Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 266 Putus Asa


__ADS_3

Air hujan membasahi bumi malam ini, terlihat sepi sekali dijalan raya yang biasanya padat dengan kendaraan yang berlalu lalang. Semua orang pada memutuskan untuk tidak keluar rumah dicuaca seperti ini.


Akan lebih memilih tetap berada dibawah selimut dan kasur empuk mereka. Tidak halnya dengan Mayang, dirinya masih berada diluar rumah dengan kejadian sore tadi yang membuat hatinya bertambah risau.


"May... Apa kamu tak singgah dulu untuk membeli sesuatu untuk makan malam? Karena sedari pagi tadi kamu tak makan?" tanya wanita rekan kerja Mayang dengan mata fokus kedepan, karena sedang mengemudi.


Mayang tersentak dari lamunannya akibat dari perkataan temannya itu. Sebelumnya dirinya tengah asik memandang jalan melalui kaca mobil dengan pikiran melayang tak tentu arah.


"Ya Mbak, perutku terasa perih sekali," balas Mayang seraya memandang wajah wanita yang berada disampingnya.


"Baiklah, kalau begitu kita akan berhenti pada sebuah warteg pinggir jalan. Apakah kau mau makan nasi uduk aja? " Tanya wanita itu kembali.


Mayang hanya menjawab dengan singkat dengan berkata "Ya."


Tak berapa lama dari pembicaraan mereka berdua, mobil telah memperlambat lajunya dan menepi pada salah satu sisi jalan yang terdapat tenda nasi uduk yang buka 24 jam.


"Kita makan disini aja, gimana?" Tanya wanita itu seraya menatap wajah Mayang.

__ADS_1


"Baiklah," balas Mayang dengan tersenyum.


Mereka berdua keluar dari mobil dan melangkah memasuki tenda penjual nasi uduk. Dengan sigap pelayan menghampiri mereka dan mencatat menu yang dipesan Mayang bersama rekan kerjanya itu.


Tak membutuhkan waktu lama, pesanan yng di minta mereka berdua telah terhidang diatas meja. Dengan rasa lapar yang mendera mereka berdua, tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka sebagai obrolan.


Mereka berdua tengah asik menikmati nasi uduk dengan sambalnya yang pedas, pas sekali dengan suasana malam yang dingin setelah hujan mengguyur kota itu.


Setelah semua yang dihadapan mereka selesai, Mayang baru memulai bicaranya.


"Mbak...Pasti bingung saat ini. Selama ini memang aku sengaja menutupi jati diriku sesungguhnya. Mbak yang paling dekat dengan ku dan sekarang telah mengetahui keadaanku." Ungkap Mayang dengan suara pelan.


"May... Kenapa terburu - buru mengambil tindakan, baru saja pagi tadi kau katakan untuk cari kerja dikota sebesar ini sangatlah sulit. Kenapa sekarang kau mudah untuk berhenti dari pekerjaan ini?" Ucap wanita rekan kerjanya yang lebih tua usianya dari Mayang dengan wajah heran.


"Aku harus bagaimana mbak? kehamilanku tak mungkin ku tutupi, sedangkan mereka tidak tahu bahwa aku adalah wanita bersuami.


"Mereka hanya tahu aku adalah wanita single tanpa pasangan, dan pastinya mereka akan terkejut dengan kehamilan ku, mereka akan mengira aku wanita yang tak benar. " Ucap lirih Mayang dengan bulir bening telah jatuh diujung matanya.

__ADS_1


"Dimana suamimu? Tunjukkan saja bahwa kau adalah seorang istri dari seorang laki - laki," tanya wanita itu sekaligus memberikan solusi.


"Ada dikota ini, tapi aku telah pergi dari kehidupannya. Aku meninggalkanya dan keluar dari rumah itu tanpa sepetahuan suamiku, " Ucap Mayang terdengarbertambah pilu dan sedih.


"Apa...! " Kau yang pergi meninggalkannya, lalu memutuskan hidup seorang diri dikota sebesar ini," ucap wanita itu dengan suara lebih tinggi dari sebelumnya dengan wajah kaget sekaligus bertambah penasaran.


"Ya Mbak...Aku terpaksa karena aku tak tahan lagi hidup bersama mertua yang tak menginginkan diriku lagi dan terang - terangan dihadapanku membawa wanita lain untuk menjadi madu ku," ucap Mayang dengan suara tangis yang tak tertahan lagi.


Melihat Mayang yang tak dapat mengendalikan emosinya, tanpa disadari dirinya orang yang ada disekitar mereka jadi melihat kearah mereka berdua.


"May... Sabar, kendalikan emosi mu? " ucap wanita itu yang menjadari semua mata tertuju pada mereka berdua.


Seraya berdiri disamping Mayang yang tertunduk dan menangis, wanita itu membelai lembut punggung mayang. Berusaha memberikan kekuatan atas beban yang sedang dipikulnya saat ini.


"Ayo kita kembali kerumah, kita akan lanjutkan ini dirumah saja." Ungkap wanita itu seraya mengajak Mayang untuk berdiri dan masuk kedalam mobil.


Wanita itu dengan sigap membayar makanan yang dipesan mereka lalu secepatnya kembali kedalam mobil dimana Mayang telah duduk terdiam seraya menyeka air matanya yang masih membasahi pipinya.

__ADS_1


Mobil melaju diaspal yang telah basah, bekas air hujan menggenang dibagian yang lekuk dijalan raya tersebut.


__ADS_2