Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 144 Suami mana yang tak cemburu?


__ADS_3

Tentang sebuah rasa yang tak bisa dipaksakan, berusaha keluar dari masa lalu tapi itu tidaklah mudah semudah kata yang terucap dari bibir ini.


Walaupun tahu kini hatinya hancur melihat memang benar adanya, wanita yang dicintainya menikah dengan orang yang dulu sangat dibencinya.


Hati Galang tetap milik Hanum selamanya, mencintai dengan caranya sendiri.


"Tak ada yang berhak melarangku untuk tetap mencintai mu, biarpun dengan cara ku sendiri mencintai tanpa harus ku miliki", suara lirih Galang dengan matanya yang sendu melihat wanita pujaannya bersama lelaki lain.


"Berikan kesempatan pada ku untuk membuktikan ketulusan ku padanya ya Tuhaaan,,walau ku tahu dia telah jadi milik orang lain." Jerit hati Galang seraya berjalan meninggalkan Hanum bersama suaminya.


"Mau apa dia kemari sayang? Ucap Bram seraya menggandeng tangan Hanum untuk berlalu pergi.


"Hanya menanyakan ku apa alasan menerima mu sebagai suami ku," jawab Hanum jujur pada suami.


Bram menghentikan langkahnya kemudian berdiri dihadapan Hanum tepat di tengah jalan koridor rumah sakit tersebut.


"Trus apa jawaban mu "dengan wajah penuh penasaran dan cemburu yang sengaja ditutupinya.


"Tak ada jawaban," jawab Hanum singkat dengan menatap wajah suaminya yang masih penuh dengan tanda tanya besar dibenaknya.


Bram langsung menjatuhkan pelukan ketubuh Hanum seakan memperlihatkan kepemilikannya pada semua orang yang berlalu lalang dikoridor rumah sakit tersebut.

__ADS_1


"Aku akan buktikan bahwa layak untuk mendapatkan cinta mu sayang," bisik lembut ditelinga Hanum seraya mencium dahi istrinya itu.


Hanum tersipu malu mendengar bisikan mesrah ditelingannya, sedikit demi sedikit Bram memperkuat akar cintanya dihati Hanum.


"Lepaskan Bram, malu dilihat orang," dengan menyembunyikan rona merah diwajahnya Hanum tundukkan kepalanya.


Diangkatnya dengan lembut wajah Hanum lalu menatapnya dengan penuh cinta dimatanya seraya berkata : "Kau istri ku tak perduli dengan orang yang jelas kau milik ku yang sah."


Hanum tak mengerti apa yang dikatakan suaminya yang jelas maksudnya Bram menandakan dan menunjukkan pada semua orang rasa kepemilikanya terhadap diri Hanum.


Senyum tipis terukir diujung bibir Hanum melihat tingkah dan ucapan suaminya. Tak pernah dibayangkan sosok seperti Bram begitu jatuh hati padanya.


Wanita lain begitu sulit untuk dapat mendekatinya. Entah daya tarik apa sehingga Bram tergila-gila dengan sosok Hanum.


"Kenapa mereka begitu terpikat dengan aku dan adik ku," besit Hanum dalam hati seraya menatap dalam wajah suaminya yang masih berdiri tepat dihadapannya.


"Hey..." Apa yang kau lamunkan sayang? Ucapan Bram menghentikan selintas lamunannya.


Seketika Hanum mengajak Bram duduk dikursi panjang yang ada dikoridor rumah sakit tersebut. Mengikuti saja tangannya ditarik istrinya berjalan menuju kursi yang tak jauh dari mereka berdiri.


"Bram tidak sedang dalam bercandakan Brian mengucapkan kata-kata akan menikahi Hani? Dengan wajah serius menatap Bram.

__ADS_1


Bram mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan istrinya itu. Bram sendiri terkejut dengan keputusan sahabatnya itu.


"Sudah lama aku mengenal Brian, ia tak pernah bercanda untuk hal - hal yang serius seperti ini. Kau ingat ketika memintaku untuk memantau Hani setelah kita pindah dari kota ini ? Ucap Bram dengan serius.


Hanum mengingat kembali apa yang dulu pernah disampaikannya pada suaminya perihal adiknya yang sendiri dikota ini.


Hanum menganggukan kepala pertanda ia telah mengingatnya.


"Brian dengan senang hati menjalankan apa yang ku minta bahkan hampir setiap weekednya dia berkunjung kemari," mendengar perkataan suaminya ada suatu harapan bahwa lelaki itu tidak hanya mengasihani adiknya tetapi juga ada memiliki perasaan suka terhadap Hani.


###


Like 👍👍


Komen 📩


Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟


Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤


Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢

__ADS_1


Terima Kasih...🙏🙏


Salam Hangat Lemb@gung


__ADS_2