
Senja menyingsingkan rona kemerahan diufuk Barat. Menuntun langkah setiap ingsan untuk kembali keperaduan. Tak ada bedanya dengan burung yang berterbangan disenja itu mengepakkan sayap menuju sangkar masing - masing.
Hanum menatap rona merah diatas langit, terbesit akan sebuah harapan kekasih hati tak berpaling ke yang lain.
Angin senja sengaja menuntun belahan jiwa, penyemangat raga kembali kedalam dekapan sang pengagum cinta.
Bik Wati membuyarkan lamunan Hanum yang sedari tadi berdiri ditaman yang terdapat didalam rumah tersebut.
"Nyah... Ada Non Laura diruang tengah sedang menunggu," ucap pengasuh putri kecilnya.
"Baiklah, terima kasih Bik. Katakan padanya untuk menunggu ku sebentar lagi," jawab Hanum dengan senyum menghiasi wajahnya.
Bik Wati berlalu dari hadapan majikannya seraya menuju keruang tengah dimana Laura menunggu Hanum.
"Non, tunggu sebentar lagi Nyonya akan menemui Non," ucap Bik wati pada Laura.
Bik wati langsung menuju kedapur Memberitahukan pada asisten rumah tangga bagian dapur untuk membuatkan minuman.
"Siapa tamu Nyonya Wati? Tanya wanita paruh baya yang lebih tua dari Bik Wati.
"Non Laura! " Ucap ketus Bik Wati yang tak menyukai wanita tersebut.
Kedua asisten rumah tangga itu bergosip ria, mereka memang tidak menyukai saudari perempuan Tuan Bram. Terlebih lagi sikap buruknya yang diberikan terhadap majikan mereka, Hanum.
"Padahal Nyonya Hanum adalah majikan yang baik ya Tik," ujar wanita paruh baya yang lebih tua darinya.
__ADS_1
"Yaaaa, tak pernah memandang kita ini dengan rendah walaupun kita sadar adalah babu dirumah ini," balas Bik wati dengan mata berkaca teringat kejadian pada masa sulit pada saat itu.
Flashback On
Pagi itu Bik Wati sedang duduk termenung sendiri dengan bulir bening telah jatuh diwajahnya. Setelah mengurus putri kecil majikannya tugas Bik Wati sebenarnya sudah kelar, karena kebagian hanya mengurus semua keperluan Nona muda rumah itu.
Ditengah lamunannya ternyata Hanum sudah memperhatikan Bik Wati dari jauh dan mengetahui bahwa wanita dihadapannya ini sedang bersedih. Bik Wati segera menyeka bulir bening yang jatuh diwajahnya dengan tangannya seakan tak ingin majikanya tahu akan kepahitan hidupnya.
"Bik... Ada apa? Kok sendirian duduk disini? Tanya hanum pada pengasuh putrinya itu mengangetkan dirinya.
"Ga ada apa - apa Nyah, "jawab Bik Wati berusaha menutupi kesedihanya.
Hanum mengetahui bahwa wanita dihadapannya sedang berbohong dan berusaha menutupi permasalahan hidupnya.
"Baiklah, kalau Bibik ga mau berbagi pada saya. Tapi yang jelas seberat apapun permasalahan yang sedang terjadi, maka sebagai umatnya kita harus tetap bertawaqal dan berusaha," ujar Hanum.
"Nyah...Suamiku sedang sakit. Sekarang ada dirumah, mau membawa kerumah sakit kami tak mampu membayarnya. Suamiku terkena tumor dibagian paha sebelah kanan," ucap Bik Wati dengan isak tangis.
Lusa harus dioperasi setelah dibawa berobat dirumah sakit tersebut. Sebenarnya pihak rumah sakit sudah tidak memperbolehkan lagi pasien pulang karena melihat dari kondisi suami saya.
"Bawa suami mu kerumah sakit," biar saya yang mengatasinya masalah dana.
Ada rona kebahagian diwajahnya yang sendu setelah memdengar suara dari majikannya, yang sebelumnya wajah Bik Wati sangat terpukul dengan keadaan yang sedang dialami suaminya.
Dia tak menyangka bahwa Hanum majikan yang sangat perduli pada asisten rumah tangganya. Bik Wati merasa sangat beruntung bejerja dirumah ini.
__ADS_1
Makannya ketika ada yang berbuat buruk pada majikanya asisten rumah tangga Hanum memberikan pembelaan pada majikannya karena mereka sudah mengenal karakter Hanum yang sangat baik dan perduli itu.
Flashback Off
"Eh...Wati! kenapa kok malah bengong? Tanya Bik Minah asisten rumah tangga bagian dapur.
Sapaan dari Bik Minah membuyarkan lamunannya pada kisah masa lalunya.
"Aku akan mengantar minuman kedepan, "ucap Bik Minah seraya berlalu dari hadapannya meninggalkan Wati.
Bik Wati melanjutkan tugasnya berlalu pergi kelantai dua menuju kamar Nona muda.
###
ππ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:
πBoom like sehabis bacaπππ
πKomentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya π
πRate bintang β5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar π
π vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πdengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.
Bergabung digroup chat Author yup π©
__ADS_1
Author tunggu ya Reader setia baik yang baru nimbrung atau yang dah berakar dihatinya Babang tamvaaan Bram dan siMbak Hanumnya ππ