Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 228 Program Kehamilan


__ADS_3

Hari ini Brian sengaja meminta cuti dari kantor untuk mengikuti saran dari teman sekerjanya.


"Aku cuti selama seminggu untuk memberikan semangat pada istriku, karena hari - hari selalu yang dibicarakan dirinya tentang seorang anak," ujar Brian dengan wajah tertunduk sedih.


"Wajar saja dia seperti itu, dengan masa pernikahan kalian yang berjalan lebih kurang 3 tahun namun dirinya juga belum memberikan seorang anak pada dirimu tentu dia merasa belum menjadi seorang istri yang sempurna, " ujar Bram pada sahabatnya itu.


Bram mengetahui benar bahwa sahabat sekaligus asisten pribadinya dikantor ini sedang dirundung kesedihan.


"Kau tahu...Istriku malah menyarankan ku untuk menikah dengan wanita lain, karena begitu besar keputasaan dirinya," lanjut Brian bercerita pada atasannya itu.


"Apaa! " Teriak Bram merasa tak percaya pada apa yang sedang didengarnya.


"Wanita mana yang mau dimadu!" Ungkap Bram kembali.


Brian tertunduk tergambar dengan jelas gurat kesedihan diwajah lelaki dihadapannya.


"Sekarang aku tanya! Apakah kalian punya masalah dalam segi medis diantara kalian berdua? Ceritakan padaku! " Ujar Bram dengan keseriusan dan tanda tanya besar.


Brian mengatakan cerita secara runtun dimulai dari awal sampai akhir tentang kesehatan reproduksi mereka berdua secara gamblang tanpa ada ditutupi.


"Kalau begitu saranku cobalah ikuti program kehamilan yang kau jelaskan itu, trus bawalah sekali lagi istrimu Honney month untuk yang kedua kalinya. Semoga dengan kalian refreshing membuat kalian berdua anjoy dan lebih releks dalam program kehamilan tersebut," ujar Bram dengan penuh kesungguhan.


Brian menatap dalam wajah sahabatnya itu, ada rasa simpati terlihat dimata lelaki dihadapannya. Tidak hanya sebagai sahabat, Bram juga kakak iparnya yang pasti ikut bersedih jika dirinya tak kunjung mendapatkan keturunan.


"Kau pandai mencari tempat untuk berlibur bagi pengantin baru, buktinya saja tempat Honey Month ku saja dulu, kau yang atur dan akhirnya aku bisa menghilangkan trauma istriku berkat tempat yang kau pilih untuk kami berdua," ledek Bram seraya tertawa kecil.


Mendengar celotehan sahabatnya, membuat Brian tersenyum tipis seakan hatinya sedikit terhibur dengan perkataan sahabatnya itu.


"Baiklah, setelah kami berdua menemui dokter tersebut akan ku ajak Hani sekalian untuk berlibur bersama disana, akan kuhabis waktu hanya untuk bercinta, " ungkap Brian dengan semangat membara.


Prook...


Sebuah tepukan kuat mengenai tepat dibahu Brian. Bram seakan memberikan kekuatan dan semangat pada sahabatnya itu.


"Nahh... Itu dia! Harus semangat, masak bisa kalah dengan ku... atau mau ku ajarkan trik - trik bagaimana ganasnya aku diatas ranjang," ledeknya kembali dengan tertawa dan mata menggoda.

__ADS_1


"Kau, menang kali ini! Aku akan menjadi murid yang baik untuk menjalankan setiap pelajaran yang kau ajarkan pada ku! " Sahut Brian menggoda sahabatnya tersebut.


Akhirnya mereka tertawa bersama, suasana hati Brian yang dirundung kesedihan kini mulai berangsur membaik, seakan memiliki harapan akan masa depan.


Pembicaraan yang dimulai dengan keseriusan akhirnya berujung pada topik bercinta.


***


Sepulangnya dari kantor Brian tak lupa membawa seikat bunga kesukaan istrinya. membawa sekotak chess cake untuk istrinya agar dimakan berdua nantinya.


