Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 225 Berjalan dikampung


__ADS_3

Sebuah cincin telah terpasang dijari manis Mayang, rona kebahagian terlihat dari wajah gadis muda tersebut. Seraya memandang batu biru yang diikat dengan emas putih, kini telah melekat dijari manisnya. Terlihat berkilau karena pancaran yang dikeluarkan dari batu biru tersebut.


"Sayang, ajak aku berkeliling kampung!" Ujar Galang yang datang secara tiba - tiba mengagetkan Mayang yang tengah asik duduk dipinggir kolam seraya memandang cincin yang melingkar dijari manisnya.


"Mau kemana? Paling disini yang ada hutan dan sungai yang mengalir tak jauh dari belakang rumah ini," balas Mayang seraya tersenyum manis.


"Ga apa - apa itu yang ingin ku lihat, Back to nature itu yang ingin ku lihat didaerah mu ini," ujarnya kembali seraya menyambar tangan Mayang yang tengah asik duduk dipinggir kolam.


Mayang hanya mengikuti saja gerakan langkahnya Galang yang seolah - olah tahu tempat yang akan dia tuju.


"Kak... Tunggu sebentar, pelan - pelan saja ga perlu terburu - buru, sungainya tak jauh dari rumah ini." Ungkap Mayang dengan senyum menghiasi wajah cantiknya.


"Baiklah sayaaaang, untuk hari ini kau akan menjadi Tour Guide nya ya... " Ledek Galang seraya menghentikan langkahnya.


Mayang kembali tersenyum melihat lelaki dewasa tersebut yang tak sabar berjalan menuju tempat yang dimaksudnya dan sengaja meledeknya seraya memandang dengan mata genitnya.


Ditengah perjalanan kesungai mereka terhenti dengan indahnya tumbuhan yang ada dikanan dan kiri menuju sungai tersebut.


Sungguh indah dan mempesona bagi mata yang memandangnya. Ditambah dengan kicauan burung di pagi hari menambah damainya dihati.


Warna hijau dari tanaman liar yang tumbuh dipinggiran jalan setapak itu membuat kesejukan disetiap mata yang menatapnya serta udara yang sejuk terasa menyapu kulit mereka berdua.


"Sayang coba lihat...Ini kalau dikota pasti laku keras tanaman ini..." Ujar Mayang yang menarik tangan lelaki itu untuk mengikuti langkah kakinya.

__ADS_1


"Mana," tanya Galang dengan menoleh kanan dan kiri jalan yang mereka tuju.


Akhirnya mereka menikmati tanaman yang indah disepanjang jalan menuju sungai.


"Sayang... Coba lihat tanaman ini seperti simbol hati dengan warna yang berbeda pada satu helai daunnya.


"Ya...Benar, sangat cantik ya," sahut Mayang kembali.


Seperti layaknya hati yang selalu berwarna ketika cinta hadir didalam jiwa sepasang kekasih.



Mayang tersipu malu setelah Galang berkata "Hatimu... Dan separuh lagi hati ku. Dibingkai dengan rasa sayang dan cinta, seperti sehelai daun ini yang memiliki dua warna."



"Baiklah ayo kita lanjutkan... " Ujar Galang seraya berdiri dan meraih tangan Mayang untuk menyusuri kembali jalan setapak menuju sungai.


"Wow... Indahnya! Teriak Galang setibanya dipinggir sungai.


Air sungai mengalir dengan derasnya, terdapat bebatuan besar dipinggir sungai. Airnya jernih, sehingga terlihat dari atas dasar sungai tersebut.


__ADS_1


Biasanya para penduduk menggunakan air sungai untuk keperluan keseharian mereka. Terdapat tiga orang anak laki - laki yang sedang asik bermain disungai.



"Sungguh damai mereka," ujar Galang tak terpikir gadget yang menghantui mereka seperti anak - anak kota yang tak lepas dari genggaman tangan mereka.


Sebuah kesederhanaan tergambar dengan jelas melalui canda dan tawa riang mereka.


###


πŸ˜ŠπŸ™ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:


πŸ’œBoom like sehabis bacaπŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’›Komentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya 😊


πŸ’šRate bintang ⭐5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar 🌟


πŸ’™ vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πŸ˜‰ dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.


❀Trus beri tanda hati setelah kalian membaca, biar kita tambah mesra ya Reader tercinta... 😍😍


Bergabung digroup chat Author yup πŸ“©

__ADS_1


Author tunggu ya...😊😊


__ADS_2