunci pintu.


Dia menuju tetangga depan rumah yang biasa Hanum sapa bude. Dia ketuk rumah itu dengan keras dan tak lama pintu itu terbuka.


Bude terkejut melihat wajah Hanum yang pucat.


"Bude tolong bantu saya, saya harus segera kerumah sakit. Saya minta tolong untuk diantarkan sekarang juga sama anak bude. Suami saya kecelakan" dengan suara terbata-bata Hanum berbicara dan wajah penuh kecemasan.


Bude yang mendengar berita Dika kecelakaan juga tak kalah terkejutnya. Segera ia panggil putra bungsunya untuk mengantarkan Hanum kerumah sakit.


"jangan ngebut pelan-pelan saja, mbak Hanum lagi hamil ntar malah tambah masalah", ujar Bude keputra bungsunya.

__ADS_1


Dengan perasan yang bercampur aduk Hanum menuju rumah sakit. Sesampainya disana ia memasuki ruang gawat darurat.


Mata nya langsung menuju meja dimana ada dua suster yang sedang berjaga.


"Mbak saya mencari pasien yang baru masuk akibat kecelakaan, saya istrinya". ucap Hanum dengan sorot mata cemas yang semakin tinggi.


"Mari ikut bu". jawab suster dengan singkat.


Hanum melihat Dika terbaring dalam kondisi tak sadarkan diri. Hanum memperhatikan seluruh tubuh Dika. Tak terdapat luka ditubuh Dika hanya luka gores dibagian kaki sebelah kanan.


Hanum tatap wajah Dika dengan bulir bening yang tak berhenti semenjak ia mendapatkan telpon dari wanita paruh baya tadi.


Hanum memanggil nama Dika berulang kali seraya mengoyangkan tubuhnya. Namun Dika tak memberi respon sedikit pun.


Tangis Hanum pun pecah tak tertahankan lagi melihat kondisi Dika yang tak sadarkan diri.


"Mbak yang sabar, ingat mbak lagi hamil. Ini akan mempengaruhi kandungan mbaknya", ungkap suster senior yang ada diruang tersebut.

__ADS_1


Sejenak Hanum berhenti menangis tetapi bulir bening itu tak berhentinya keluar diujung matanya.


Karena sangking fokusnya Hanum pada Dika ia tak melihat ada lelaki tua yang juga terbaring disana. Ternyata lelaki tua itu korban kecelakaan bersama Dika.


"Untung saja ada yang melerai kalau tidak habis bapak itu", Hanum terkejut mendengar seorang ibu berkata demikian.


Ternyata perkataan itu dari pihak keluarganya yang berbicara dan memandang sinis pada Hanum.


"Sebenarnya apa yang terjadi? tanya Hanum dalam hati dengan penuh penasaran.


Suster bercerita sebelum Dika pingsan ia sempat berjalan sendiri memasuki IGD dengan memegang kepala bagian kanan. Dika datang bersama lelaki tua yang dipapah oleh satu orang laki-laki.


Dika lebih mengutamakan keselamatan lelaki tua itu yang katanya sempat pingsan setelah kejadian tabrakan. Sebelum pingsan Dika meminta saya untuk menghubungi keluarganya dengan memberikan ponselnya kepada saya. .


"saya lah yang menelpon mbak tadi". ungkap suster itu.


****************************************

__ADS_1


Dengan like dan komen yang membangun sebuah penghargaan bagi Author untuk terus menulis. 😊🙏🙏


__ADS_2