Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 209 Bram Excited


__ADS_3

Pagi itu semerbak aroma masakan membuat Hanum mengeluarkan semua isi didalam perutnya, makanan yang diantar oleh Bik Minah tak membuat selera makannya berubah.


Walau telah memasuki kehamilan tri semester kedua Hanum masih merasakan mual jika mencium aroma yang terlalu menyengat dihidungnya.


Tubuhnya semakin kurus karena memang selera makannya turun draktis. Kehamilan kedua ini berbeda dengan kehamilan pertamanya.


Pada saat hamil pertama Hanum tak merasakan yang namanya tak selera makan, semua lahap dimakan tak ada pantangan apapun. Semua dapat masuk kedalam perut tanpa ada yang dikeluarkannya kembali.


Bram semakin cemas dengan kondisi istrinya yang tak mau makan, makananpun hanya sedikit yang masuk kedalam perut Hanum.


Dokter Rini menyarankan agar Hanum dirawat, sehingga ada cairan infus yang masuk ketubuhnya agar tak semakin melemah.


Bram menyulap sebuah ruangan yaitu kamar tamu menjadi rawat inap bagi Hanum yang terletak dilantai dasar. Seorang petugas kesehatan juga stand by memantau perkembangan selama 24 jam.


"Sayaang" ntar pulang kantor, mau dibelikan apa? Tanya suaminya dengan penuh lembut dan kasih sayang.


Emmm...


"Aku ingin, kue putu," ucapnya spontan pada suaminya.


"Bram mengernyitkan dahinya, pertanda ia tak mengerti dengan kue tersebut. Hanum memang mengerjainya, manalah ada disupermarket atau ditempat makan moderen untuk kue tersebut" ucap Bram dengan wajah binggung harus mencarinya kemana.


Dipencetnya bel yang tersambung dengan notulan diperusahaan tersebut. Bram menanyakan sesuatu pada wanita yang sekarang telah berdiri dihadapannya.


Wanita dihadapannya menjadi bingung, kenapa atasannya menanyakan persoalan yang berbeda dari pekerjaaan kantor.


"Kau tak tahu juga kan jualnya dimana?" Tebak Bram pada wanita yang masih terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Oh tidak Tuan, saya tahu kue tradisional itu. Tuan bisa menemukan dipasar tradisional juga, " ucap wanita dihadapannya membela diri.


Bram merasa senang, dan tersenyum menatap wanita yang barusan berbicara dihadapannya.

__ADS_1


"Oh begitu...Baiklah nanti kusuruh sopir untuk mencarinya," balas atasan wanita itu dengan senyum masih menghiasi wajahnya.


Wanita itu kembali pada posisinya, dan berlalu pamit dari hadapan Bram.


"Apa yang terjadi pada atasannya ini, setiap hari ada saja yang ditanyakan pada ku," batin wanita itu seraya memasang wajah penasaran.


Brian memasuki ruangannya dan memberikan laporan dari hasil rapat yang tiba - tiba ditinggalkan olehnya kemarin.


Bram sangat beruntung mendapatkan sahabat sekaligus asisten yang cekatan dan tanpa diperintah dia sudah tahu kerjanya.


"Bagaimana kabar terbaru dari kakak iparku?" Ledek Brian pada Bram.


Bram menanggapi serius ledekan Brian. Semenjak Hanum hamil anaknya yang ketiga ini, Bram sedikit lebai dan excited setiap mendapatkan permintaan dari istrinya.


Brian tertawa melihat wajah Bram yang sedang bingung atas segala macam permintaan wanita yang sedang hamil.


"Kau jangan meledek ku terus, kau juga akan merasakan hal yang sama dengan ku nantinya, " ucap Bram pada sahabatnya sekaligus adik iparnya.


Brian masih tertawa kecil, rasa lucu masih terasa dihatinya.


Hanum masih tak menyentuh makanan yang ada dihadapannya, petugas kesehatan yang sengaja menjaganya bingung apalagi yang harus dilakukannya agar nyonya muda tersebut mau memakan menu yang tersedia diatas meja.


Pintu kamar tiba - tiba terbuka, masuk sosok lelaki yang setiap hari ditunggu oleh Hanum. Dengan manja Hanum telah bergelayut dipinggang lelaki berpostur tinggi yang telah berada disamping tempat tidurnya.


"Coba lihat kue yang kau pesan, telah ku dapatkan," ujar Bram seraya menunjukkan bungkusan yang ada ditangannya.


Hanum tersenyum lebar, melihat kue yang pagi tadi dipesannya. Bram menyuapkan kue tersebut seperti seorang anak kecil, Hanum memakan kue putu tersebut dengan lahap, suapan dari tangan suaminya. Cukup banyak Hanum memakan kue yang diinginkannya dan tak ada reaksi bahwa dirinya akan memuntahkan kembali.


"Bagaimana? Kau suka sayang? Tanya Bram dengan wajah tersenyum bahagia.


Hanum menganggukan kepala seraya masih mengunyah kue yang ada didalam mulutnya.

__ADS_1


"Sekarang makan ini ya..." Ucap Bram dengan menunjuk nasi dihadapannya.


Hanum menganggukan kepala pertanda setuju pada perkataan suaminya. Sepiring nasi telah habis oleh Hanum.


Bram dengan sabar membujuk istrinya agar memakan makanan yang telah disiapkannya. Kini beralih dengan buah yang juga sudah disiapkan oleh asisten rumah tangganya.


Bram mengupas buah Plam kesukaan Hanum, masih dengan menyuapkan buah tersebut kemulut istrinya. Hanum mengambil sepotong buah tersebut lalu meminta Bram untuk membuka mulutnya agar merasakan manisnya buah itu.


"Terima kasih sayang... " Ucap Bram seraya mencium pipi istrinya.


Petugas kesehatan yang berada diruang tersebut tersenyum, melihat adegan romantis sepasang suami istri itu, dirinya menjadi iri.


"Suaminya tak pernah memperlakukan dirinya selembut Tuan Bram," batin petugas tersebut.


"Baiklah sayang... Saya naik keatas untuk mandi dan mengganti pakaian, setelah itu akan kembali kemari, " ucap Bram dengan menyentuh lembut bibir istrinya.


"Kembali kemari secepatnya ya sayang..." Balas Hanum dengan manja.


Bram tersenyum dan memberikan isyarat kepada istrinya untuk memenuhi permintaan Hanum.


###


๐Ÿ˜Š๐Ÿ™ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:


๐Ÿ’œBoom like sehabis baca๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘


๐Ÿ’›Komentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya ๐Ÿ˜Š


๐Ÿ’šRate bintang โญ5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar ๐ŸŒŸ


๐Ÿ’™vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya ