Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 30 Bimbang


__ADS_3

Malam semakin larut namun pikiran Galang masih berputar atas kejadian pagi tadi. Ia tak bisa kehilangan Hanum.


" Aku sangat mencintainya dan ingin seumur hidup bersama." Jerit hati Galang.


Akankah mama bisa terima semua yang terjadi pada Hanum. Pertanyaan itu yang selalu menghantui.


Jika itu semua harus kusembunyikan dari mama maka semua rencana akan berjalan seperti semula. Tapi akan kah itu bisa selamanya tertutupi. Bukan kah akan lebih menyakitkan jika tahu aku membohongi nya.


"Aaakh...Apa yang aku harus pilih jujur atau berbohong padanya." Teriak Galang dikesunyian malam.


Malam makin beranjak menuju dini hari namun mata Galang tak jua terpejam. Belum ada satu keputusanpun yang dapat ia putuskan. Pikirannya semakin tak karuan memikirkan semua.


***


Akhirnya sampailah pada keputusan dimana siap mengambil resikonya yang bakal terjadi dari keputusan yang bakal ia pilih.


" Ada apa Galang." Tanya ibu dengan lembut.


"Jika saya sudah menceritakan semua maka saya ingin ibu merestui keputusan yang Galang buat." Ujarnya lirih.

__ADS_1


Galang menceritakan semua yang terjadi pada Hanum dengan suara yang berat. Seperti hilang dari pegangan ibu mendengar semua cerita dari putranya.


"Hanum adalah gadis yang baik kenapa nasibnya setragis itu." Besitnya dalam hati.


"Aku sangat menyukainya tapi aku tak ingin mempunyai keturunan dari lelaki sehina itu." Ungkap ibu dalam hati.


"Galang ibu akan memberikan restu untuk mu tetap menikahi Hanum tetapi ibu tak menginginkan bayi yang ada dalam kandunganya." ujar ibu dengan mata yang berkaca-kaca.


" Apa yang salah terhadap bayi itu bu? Galang akan menerima Hanum beserta anaknya," ujar Galang dengan kesungguhan.


"Keputusan ibu sudah bulat jika kau ingin menikah dengan Hanum maka gugurkan bayi itu atau tidak ada restu dari ku," ujar ibu dengan tegas.


" Apa yang harus aku katakan pada Hanum," ungkap Galang lirih.


***


Terlihat Hanum semakin terpuruk mata yang sembab akibat menagis yang terlalu lama dan tubuh yang semakin kurus serta wajah yang tak berseri terlihat jelas dimata Galang.


Rasa tak tega dihatinya untuk menambah kepedihan yang ia rasakan. Jika harus mengatakan apa yang diinginkan orang tuanya.

__ADS_1


Ia beranikan diri mendekati Hanum yang sedari tadi hanya duduk menghadap tv yang tak sama sekali ia lihat.


Pandanganya kosong dan pikiranya berlarian entah kemana. " Sayang", sapa Galang mengejutkan lamunannya.


Hanum hanya menatap dengan mata yang sayu jauh kewajah dihadapanya tanpa respon apa pun. Melihat reaksi yang diberikan membuat Galang mengurungkan niat untuk berbicara.


"Kak." sapa Hanum dengan nada lembut


"Ada apa sayang."seraya mencium dikening Hanum.


"Apakah kak Galang masih ingin menjadikanku istri?, ucapnya."


Pertanyaan Hanum membuat Galang terkejut.


"Aku tak akan menuntut untuk kakak menempati janji yang pernah kita buat. Didalam kandungan ku ada janin yang sebenarnya aku tak inginkan tetapi aku tak berhak untuk tidak melahirkannya. Ada awal kehidupan yang tak bersalah dalam hal ini dan aku tak ingin memaksa kakak untuk ikut andil dalam keputusanku", ungkap Hanum dengan getir.


Mendengar perkataan Hanum membuat hatinya terenyuh. Ada rasa sakit yang teramat dalam menusuk hatinya. Hanum wanita yang rapuh tapi masih memiliki hati yang teramat baik.


Ia bahkan mengatakan dengan tegar walaupun hatinya rapuh. Bahkan ia meyakinkan akan membesar anak itu seorang diri walaupun dengan segala rintangan.

__ADS_1


__ADS_2