Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 194 Bedrest


__ADS_3

Brian bergegas setelah mendapatkan kabar dari sahabatnya itu. Hanipun turut bersamanya, rasa cemas menyelimuti diwajah keduanya. Ketika memasuki koridor rumah sakit menuju IGD, tak hentinya Hani menitikkan bulir bening diujung matanya.


"Sayang, berdoalah. Semoga tak terjadi apa - apa, " ujar suaminya seraya menggenggam erat tangan wanita yang menjadi belahan jiwanya itu.


Hani sudah mulai melepaskan tongkatnya, dirinya sudah mampu berjalan tanpa bantuan sebuah tongkat.


Akhirnya mereka berdua melihat Bram yang masih terpaku duduk disudut ruangan.


"Bram..." Teriak Brian.


Bram mengalihkan pandangannya mengikuti suara yang memanggil namanya.


Berdiri lalu memeluk sahabatnya sekaligus adik iparnya. Meminta kekuatan untuk dirinya menghadapi situasi yang terjadi saat ini.


"Apa yang terjadi? " Tanya Brian dengan wajah cemas dan khawatir.


"Dokter belum memberikan kabar pada ku, Hanum masih mendapatkan pertolongan disana." Jawab Bram dengan gurat sedih bercampur cemas.


Bram menceritakan awal ketika ia mendapatkan Hanum yang telah pucat dan keringat bercucuran membasahi wajahnya. Bram tak tahu penyebabnya mengapa Hanum bisa sampai begitu. Merasakan kesakitan yang amat hebat dibagian perutnya.


Hani masih menyeka bulir bening yang terus membasahi wajahnya. Tak kuasa mendengar kondisi kakaknya dari cerita Bram yang baru saja didengarnya.


"Sayang...bersabarlah," Brian memberikan semangat pada istrinya karena melihat Hani tak hentinya menangis.

__ADS_1


"Kakak..." Ucap lirih Hani.


Pintu ruang terbuka keluarlah petugas kesehatan mencari suami dari pasien yang ada didalam ruang tersebut.


"Pak, mari ikut saya. Dokter ingin bicara, " ucap petugas kesehatan tersebut seraya berjalan menuju ruangan yang dimaksudnya.


Bram berjalan dibelakang petugas tersebut dengan perasaan bercampur aduk. Kakinya terhenti pada sebuah ruangan dengan tertera didinding atas nama dr.Herman,Sp.OG.


Bram duduk dihadapan lelaki yang terlihat sekali garis tua diwajahnya. Dokter itu memulai bicaranya. Terlihat dimatanya wajah Bram yang cemas sekaligus khawatir.


"Apakah ini anak pertama?" Ujar dokter itu menatap Bram dengan serius.


Bram mengatakan bahwa ini adalah kehamilan ketiga dari istrinya. Hanum sempat mengalami keguguran akibat pendarahan pada kehamilan keduanya.


Pada putri pertamanya Bram tak mengetahui persis bagaimana masa - masa Hanum mengandung karena kondisi dan keadaan mereka berdua pada saat itu.


Dokter menganggukkan kepala setelah mendengar cerita Bram. Lalu Dokter tersebut berbicara dengan serius


''Beruntung bapak cepat membawa istri kerumah sakit, karena istri bapak mengalami kotraksi tidak pada waktunya. Sebaiknya agar mencegah terjadinya hal yang sama istri bapak harus istrirahat total. Tak ada aktivitas yang memberatkan baik secara emosional maupun fisik. Dengan menarik nafas Dokter melanjutkan bicaranya pada Bram seraya menatap wajah lelaki dihadapannya.


"Selajutnya bapak mengurangi durasi bercinta pada kehamilan tri semester pertama ini, dikhawatirkan memacu terjadinya kontraksi" Ucap Dokter tersebut.


"Apakah bapak sanggup? Ini untuk sementara, sampai janin ini cukup kuat dan dapat dilahirkan sesuai dengan waktunya," Dokter tersebut memberikan penjelasan lebih lanjut.

__ADS_1


Sebenarnya nafsu birahi Hanum yang menginginkan hampir setiap malam bercinta dengannya, bukan Bram. Bram tak bisa menolak karena iapun turut menikmatinya.


Tak mungkin Bram mengatakan ini pada Dokter tersebut. Selanjutnya Dokter mengatakan bahwa ari - ari janinnya menutupi jalan lahir. Jika terlalu sering melakukan hubungan suami istri maka akan terjadi pendarahan.


Bram menganggukan saja kepalanya pertanda mengerti akan penjelasan Dokter tersebut.


Dengan perasaan sedikit lega bahwa Hanum dapat terselamatkan. Tinggal dirinya harus siaga 24 jam menjaga istrinya agar dapat beristirahat dengan total serta mengurangi durasi berhubungan suami istri.


###


Terus dukung Authornya yaaa 😊😊


Like, Rate 5 stars and komen...


Plizzz votenya ditunggu 😍


Terima kasih 😊🙏 sudah Setia


DIA BUKAN SUAMI KU


Salam Hangat 💜💜💜


Lemb@yung

__ADS_1


__ADS_2