Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 68 Terkejut


__ADS_3

Bram terbangun ketika terasa kepalanya disentuh lembut oleh seseorang. Bram mengangkat kepalanya dan terkejut melihat tangan Hanum yang membelai kepalanya.


Tak kalah terkejutnya Hanum bahwa laki-laki yang ada disampingnya adalah Bram. Mereka berdua saling berpandangan. Bram dengan refleks memeluk Hanum karena begitu gembira dan bahagia melihat Hanum telah sadar.


"Syukurlah kamu sudah sadar", ucap Bram sembari masih memeluk tubuh Hanum.


"Mana ibu? kenapa kamu ada disini" , tanya Hanum penasaran dan tak percaya bahwa Bram berada disamping nya.


Bram menceritakan kedatanganya tapi tidak memberitahu bahwa ia mendonorkan darahnya untuk Hanum.


" Mana bayi ku? apakah kau kemari untuk mengambilnya dari ku?, ucap Hanum dengan sorot mata cemas.


"Mengapa kau selalu salah mengartikan sikap tulus ku? tidak ada niat dihatiku untuk memisahkannya dari mu", jawab Bram dengan gurat wajah sedih.


Wajah Hanum berubah mendengar perkataan Bram. Berarti selama ini ia salah menilai seorang lelaki dihadapannya itu.


"Maaf" , ucap Hanum singkat dengan sorot mata bersalah.


Terdengar suara ketukan dipintu, terlihat suster yang datang untuk memeriksa Hanum.

__ADS_1


"Apakah sudah lama ibu siuman pak? , tanya suster.


Bram memberitahu pada suster bahwa Hanum baru saja sadar. setelah selesai mengecek pasiennya suster itu berkata:


"saya akan bawa bayi nyonya kemari untuk disusui", ucap suster itu lalu berlalu dari mereka berdua.


Bram begitu penasaran ada senyum yang mengembang dibibirnya. Rona kebahagian terpancar jelas diparasnya yang tampan.


Rasa gelisah dan kecemasan berlalu seketika ia mendengar akan bertemu bayinya. Tak bisa diungkapkan perasaanya saat ini.


Pintu terdengar diketuk kembali dan terlihat suster yang tadi mengecek Hanum sedang menggendong seorang bayi.


Bram tatap bayi mungil yang ada digendongannya. Senyum Bram mengembang diwajah.


"selamat ya pak, atas kelahiran putri kecilnya",ucap suster dengan tersenyum seraya permisi untuk kembali bertugas.


Ternyata seorang putri yang dilahirkan Hanum. Bram merasa sangat bahagia bahwa darah dagingnya adalah seorang putri yang sangat cantik.


Bram melihat bulu mata yang lentik dan warna bola mata biru serta hidung mancung bayi mungil itu. Ada rona bahagia melihat mata dan hidung bayi tersebut adalah duplikat dari dirinya.

__ADS_1


"Putri kecilku sayang, kau cantik seperti ibu mu", ucap Bram dengan mata bersinar bahagia seraya menatap wajah Hanum.


Bram mencium lembut putrinya berulang- ulang kali. Rasa masih tak percaya bahwa ia telah memiliki putri cantik yang sekarang dalam dekapan.


Hanum memperhatikan tingkah laku Bram, ia tersenyum melihat semua itu. terbesit dalam hati Hanum bahwa "Bram benar menyayangi putrinya terlihat dari sorot mata dan sentuhan nya pada putri kecilnya itu"


Seketika Bram membuyarkan lamunan Hanum.


"Mau diberi nama apa pada putri kecilku ini?, tanya Bram dengan mata penuh penasaran.


"Fairuz, akan ku beri nama putri kecilku itu", jawab Hanum.


Senyum kembali tak lepas dari wajah Bram. Tak ada penolakan dari Bram terhadap nama putrinya itu.


"Fairuz artinya permata hatiku yang akan menjadi pelipur lara ku dan penyemangat jiwa ku, ungkap Hanum dengan wajah berseri dan sorot mata penuh harapan terpancar jelas diwajahnya.


"Pas sekali melihat bola matanya yang berwarna biru bersinar seperti sebuah permata yang sangat anggun dan indah sekali", ucap Bram yng tak lepas pandangan dari bayi mungil itu.


"Baiklah Fairuz sayang, ibu mu juga ingin melihat paras cantik mu dan bola mata indah mu" ungkap Bram seraya menyerahkan putri nya kepangkuan Hanum.

__ADS_1


__ADS_2