Kreek...


Dibukanya pintu secara perlahan, Brian melihat istrinya sedang tertidur pulas.


Berjalan mendekati tempat tidur dan duduk disamping tubuh istrinya yang terlihat menggemaskan ketika tidur.


"Sayang..." Sapa Brian dengan lembut dan mesrah seraya membelai wajah istrinya.


Gadis muda itu hanya menggeliat ketika sentuhan lembut dari tangannya mendarat dipipi istrinya, membuat Brian tersenyum dan merasa semakin gemas akan tingkah gadis muda dihadapannya.


Sentuhan lembut ditelinga istrinya sehingga hembusan nafas Brian yang berat ditelinga Hani membuat dirinya terbangun dari tidurnya.


"Sayang... " sapa Hani disertai senyum yang manis membingkai wajah muda gadis tersebut.


"Kapan kau datang? Maaf aku tertidur dan tak mengetahui kehadiran dirimu, "ungkap Hani kembali dengan wajah manja.


"Baru saja! Ini... " sahut singkat Brian dengan menyodorkan seikat bunga yang sedari tadi digenggamanya dan disembunyikan dibelakang punggungnya.


Senyum kembali mengembang diwajah gadis muda tersebut. Dicobanya bangkit dari tidurnya dan menyambut bunga yang ada dihadapanya lalu mencium bunga segar yang menggoda hidungnya.


"Terima kasih sayang... " Ucap Hani seraya memeluk erat tubuh suaminya tersebut.


Brian sungguh bahagia dengan gerak refleks dari istrinya tersebut. Hani terlihat begitu menggemaskan dirinya.


"Mana balasanya..." Ungkap Brian dengan mata menggoda istrinya.

__ADS_1


Hani terdiam sejenak, dirinya mengetahui maksud dari sikap genit yang ditunjukkan dari suaminya itu.


"Baiklah..." Jawab Hani seraya mencium tepat dibibir Brian.


Brian terkejut dengan sikap manja sekaligus sikap menggoda dari istrinya. Tanpa diberi komando jiwa lelaki Brian terpancing.


Disambutnya dengan hangat sentuhan bibir istrinya dengan respon yang baik, dan mengeluarkan jurus yang baru saja didapatkanya dari sahabatnya itu.


Istrinya merespon balik setiap gerakan yang diberikan pada suaminya, dan akhirnya mereka larut dalam kenikmatan sepasang suami istri.


Setelah menghabiskan waktu bercinta dan akhirnya mereka berdua dibalut dalam satu selimut tanpa sehelai kain ditubuh mereka berdua.


Hani merebahkan kepalanya didada bidang Brian, tangn Brian membelai lembut rambut Hani.


"Sayang besok kita akan berangkat kenegara tetangga, lanjut kita akan menjalankan proses kehamilan tersebut dan aku telah meminta cuti dari kantor," ujar Brian.


"Baiklah sayang, aku akan menjalankan setiap prosesnya dengan semaksimal mungkin dan bersemangat penuh keyakinan, semoga ini bisa memberikan kita keturunan yang kita harapkan," balas Hani dengan memandang wajah suaminya tersebut.


Hani mencium kembali bibir suaminya sebagai tanda bahwa dirinya merasa bersyukur mendapatkan suami seperti dirinya. Brian memberikan respon positif terhadap sentuhan yang mendarat kembali dibibirnya tersebut.


###


πŸ˜ŠπŸ™ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:


πŸ’œBoom like sehabis bacaπŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’›Komentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya 😊


πŸ’šRate bintang ⭐5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar 🌟


πŸ’™ vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πŸ˜‰ dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.


❀Trus beri tanda hati setelah kalian membaca, biar kita tambah mesra ya Reader tercinta... 😍😍


Bergabung digroup chat Author yup πŸ“©

__ADS_1


Author tunggu ya...😊😊


__ADS_2