Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 265 Pupuslah Sudah (Part 2)


__ADS_3

Cukup lama Mayang tak sadarkan diri, masih beruntung rekan kerja yang dengan setia menunggu Mayang sampai dirinya tersadar dari pingsannya.


Berusaha membuka matanya secara perlahan dengan kepala masih terasa berat. Melihat kearah dinding diruangan tersebut yang berwarna cream dengan tatapan mata yang kosong.


"May... Syukurlah kau telah sadar," ucap wanita yang ada disamping dirinya.


Mayang masih tak menjawab, dirinya masih saja memperhatikan disekitar ruangan tempat dirinya terbaring dan merasa asing berada diruangan tersebut.


"Dimana aku?" Tanya Mayang dengan mencoba duduk dari posisi tidurnya.


Melihat Mayang berusaha duduk dengan sigap rekan kerjanya membantu dirinya untuk beralih keposisi tersebut.


"Kau tadi tak sadarkan diri dan kami membawa mu keklinik..." Ucap rekan kerjanya.


Wanita yang lebih tua dari Mayang terlihat dari paras wajahnya itu, menjelaskan pada Mayang dari awal kejadian sampai dirinya tiba diklinik.


"Mbak... Apa kata dokter? Tanya Mayang yang terlihat cemas akan keadaan dirinya yang tiba - tiba tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Dokter akan menjelaskanya padamu, tapi sebelumnya dokter menanyakan keberadaan keluarga mu May...Lalu ku jawab tidak ada karena aku juga tidak tahu dan bingung mau menjawab apa," ungkap wanita tersebut.


"Kau memang tak mendengar perkataan ku! Pagi tagi sudah ku lihat wajahmu pucat dan ku katakan untuk segera sarapan! Ini waktu makan siang pun kau tak beranjak dari kursi kerja mu!" Celoteh wanita tersebut dengan wajah simpati.


Mayang hanya terdiam tanpa sedikitpun menyela perkataan wanita itu, dengan wajah masih terlihat pucat Mayang meminta segelas air putih yang ada didekat tempat tidurnya.


Diteguknya air yang membasahi kerongkongannya yang terasa kering, lalu meminta untuk segera dibawa keruang dokter yang merawat tersebut.


Mayang tak ingin berlama diklinik tersebut, dirinya tak ingin menghabiskan uang untuk bermalam diklinik itu.


"Mbak... Bawa aku menuju keruang dokter, " ucap Mayang dengan suara pelan.


Tok... Tok... Tok...


Dicobanya mengetuk ruang dokter tersebut dan terdengar suara sahutan dari dalam ruangan.


"Masuk" Ucap dokter dari dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


"Lah... Kenapa langsung berdiri dan berjalan? Apakah sudah tidak terasa pusing?" Tanya dokter dengan wajah tersenyum.


"Sudah mendingan dokter...Apa yang terjadi pada saya Dok? Dan bolehkah saya pulang?" Ucap Mayang dengan suara pelan.


"Boleh Nyonya...Namun harus perhatikan kembali kondisi Nyonya yang sedang hamil itu," Ucap dokter itu kembali.


"Apa... Saya sedang hamil Dok?" Ucap Mayang dengan nada suara lebih tinggi dari sebelumnya.


"Ya... Nyonya sedang memasuki kehamilan 13 minggu" ucap dokter tersebut meyakinkan Mayang.


Wanita yang disamping Mayang tak kalah terkejutnya. Dirinya hanya tahu bahwa Mayang tinggal dikota besar ini sendiri. Tidak terlihat sekalipun lelaki yang tinggal bersama Mayang.


Mayangpun tak pernah cerita tentang statusnya, yang rekan kerjanya tahu Mayang adalah seorang wanita muda tanpa status istri seseorang.


Hati Mayang bercampur baur saat ini, ada rasa bahagia dan ada rasa sedih mendera batinnya.


Setelah dokter memberikan beberapa saran dan resep obat berupa vitamin, Mayang memutuskan untuk diantar pulang oleh rekan kerjanya itu.

__ADS_1


Disepanjang perjalanan pulang Mayang hanya berdiam seribu bahasa dan rekan kerjanya tak juga ingin tahu lebih dalam dari percakapan Mayang dengan dokter diklinik.


Suara rintik hujan yang menemani mereka disepanjang perjalanan pulang, dan deru suara mobil.


__ADS_2