
Satu persatu keluarga inti Hanum datang baik disebelah ibu maupun ayah. Tak terlupakan sahabat Hanum. Dina bersama keluarga nya turut hadir di pernikahan Hanum.
Ada rasa bahagia bercampur sedih dimata Hanum. Hanya keluarga Hanum, Keluarga Dina dan Galang serta Dika yang mengetahui alasan pernikahan ini dibuat sesederhana mungkin bahkan tanpa mengundang banyak orang.
Dina mengetuk pintu kamar sahabatnya itu.
Melihat Hanum sedang berdiri termenung didekat jendela kamarnya.
"*Eeit yang bentar lagi bakal menjadi nyonya Galang Hadi Kusuma termenung*?. Ledek Dina seraya mencubit bahu ku.
"uush sakit Din". ucap Hanum sembari membalas cubitan Dina tepat dipipinya.
Dina tahu persis perasaan sahabatnya. Ia lalu memeluk sahabatnya itu dengan erat. Ada bulir bening jatuh diujung mata Dina. Begitu berat cobaan yang dihadapi sahabatnya itu.
"Kau berhak bahagia Hanum, jangan pikirkan yang lain. Semua yang terjadi pada dirimu akan ada rahasia yang indah untuk mu asal kau sabar menjalankanya. Aku hanya bisa berkata tapi jika aku sendiri yang mengalami ini mungkin tak setegar dirimu sahabatku" ungkap Dina.
__ADS_1
Mereka berdua mempererat pelukan dan saling menagis karena terbawa perasaan masing-masing. Pelukan Dina memberi kekuatan pada Hanum.
Dika melihat adegan itu dimatanya. Syukur lah Hanum memiliki sahabat yang sangat perduli pada nya disaat ia tidak ada disisi Hanum.
Dika emang pandai mencairkan suasana yang tegang menjadi lebih santai.
"Hy para gadis apakah kalian hanya menghabiskan waktu kalian berdua tanpa berbaginya dengan ku". sapa Dika membuat mereka berhenti dalam kesedihan.
"Siapa yang gadis, kakak ga lihat apa? aku sebentar lagi bakal menjadi seorang ibu tahu", ucap Hanum dengan mimik wajah manja sambil bergelayut dilengan Dika.
Dina hanya tersipu malu ketika Hanum berkata jomlo. Ia memang susah mendapatkan pria karena seleranya yang tinggi. Banyak pria yang mendekat tapi semua harus tertunduk lesu mendapatkan penolakan dari nya.
"Kenalkan ini sepupuku namnya Dika". ucap Hanum sambil mengajak Dika berjalan kearah Dina.
Dika dan Dina asik mengobrol ternyata mereka berdua cepat akrab. Percakapan mereka berdua seperti tak habisnya. Rupanya mereka cocok dalam menentukan topik cerita sehingga terlihat menyambung obrolan mereka berdua.
__ADS_1
****************************************
Hanum pergi meninggalkan Dika dan Dina yang sedang asik mengobrol. Ia pergi menuju ruang keluarga.
Terlihat ayah juga asik bercerita dengan keluarga sebelah ayah dan pak Hadi ayah Dina. Ada kerinduan di mata mereka semua karena jarang sekali berkumpul bersama disebabkan kesibukan masing-masing.
Begitu juga dengan ibu yang dengan sibuknya menyiapkan segala sesuatu untuk acara besok pagi.
Akad nikah akan berlangsung besok pagi jam delapan tepat. Semua sudah disiapkan oleh ayah dan ibu agar berjalan dengan lancar dan tidak ada yang tertinggal sedikit pun.
Hanum berjalan menuju saung disamping rumah. Rupanya sudah berkumpul dua adiknya bersama sepupu perempuan dari sebelah ibu. Mereka terlihat asik bercengkerama dan sekali-kali tertawa lepas.
Hanum tersenyum mendengar mereka yang saling ledek perihal cowok gebetannya. Hanum menghampiri gadis-gadis belia itu seraya meledek mereka semua dengan berkata: "Ayo siapa yang bisa menandingi ketampanan calon kk, tunjukan photo gebetan kalian itu kepada ku! . ujar Hanum dengan nada sombong.
"Mana lah tahu calon kk itu tampan atau tidak, besok pagi baru bisa bertemu". ujar salah satu adik sepupu Hanum.
__ADS_1
Akhirnya semuanya tertawa lepas serasa tak ada beban hidup bagi mereka. Berbeda dengan diriku yang masih merasakan beban hidup yang teramat berat.