Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 151 Photo Mesrah (Part 2)


__ADS_3

Masih kelihatan uring-uringan Bram dalam sehari ini. Hanum telah mengetahui bahwa Bram sedang cemburu. Penyebab kecemburuan Bram masih belum terungkap.


"Ini jeruk hangatnya sayang," seraya meletakkan diatas meja kerja Bram yang masih asik menatap laptop yang sedang menyala.


Sekarang Hanum mengubah sapaannya pada suami sesuai dengan keinginan Bram. Berusaha menunjukkan bahwa dirinya membuka hatinya untuk suaminya.


Berjalan mendekati Bram yang sedang asik tersebut. Kemudian membelai mesrah pundak lelaki yang sedang menatap laptop tanpa merespon kehadirannya.


Bram sedikit terkejut dengan tindakan Hanum padanya. Diraihnya tangan Hanum yang berada dipundaknya itu serta mengubah posisi duduknya.


Sekarang Hanum berada pada posisi berhadapan dengan suaminya yang duduk dikursi putar.


Seketika Bram memangku Hanum lalu memeluk tubuh istrinya dengan erat dipangkuannya itu.


"Terima kasih sayang..." Bisik Bram ditelinga Hanum dengan mesrah.


Ada rona merah diwajah Hanum atas perhatian dari suaminya itu. Bram semakin memeluk erat tubuhnya dan sekarang meletakkan dagunya dipundak Hanum.


"Sayang...Apakah kau memang tak menginginkan adik buat Fay ? Ujar Bram masih dengan menempelkan dagunya di pundak Hanum."


"Mengapa pertanyaan yang sama diulang Bram dalam sehari ini ? Besit dalam hatinya penuh tanda tanya."


Hanum memulai pembicaraan dengan selembut mungkin. Agar mengetahui alasan dibalik pertanyaannya tersebut. Menyusun kata demi kata agar Bram mau menyebutkan alasanya bersikap demikian.


"Sayaaaaang...Mengapa kau pertanyakan iyu ? Jawab Hanum dengan membalikkan pertanyaan pada suaminya."

__ADS_1


Ketakutan Bram pada rasa cinta Hanum yang belum begitu besar terhadapnya. Ditambah lagi dengan paket yang didapatnya pagi tadi sehingga menyebabkan Bram pulang sangat cepat hari ini.


Bram membiarkan Hanum berdiri, lalu membalikkan lagi kursi putarnya ke posisi awal menghadap laptop.


Diraihnya tas kerja yang terletak diatas meja disamping laptop yang masih menyala. Kemudian ditangannya terlihat amplop coklat yang keluar dari tas kerja Bram.


Amplop coklat tersebut diberikan kepada istrinya seraya meminta untuk melihat isi yang ada didalam amplop tersebut.


Wajah Hanum berubah, terlihat dahinya keatas dengan bola mata seperti mau keluar dari tempatnya meluhat isi didalam amplop coklat tersebut.


"Bagaimana Bram mendapatkan ini semua? Besit Hanum dalam hati dengan penuh penasaran."


Dilihat kembali amplop coklat tersebut dan tak terdapat nama pengirim hanya nama Bram yang tertulis disana.


"Sayang ini pasti ada maksud untuk menghancurkan rumah tangga kita! Karena tak berselang lama dari photo dirimu pada saat bersama Clara yang dikirimkan kepada ku! Penjelasan Hanum pada suaminya."


Berusaha suaminya seperti mengingat kembali apa yang telah terjadi pada saat itu.


"Apa kau tak menyadarinya sayang... Setelah membuat aku cemburu namun tak berhasil, sekarang giliran mu yang berusaha dikendalikannya emosi mu untuk mempermainkan dirimu sehingga seperti ini! Ungkap Hanum pada suaminya."


Seakang mengerti apa yang dijelaskan oleh istrinya, Bram menganggukkan kepala pertanda setuju dengan apa yang dikatakan istrinya tersebut. masuk diakal Bram penjelasan dari istrinya tersebut.


"Clara !!! Ulah dia untuk menjebak kita berdua agar bertengkar sehingga dia menikmati ini semua untuk mendekati dirimu kembali ! Tukas Hanum dengan sorot mata yang serius."


Photo yang diambil Clara pada saat Hanum bersama Galang dirumah sakit. Terlihat sebuah taman yang sama pada saat itu, taman yang terdapat dirumah sakit Hani dirawat.

__ADS_1


Dilihat kembali oleh Bram memastikan apa yang dikatakan istrinya. Mata Bram melihat dengan teliti beberapa photo yang dikirimkan kepadanya. Background dari photo tersebut memang benar sebuah taman dirimah sakit.


Timbul amarah dimata suaminya akibat dari ulah Clara sahabat dari adik perempuannya itu. Photo itu diambil sedemikian rupa terlihat berdua dan dengan adegan dibuat seolah - olah mesrah.


Bram ingat benar pada saat itu, bahkan dirinya ada pada saat Galang berbicara dengan istrinya ditaman rumah sakit tersebut.


Pelukan kembali mendarat ditubuh Hanum dan sebuah sentuhan didahinya dengan lembut dari bibir suaminya. Semua kecemburuannya tak beralasan sudah, Bram baru menyadari itu.


"Sayaang...Kau benar dengan apa yang kau katakan itu ! Clara sengaja mencampur adukan emosi kita berdua. Sekarang aku tak akan tinggal diam terhadapnya. Akan ku temuinya esok hari ! Dengan sorot mata penuh amarah dan rasa kesal dipermaikan oleh wanita yang mencintainya dengan kepalsuan."


###


Like 👍👍


Komen 📩


Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟


Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤


Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢


Terima Kasih...🙏🙏


Salam Hangat Lemb@gung

__ADS_1


__ADS_2