
Semua keluarga berkumpul dan sekarang terdiam ketika Dika dan Hanum sepakat akan pergi kekota tempat Dika bekerja.
Semua anggota keluarga akan merasa kehilangan. Kepergian Hanum mengikuti Dika karena sudah lama Dika mengambil cuti dari kerja. Ini saatnya ia harus segera kembali untuk masuk kerja.
Dika hanya staf biasa pada sebuah perusahaan. Karena alasan yang sangat kuat maka ia mendapatkan izin cuti bekerja. Jika ia terlalu lama tidak bekerja maka bisa saja ia akan dipecat karena banyak orang yang meinginkan masuk keperusahaan tempat ia bekerja.
"Ayah dan ibu yakinlah Hanum akan bahagia disana dan kk Dika tak akan biarkan Hanum tak bahagia. Kalau Hanum tetap disini maka akan banyak juga cerita dari tetangga akan kelahiran anak ini", Ucap Hanum meyakinkan kedua orang tuanya.
Apa yang dikatakan Hanum memang benar adanya. Dengan kehamilan sekarang yang telah memasuki 24 minggu. Akan jadi pergunjingan para tetangga disekitar lingkungan mereka.
Akhirnya ayah dan ibu dengan berat hati merelakan Hanum pergi mengikuti Dika kekota besar tempat dulu Dika seorang diri merantau.
****************************************
Perjalanan cukup lama dari kampung Hanum menuju kota tempat Dika bekerja. Dengan suasana yang baru dan lingkungan yang baru menambah semangat Hanum untuk hidup bahagia.
Dika membawanya pada sebuah perumahan. Dari tempat Dika kerja kerumah Dika memakan waktu 15 menit perjalanan. Rumah itu tidak besar tapi cukup untuk keluarga kecil mereka.
Hanum memasuki rumah yang akan ditempati mereka. Terlihat sekali bahwa rumah ini tidak ada sama sekali sentuhan wanita didalamnya.
__ADS_1
"Begini kk Dika tinggal selama ini", besit Hanum dalam Hati.
"Maaf dek kalau saya membawa mu kerumah dalam keadaan seperti ini", ucap Dika seraya tersipu malu.
"Semoga bisa betah tinggal disini dengan segala keterbatasan". ungkap Dika dengan merendah.
"Ini sudah dari cukup kak, cuma saja terlihat sekali rumah ini kurang sentuhan wanita", ledek Hanum.
"apa kk ga da kekasih selama kerja disini", ledek Hanum kembali sambil tertawa kecil.
Dika hanya tersipu malu mendengar celotehan Hanum. Dan ia sangat bahagia melihat Hanum sudah bisa tertawa pada saat pertama ia menginjakkan kaki kerumah ini.
****************************************
Sudah dua bulan Hanum tinggal ditempat baru dan seperti keluarga kecil lainnya semua berjalan seperti yang diharapkan.
Rasa sedih dan luka dihati Hanum perlahan memudar hanya pada saat tertentu saja datang terlintas dipikiran Hanum.
Dika pandai mencairkan suasana sehingga membuat Hanum lupa sedikit demi sedikit kisah kelamnya.
__ADS_1
Dika suami ideal tanpa diminta ia sudah mengerti kemauan istrinya. Hanum bak tuan putri yang mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang besar dari suaminya.
Walaupun sebegitu baik nya sikap tulus yang diberikan Dika kepadanya tetapi selalu ia merasa bahwa kebahagiaan nya ini sementara.
Apalagi ketika setiap kali ia membereskan tempat tidur, Hanum selalu merasa akan ditinggalkan oleh Dika. Ia selalu berpikir akan bercerai atau berpisah hidup dengan Dika. Tapi pikiran buruk itu selalu ditepisnya jauh karena melihat besar sekali rasa sayang dan cinta itu dimata Dika.
Kemudian terlintas kembali rasa berpisah itu disebabkan dari pihak keluarga Dika yang belum bisa menerima keputusan anaknya. Akan tetapi Hanum buang kembali pikiran buruk itu karena melihat paman dan bibinya yang sekarang jadi mertuanya begitu sayang kepadanya.
***************************************
Ada perasaan yang aneh yang membuat ku merasa ia bukan belahan jiwa ku,,
Entah datang dari mana perasaan itu menghantui,,, Berusaha untuk menepis semua perasaan itu.
Kenyataan telah membuka mata ku dan menyandarkan ku bahwa perasaan itu terjadi pada kehidupan ku. Sebuah mimpi yang menjadi nyata...
To be continue,,,
Jilid ke 2 " Perjuangan Hanum "
__ADS_1