
Hanum terlihat lebih segar dari di raut wajahnya. Kehadiran Dika membawa hal yang positif bagi perkembangan Hanum pasca peritiwa itu.
Kehadiran lelaki itu membuat Hanum terhibur disetiap perkataan Dika. Canda tawa dari ucapan Dika yang meringankan sedikit beban seakan membelegu dihati dan pikiran wanita yang terpuruk itu.
Setiap hari Dika memberi semangat pada Hanum sedikit demi sedikit mengukir kembali senyum diujung bibirnya.
Hanum melamun memikirkan lelaki yang sangat dicintainya. Sudah lama tak menemuinya. Akhir-akhir ini Galang jarang menelpon dan berkunjung kerumah.
"Kemungkinan intensitas kerjanya yang padat sehingga tak ada waktu untuk bertemu dan mengsuport Hanum." Membuang gundah gulana yang dirasakan Hanum.
Hanum harus bisa menerima jika Galang dengan sendirinya menjauh dari dirinya. Tak bisa menuntut berlebih terhadap lelaki itu. Walaupun dihati terasa pedih dan teriris pilu bila harus merelakan Galang berpaling kelain hati.
Akhir-akhir ini Hanum sering merasa pusing setiap berdiri lama. Hari ini pun juga setelah lama dia berdiri termenung didepan jendela kamar.
"Apa karena akhir ini nafsu makannya yang berkurang sehingga menyebabkan sakit kepala." Besit dalam hati atas apa yang sedang dialaminya.
"Ada apa Hanum?, tanya ibu khawatir melihat ia terduduk memegang kepalanya."
"Ga tahu bu, akhir ini kepala ku sering sakit," jawabnya sambil merintih masih memegang kepalanya.
__ADS_1
"Ini akibat kamu tak makan dengan teratur, lihat saja dirimu semakin kurus," ujar ibu.
"Kak Hanum, ada yang mau bertemu," ucap Nani dengan mata manisnya menatap Hanum.
"Dika memang selalu ada disamping Hanum. Paling dia yang sudah datang berkunjung pagi-pagi ini," besit Hanum dalam hati.
Tanpa kehadiran Dika membuat Hanum sering termenung sendiri.
" Minta aja segera masuk kemarii dek," perintah Hanum.
"Baiklah kakak ku sayang,,,,, jawab Nina meledek Hanum"
Ibu segera keluar untuk membuat minuman hangat agar hilang rasa pusing dikepala Hanum. Ternyata bukan Dika yang datang berkunjung tetapi Galang.
"Ssut", Galang mengisyarat agar kehadirannya tidak diketahuinya dengan Hanum seraya menempelkan jari telunjuk kebibirnya.
Hanum mendengar suara langkah kaki mendekatinya lalu duduk disamping dan langsung membelai lembut kepalanya. Sontak Hanum mencium parfum yang dikenalkan dari seseorang yang duduk disampingnya seketika ia membuka matanya lalu terlihat kaget.
"Kak Galang." Sapanya dengan sorot mata penuh kerinduan.
__ADS_1
Galang langsung memeluk Hanum dengan erat ada kerinduan yang sama dirasakan lelaki itu. Ada bulir bening menetes di pipi Hanum. Kemudian Galang dengan lembut mengusap air mata yang membasahi wajah Hanum dengan tangannya.
"Maaf.....Baru bisa datang sayang !, kamu pasti berpikir aku lupa pada mu?, ucap Galang sembari mengecup lembut kening Hanum."
Ada rona merah yang terlihat diwajah Hanum yang telah lama menghilang. Kegelisahan yang telintas dihati seketika menghilang demgan kehadiran Galang.
"Ini ku bawa sesuatu yang kamu suka, Nina bilang kamu akhir ini ga nafsu makan," ucap Galang sambil menunjukkan sekotak kue kesukaan Hanum.
" Terima kasih sayang." Ucap nya seraya mengenggam tangan Galang demgan erat.
Adegan mesra sepasang kekasih itu terlihat dengan Dika yang sedari tadi berdiri didepan pintu. Kehadiran Dika tak disadari mereka berdua. Ada perasaan senang dihati melihat kebahagian yang terpancar dimata adik kesayanganya.
" Uweek.......Tiba-tiba Hanum merasa mual memakan kue yang dibawa Galang."
Dengan spontan Dika mendekati Hanum sehingga mereka berdua saling menatap kedatangan Dika dengan tiba-tiba.
"Kenapa dek apa yang kamu rasakan?, ucap refleks Dika bertanya sehingga membuat Galang terdiam melihat respon yng diberikan lelaki yang belum dikenalnya.
****************************************
__ADS_1
Baiklah Reader, silahkan beri pendapat apa yang sedang terjadi pada Hanum? akan kah menambah berat penderitaan nya. Tetap mengikuti cerita ini ya.. jangan lupa berikan jempol termanisnya ๐๐Terima kasih ๐
Vote sebanyak banyaknya yaaa dan rate bintang 5