Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 181 Pulang Kerumah


__ADS_3

Hanum disambut oleh semua asisten rumah tangganya. Semua orang merindukan kehadirannya. Sosok Hanum yang menganggap semua penghuni rumah bak keluarga membuat suasa hampa ketika dirinya tak ada dirumah.


Sebuah makanan kesukaan Hanum telah disiapkan oleh asisten rumah tangga bagian dapur.


Sayur asem plus goreng tempe, tahu, dan ayam. Tidak lupa sambal terasi buatan Bik Minah yang super pedas.


Tidak hanya asisten rumah tangga yang rindu, Hanumpun juga rindu pulang kerumah. Dengan lahap Hanum memakan makanan yang telah tersedia diatas meja makan.


Ada rona kebahagian Bram diwajahnya, melihat Hanum melahap semua makanan yang dihidangkan dihadapanya.


"Sepertinya kau kangen masakan rumah sayang..." Ucap Bram menggoda istrinya.


Hanum hanya tersenyum dan melanjutkan makannya. Tak digubrisnya perkataan Bram yang seraya tersenyum menatap wajahnya.


Diakui dirinya memang Hanum sangat merindukan masakan rumah.


***


2 Bulan Kemudian...


Seperti biasa rutinitas Hanum pada setiap paginya. Menyiapkan sarapan buat dua orang yang sangat dicintainya termasuk adik bungsunya yang masih tinggal disana turut membantu Hanum.


Hari ini kedatangan Hani dan Brian dari negera tetangga. Nina begitu antusias menunggu kakaknya karena sudah cukup lama mereka tidak saling berbincang.

__ADS_1


Walaupun melalui ponsel rasa rindu pada kakaknya bisa terbayar tetapi tak senikmat bertemu secara langsung.


Adik tengahnya sudah bisa berjalan walau harus menggunakan tongkat. Berkat kesabaran suaminya Hani dapat berjalan kembali.


"Jam berapa mereka tiba ketanah air? " Tanya Hanum pada suaminya yang asik membaca koran seraya minum secangkir kopi.


Mendengar pertanyaan istrinya Bram, menghentikan bacaannya.


"Mereka akan sampai kira - kira di jam 4 sore," sahut Bram.


"Baiklah, berarti aku bisa menyiapkan tempat sementara mereka disini dan makanan kesukaan Hani," ujar Hanum seraya tersenyum dan tak sabar menunggu kedatangan adiknya.


"Mereka paling hanya beberapa hari tinggal disini, selama ayah sama ibu disini, setelah itu mereka akan tinggal dirumah sendiri. Brian telah menyiapkan sebuah rumah buat keluarga kecilnya, "ungkap Bram.


"Semoga kebahagian selalu tercurah untuk keluarga mu adikku," batin Hanum.


Sebuah kecupan mesrah telah mendarat dipipi Hanum, ternyata Bram telah siap sarapan dan hendak pergi kekantor.


"Sayang...Tunggu!" ucap Hanum.


Berdiri dihadapan suaminya, lalu dengan cekatan membenarkan ikatan dasi suaminya yang miring. Bram sangat menikmati moment tersebut. Dengan kedua tangan bergelayut dipinggang Hanum dan menatap wajah istrinya.


"Terima kasih sayang..." Ucap Bram dengan memberikan sentuhan lembut, kini mendarat dibibir merahnya.

__ADS_1


Rona malu membingkai wajah Hanum atas sentuhan mesrah suaminya tersebut.


Dengan bergandengan tangan mereka berdua menuju pintu keluar utama. Fairuz telah lebih dulu masuk kedalam mobil.


"Hati - hati sayang, ucap Hanum pada Bram dengan senyum manis diujung bibirnya.


Setelah mendapat kecupan dipipinya, Fairuz melambaikan tangan sebelum mobil berlalu dan menghilang diujung jalan.


Dering ponsel yang berada didalam saku baju Bram bergetar. Diraihnya ponsel yang ada didalam saku bajunya.


Terdengar suara dari seberang sana memanggilku.


"Laura...!" Sapa Hanun dengan terkejut, terlihat sirna rona wajahnya.


Laura mengatakan bahwa dia merindukan Hanum sebagai kakak yang sangat dibutuhkan dia. Setelah kejadian tersebut Laura langsung terbang dan berkumpul bersama keluarga kecilnya.


Disambut hangat oleh keluarganya....


Piter dan sepasang anak Laura telah sangat merindukan kehadirannya momynya.


###


Terima Kasih yang telah setia menunggu disetiap episodenya 😊 Bagi Reader baru, dipersilahkan baca dan meninggalkan jejaknya berupa rate bintang lima, like, komen dan vote sebanyak - banyaknya

__ADS_1


Author Tunggu Yaaaa... 🙏🙏


__ADS_2