
Tuan lepaskan...Sadarlah." Teriak Mayang dengan mendorong tubuh Galang sekuat tenaganya agar lepas dari dekapan lelaki dewasa tersebut.
"Aku masih muda dan tak ingin menikah cepat! Lagian kita berdua tidaklah sepadan Tuan. Kau bisa mencari wanita lain yang lebih dari gadis kampung seperti aku!" ujar Mayang.
Galang lagi - lagi tak mengubris perkataan Mayang yang masih meronta melepaskan diri dari dekapan lelaki yang telah tersulut nafsu birahinya.
Plaaaak.... Tamparan keras mengenai pipi kanan Galang.
"Sadar...Tuan!" Teriak Mayang.
Rasa panas dan sakit diwajah lelaki tersebut akibat tamparan yang melayang dari tangan gadis muda, membuatnya tersadar akan tindakan diluar kendalinya.
Galang beralih posisi, kini tubuh lelaki itu terduduk diujung tempat tidur dengan Mayang masih berbaring diatas kasur.
"Maaf..." Satu kata yang keluar dari mulut Galang.
Galang adalah lelaki dewasa, hasratnya untuk bercinta sangatlah besar serta mudah terpancing. Lelaki normal yang telah siap memiliki pasangan hidup.
"Aku serius, menikahlah denganku..." Pinta Galang kembali dengan raut wajah memohon.
Mayang melihat sorot mata lelaki yang berada tepat dihadapanya penuh ketulusan. Rasa sedih menyeruak dari dalam hatinya. Tersentuh dengan tatapan lelaki yang begitu teduh dan terlihat memelas.
"Aku ingin melanjutkan studiku, jika aku menikah harapan itu akan pupus, aku ingin memberi perubahan pada kehidupan didalam keluarga ku. Bisa bekerja dikantor setelah selesai kuliah dan memberikan apa yang tak didapat keluarga ku saat ini, yaitu hidup yang layak seperti orang lain pada umunya," ucap dari bibir gadis muda tersebut seraya meneteskan bulir bening diujung matanya.
Mendengar perkataan yang keluar dari mulut gadis muda tersebut, menyadarkan Galang akan besarnya beban yang sedang ditanggung gadis muda tersebut.
Pikiran Galang terlintas kembali peristiwa dulu pada saat dirinya bersama Bintang datang kekampung halaman Mayang.
Flashback On
"Apa benar ini daerahnya, kita tidak salahkah?" Tanya Bintang seraya menoleh kanan dan kiri jalan yang sedang mereka lalui.
Mereka berdua pergi hanya berdasarkan alamat yang didapat dari amplop berwarna coklat dikamar Mayang.
"Ya, benar. Kita akan bertanya pada salah satu warga saja setelah kita temukan perumahan penduduk, "balas Galang.
Akhirnya mereka berhenti setelah mendapatkan sebuah warung disebelah sisi kanan jalan, Bintang turun dan memberikan alamat yang mereka tuju pada pemilik warung.
"Maaf bu, mau tanya apakah jalan ini benar menuju alamat ini? " Tanya Bintang seraya menyodorkan secarik kertas berisi alamat rumah Mayang.
Galang hanya memperhatikan saja dari dalam mobilnya. Tak dapat mendengar apa yang dibicarakan sahabat sekaligus asisten pribadinya tersebut pada wanita paruh baya tersebut.
__ADS_1
Terbesit didalam hatinya setelah melihat disekelilingnya dan jalan yang telah mereka tempuh.
"Alangkah jauh sekali kau tinggal, Mayang..."
Bintang kembali masuk kedalam mobil seraya mengambil kembali alamat yang disodorkanya pada pemilik warung saat dirinya bertanya tentang alamat yang ada disecarik kertas tersebut.
"Bagaimana? Apakah jalan yang kita tempuh sudah tepat? "Tanta Galang deng raut wajah penasaran.
"Benar, tinggal 10 menit dari sini, rumah sebelah kiri dari sisi jalan ini. Ayahnya Mayang bernama Darso, " balas Bintang dengan yakin setelah cukup banyak mendapatkan informasi dari ibu pemilik warung yang disinggahinya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang dengan mata Galang yang menoleh kearah sisi kiri jalan, sesuai petunjuk yang telah didapat oleh Bintang.
Akhirnya mereka berhenti pada sebuah rumah yang sangat jauh sekali dikatakan layaknya sebuah rumah tetapi tepatnya sebuah gubuk. Beratap jerami dan berdinding bambu.
Rumah itu terlihat rame, mata Galang tertuju pada gadis yang mirip sekali dengan Mayang. gadis itu sedang bersimpuh seraya memangku seorang lelaki paruh baya yang tergeletak diatas tanah.
Semua mata sedang menontoh adegan didepan halaman rumah tersebut tanpa ada satupun dari mereka mau melerai adegan dramatis dihadapan tersebut.
"Ya... itu Mayang Bintang. Apa yang terjadi? Kenapa lelaki tua itu meraih kasar tangan Mayang, "ujar galang pada bintang.
