Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 130 Terjebak


__ADS_3

Dalam keadaan lusuh dengan langkah gontai tidak seperti biasanya Bram pulang dari kantor selarut ini. Jarum jam menunjukkan diangka dua dini hari. ia baru menginjakkan kakinya kerumah.


Hanum yang sedari tadi sengaja menunggu, matanya tak bisa terpejam karena pikirannya tertuju pada suaminya yang juga belum pulang kerumah. Diluar kebiasaan Bram yang belum pulang dalam kondisi selarut ini.


Terdengar pintu kamar terbuka perlahan dilihat suaminya berjalan dalam keadaan yang sempoyongan memasuki kamar.


Hanum bergegas berdiri lalu memapah tubuh Bram karena melihat langkah suaminya yang gontai seakan mau terjatuh.


"Bram apa yang terjadi padamu? tanya Hanum cemas melihat suaminya dalam keadaan seperti itu.


"Kepala ku pusing", dengan memegang kepalanya seraya merebahkan langsung tubuhnya diatas kasur tanpa menjawab pertanyaan yang Hanum lontarkan padanya.


Hanum megernyitkan dahinya terlihat kebingungan diwajahnya. Dengan kondisi Bram yang pulang dalam keadaan seperti orang mabuk . Dalam sekejab Bram tertidur tanpa mengganti pakaian dan melepas sepatunya.


Secara perlahan Hanum melepas sepatu yang masih dipakai Bram dan jas yang masih menempel ditubuh suaminya.


"Aneh, tak tercium bau alkohol tetapi kenapa Bram seperti orang mabuk", Hanum semakin penasaran sekaligus cemas dengan apa yang telah terjadi pada suaminya.


*****************************************


Pagi harinya Bram terbangun dalam kondisi kepala yang sangat berat dan terasa sakit.


Ia masih tak bisa mengingat apa yang sudah terjadi semalam. Bram hanya mengingat bertemu dengan klien bersama Brian lalu berbincang soal pekerjaan.


Setelah itu Brian permisi pergi sebentar lalu ia tak ingat sampai Bram tersadar telah berada disebuah kamar hotel.

__ADS_1


Bram merasa bingung, bagaimana dirinya sampai pada sebuah hotel. Tanpa pikir panjang ia langsung menelpon sopir pribadinya untuk menjemputnya.


"Aku harus menelpon Brian untuk mencari tahu ", ucap Bram dengan penasaran dan cemas.


"Bisa kau datang kerumah?, hari ini aku tak bisa kekantor", tukas Bram dengan menahan rasa berat dikepalanya.


Hanum membiarkan saja suaminya yang tertidur kembali tanpa membangunkannya.


Sekitar jam dua siang Brian mendatangi kediaman sahabat sekaligus bosnya itu.


Brian pun juga penasaran kenapa Bram tak masuk kekantor hari ini. Disambut oleh Hanum dengan senyum yang mengembang diujung bibirnya.


"Bram barusan saja bangun sekarang ada diruang kerja, mau minum apa? ucap Hanum pada sahabat sekaligus asisten pribadi suaminya.


"Baiklah, kopi saja", jawab Brian dengan membalas senyum lalu berlalu meninggalkan nyonya rumah menuju ruang kerja.


"Apa yang terjadi sehingga tak masuk kerja hari ini? tanya Brian dengan penuh penasaran dan wajah penuh dengan kebingungan.


Bram menceritakan kondisinya sepulang dari kantor semalam. Brian mengernyitkan dahinya terkejut setelah mendengar cerita Bram. Ia menyangka Bram telah pulang lebih dahulu setelah usai pembicaraan dengan klien tersebut.


"Wajar saat ku kembali lagi menemukan kau tak ada lagi disana Bram, aku pikir kau langsung pulang saat itu. Tapi tidak biasanya, kau pasti akan mengatakan kepada ku tentang kesepakatan yang diperoleh dari hasil meeting" ungkap sahabatnya Brian mencerita kronologis kejadian itu.


"Siapa yang berani ingin bermain-main dengan ku", dengan sorot mata kesal dan penuh amarah Bram meminta menyelidikinya.


"Siap aku akan mencari tahu suruhan siapa dengan sengaja menjebak mu", Brian dengan keyakinan penuh akan menemukan siapa dalang dibalik ini semua.

__ADS_1


Hanum dengan membawa secangkir jeruk hangat buat suaminya dan secangkir kopi memasuki ruang kerja Bram.


Dengan senyum yang manis dan sikap yang ramah menawarkan Brian untuk makan siang bersama dirumah ini.


"Kau tak salah pilih Bram, Hanum memang pandai memanjakan mu walaupun sudah ada asisten rumah tangga dia tetap menjalankan tugasnya sebagai istri", dengan senyum Brian memuji Hanum dihadapan sahabatnya itu.


Apa yang dikatakan sahabatnya itu tidak salah, Hanum memang istri yang sempurna dimatanya. Dengan rona bahagia Bram tersenyum dan sangat takut kehilangan istrinya.


"Rahasiakan ini darinya, aku tak ingin membuatnya cemas", wajah seriusnya meminta Brian untuk menutup mulutnya jika Hanum bertanya.


Bram mengetahui istrinya terlihat gelisah dan khawatir akan kondisi Bram yang pulang dalam keadaan semalam.


###


Like 👍👍


Komen 📩


Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟


Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤


Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢


Terima Kasih...🙏🙏

__ADS_1


Salam Hangat Lemb@gung


__ADS_2