
Sebelum keberangkatan Brian dan Hani. Dikediaman Bram diadakan jamuan makan malam keluarga Bram dan Hanum.
Clara dengan tak tahu malu juga ikut hadir dalam jamuan makan malam bersama Laura.
Sikap sinis dan tak menyukai Hanum dan keluarga besarnya ada dikedua wajah wanita cantik itu. Tanpa rasa malu memperlihatkan hubungan kedekatan Clara dengan keluarga besar Bram.
"Isssst Siapa sih wanita itu! Celetuk Nina yang kesal dengan sikap wanita berdua itu."
Ternyata sedari tadi adik bungsunya Hanum memperhatikan sikap ketidak sukaan dari wajah dua wanita yang melihat Hanum dengan sinis dan mencibir kakaknya itu.
"Kenapa datang kemari? Kalau tak suka dengan kak Hanum! Sungut Nina dengan wajah cemberut menatap Clara dan Laura."
Hanum mendengar perkataan adik bungsunya itu seraya mendekatinya.
"Wanita yang berpakaian berwarna maroon itu namanya Laura, saudari perempuan Bram dan yang satu lagi itu temannya Laura, namanya Clara." Ucap Hanum pada adik bungsunya yang penasaran dengan kedua wanita tersebut.
"Mereka belum begitu lama mengenal, tetapi kenapa mereka sangat tidak menyukai kakak?Protes Nina pada kedua wanita yang menjengkelkan hatinya."
"Sudahlah dek ! Biarkan saja mereka..Tak perlu dilayani." Ungkap Hanum pada adik bungsunya itu sembari mengelus bahu Nina.
Nina tersenyum menatap wajah kakaknya kemudian berlalu meninggalkan Hanum.
***
Rasa penat terasa ditubuh Hanum, diselonjorkannya kaki dikursi panjang ditaman rumahnya.
__ADS_1
Teringat kembali akan perkataan adik ipar dan sahabatnya itu.
Flas Back On
"Kau tahu Clara ada parisit dirumah ku ini! Tidak hanya satu tapi sudah bergerombol mengisap darah dikeluarga ku! Laura sengaja menyindir Hanum pada saat didapur."
Laura sengaja membesarkan volume suaranya biar didengar oleh Hanum yang sedang menyiapkan makan malam untuk keluarga besar itu.
"Kau tenang saja...Aku punya obat untuk membunuh parasit pengisap darah itu ! Sahut Clara dengan lirikan mata kearah Hanum."
Mendengar jawaban dari sahabatnya itu Laura terbahak dengan keras, seakan penuh kebahagian berhasil menyindir Hanum.
"Lihat saja,... Dia lebih pantas jadi babu dirumah ini, dari pada seorang nyonya rumah! Hardik Clara dengan jelas tertuju pada Hanum."
Kembali Laura terbahak dengan keras seraya memandang wajah Hanum seakan merendahkan sekali.
Mereka berbisik dengan suara sangat pelan, Hanum tak dapat mendengar pembicaraan dua asisiten rumah tangganya itu.
Dilihat dari mimik wajah mereka berdua tidak menyukai apa yang dikatakan oleh Laura dan Clara.
Hanum tak ingin terpancing emosinya, walau terasa panas ditelingannya mendengar perkataan saudari perempuan suaminya dan sahabat dari Laura itu.
Tak ingin membuat keributan didepan orangtua dan mertuanya itu. Setelah puas menyidir Hanum mereka berdua berlalu tanpa merasa berdosa.
Flas Back Off
__ADS_1
"Apa salah ku pada mereka? Timbul pertanyaan yang tak ada jawabanya sama sekali. "
Masuk kekeluarga ini berawal dari rasa bersalahnya pada putri kecil kesanyangannya. Tak ada sedikitpun dihati untuk mencari keuntungan dari keluarga Bram yang kaya raya.
"Aakhhh." Hanum menghela nafasnya.
Tiba-tiba terdengar langkah kaki mendekatinya. Tercium aroma parfum yang khas dihidungnya.
Dua tangan telah hinggap dibahunya kemudian melakukan gerakan memijat dengan lembut bahunya yang memang terasa berat.
"Rupanya kau disini sayang....Aku mencari sedari tadi," ujar suaminya yang terus melakukan gerakan pijatan yang lembut.
"Kau jago memasak sayang...semua masakan mu habis tak tersisa, sekarang tinggal rasa penat diseluruh tubuh mu." Bram mencuil hidung istrinya.
###
Like 👍👍
Komen 📩
Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟
Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤
Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢
__ADS_1
Terima Kasih...🙏🙏
Salam Hangat Lemb@gung