Secepat kilat Galang turun dari mobil dan langsung menghampiri lelaki yang telah brrbuat kasar pada seorang wanita tersebut.
Flashback Off
"Aku akan memberikan dirimu ijin dan bekerja walaupun telah menjadi istriku, aku janji! Ucap sungguh Galang seraya mencium punggung tangan Mayang dengan mesra dan lembut.
Mayang menatap dalam wajah lelaki yang ada dihadapannya dengan usia terpaut lebih dari 10 tahun dengan dirinya.
"Aku tak pernah mengenal cinta, masa sekolah SMA aku habiskan bersekolah dan membantu perkerjaan orangtua. Tak pernah dibayangkan sekalipun dekat dengan seorang lelaki dan memiliki hubungan percintaan.
Walaupun diwaktu SMA banyak diantara teman dari kelasnya yang telah memiliki kekasih, tidak halnya dengan Mayang. Mayang fokus hanya bekerja menghasilkan uang tambahan setelah pulang dari sekolah.
Menik sahabatnya pernah suatu hari memberikan sebuah surat padanya. Tanpa bertanya tentang apa yang ada didalam surat tersebut, Mayang langsung merobek dan membuangnya. Dirinya tak ingin larut dalam kisah percintaan seperti teman yang lain.
"Tuan, itulah masa remajaku yang ku jalani tidak seperti gadis pada umumnya. Dengan beban hidup yang berat dikeluarga," Ungkap Mayang seraya menatap wajah lelaki dewasa dihadapannya.
Galang tersenyum seraya masih memegang erat tangan gadis muda disampingnya, kemudian dirinya tak kuasa, tiba - tiba memeluk tubuh gadis muda tersebut.
"Besok akan ku cari beberapa perguruan tinggi yang terbaik dikota ini dan kau harus menjadi salah satu mahasiswa disana," Ungkap Galang dengan membisikkan ditelinga gadis yang terpaku tanpa reaksi ketika Galang memeluk tubuh gadis tersebut.
Mayang pasrah merasakan saja dekapan dari lelaki dewasa yang terasa hangat menjalar diseluruh tubuhnya tersebut.
__ADS_1
"Ta...Tapi bagaimana Nyonya Tuan? Apakah beliau setuju dengan keputusan Tuan? Ujar Mayang dengan penuh keseriusan.
"Dia akan merestui kita, sebelumnya aku telah membahas ini pada ibu, " ungkap Galang seraya melepaskan pelukannya dan menatap dalam mata gadis muda tersebut.
Ternyata bulir bening telah membasahi paras cantik Mayang. Dengan lembut Galang menyeka bulir bening yang membasahi wajah Mayang dengan ibu jarinya.
"Sekarang tersenyumlah jangan ada derai air mata lagi, aku akan berusaha membuat mu dah keluargamu bahagia," ungkap Galang dengan senyum manisnya.
Mayang menganggukan kepalanya pertanda mengerti dengan apa yang dikatakan Galang.
Galang kembali mencium bibir merah Mayang secara tiba - tiba. Degup jantung Mayang berdetak lebih kencang kembali dan merasakan sentuhan yang hangat dibibirnya.
Tak ada respon perlawanan darinya Mayang, dirinya hanya merasakan saja permainan dari bibir Galang seraya bergumam dihatinya "Bibir ku sudah tak perawan lagi."
Setelah hasratnya terpenuhi, Galang menatap kembali lalu mengulangi katanya kembali dihadapan gadis muda yang masih terpaku setelah mendapatkan sentuhan mesra dari bibirnya.
"Menikahlah denganku, karena hatiku telah terpaut padamu," Ujar galang dengan penuh keseriusan.
"Tuan, kau telah menciumku dua kali, bibirku sudah tak perawan lagi, celoteh Mayang polos yang membuat Galang tertawa terbahak.
"Ha... Ha...Ha...Itu belum seberapa, setelah kau menjadi istriku aku akan mengambil satu hal yang berharga dari mu!" Ledek gala1ng kembali.
Galang mengusal puncak kepala gadis muda yang polos tersebut, lalu berkata: "Dua ciuman tak membuat dirimu hamil kan? Aku bahagia ternyata bibirmu belum pernah disentuh oleh lelaki selain diriku."
Mayang tersipu malu mendengar perkataan lelaki dewasa dihadapanya seraya begumam dihatinya. "Apakah aku akan jatuh hati pada lelaki ini?"
Galang yakin akan keputusannya yang diambilnya, tentang sebuah rasa yang ada didalam hatinya. Mengalir mengikuti saja apa yang ada didalam relung hatinya yang rapuh dan rindu akan sebuah cinta dari belahan jiwanya.
###
ππ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:
πBoom like sehabis bacaπππ
πKomentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya π
πRate bintang β5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar π
π vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya π dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.
β€Trus beri tanda hati setelah kalian membaca, biar kita tambah mesra ya Reader tercinta... ππ
__ADS_1
Bergabung digroup chat Author yup π©
Author tunggu ya...ππ