
Pagi itu Galang tidak pergi kekantor, ia bersiap-siap akan menjemput Hanum. Wajahnya yang berseri dan senyum manis pun keluar dari ujung bibirnya.
Hanum aku tak akan membiarkan mu bersedih. Rasa yang aku rasakan ini hanya untuk mu.Tak perduli apa yang telah terjadi pada mu. Malam ini aku akan melamar mu didepan orang tua mu.
Dering telpon terdengar dan terlihat nama Galang dipanggilan. Hanum bimbang untuk mengangkat panggilan tersebut.
Ia masih teringat perkataan mamanya. Panggilan kedua kali nya berbunyi masih tertera dengan nama yang sama terhadap panggilan sebelumnya.
Hanum tak tega segera ia angkat pada panggilan kedua. ia tak ingin membuat Galang kecewa.
"Assalamualaikum sayang, bersiap ya bentar lagi kk akan menjemput mu. Berdandan yang manis dan cantik ya", ucap Galang sembari menutup telponnya tanpa membiarkan Hanum berbicara.
Terdengar mimpi bagi Hanum mendapatkan telpon dari Galang mengajaknya keluar rumah.
" Kak ditunggu kak Galang tuh diluar katanya aku harus memastikan kk berdandan yang cantik", ledek Nina.
" Apa ia sudah sampai?, jawab Hanum terkejut.
__ADS_1
" Iya udah didepan, seperti biasa kak Galang emang keren habis pokoknya perfect", ungkap Nina seraya menghayal.
****************************************
Mobil melaju kencang dan berhenti pada sebuah toko perhiasan. Buat apa kak Galang mengajak ku kesini, besit Hanum dalam hati.
"Selamat datang tuan, ada yang bisa dibantu?, tanya penjaga toko.
Galang menatap wajah Hanum seraya berkata: "Pilihlah mana yang kamu suka seraya menggenggam tangan Hanum".
Mata Hanum tertuju pada sebuah cincin bermata satu yang sangat berkilau dengan desain sederhana tapi terlihat anggun dan mewah. Terlihat istimewa karena bentuknya berbeda dengan yang lainnya.
"Bagaimana dengan yang ini? desain eklusive terbaru dari toko kami hanya ada dua pasang karena kami sengaja membuatnya terbatas", ucapnya penjaga toko seraya memberikan pada Hanum.
Mata Hanum terlihat sangat terpesona dengan cincin yang diperlihatkan itu. Terlihat deretan permata menghiasi dibagian atas cincin. Cahayanya sangat berkilau dimata dari pantulan batu permata yang terpatri dicincin tersebut.
"Nona suka?, tanya penjaga toko karena melihat mata Hanum yang tak berkedip memandang pada cincin yang ia berikan.
__ADS_1
"Ini berapa?, tanya Hanum
Mendengar jawaban dari penjaga toko Hanum terkejut. Ia urungkan niat untuk sebuah cincin yang seharga sebuah rumah menurutnya.
Galang yang sedari tadi hanya memperhatikan kekasihnya itu langsung berkata: " Sayang kalau kamu suka cincin tersebut ambillah", ucap nya
" Tidak perlu saya pilih yang lain saja", jawab Hanum.
Pribadi Hanum yang sederhana salah satu daya tarik bagi dirinya. Semenjak pertama kenal Hanum tidak pernah memanfaatkan keadaannya sebagai kekasih untuk meminta yang berlebihan.
Padahal Hanum tahu benar bahwa Galang bisa memenuhi apapun yang ia pinta dalam bentuk materi dan kemewahan.
"Baiklah mbak, calon istri saya suka yang itu", ucap Galang membuat Hanum terkejut seraya menatap wajah Galang dengan bola matanya yang indah.
"Baik tuan akan saya persiapkan", jawab penjaga toko.
Setelah dari toko perhiasan Galang mengajak kesebuah butik pakaian yang biasa ibunya beli.
__ADS_1
"Kenapa kita kesini? tanya Hanum.
" Saya ingin kamu terlihat sangat cantik pada hari pernikahan kita. Pilihlah baju yang kamu suka sayang", jawab Galang seraya mencium kening Hanum dengan lembut.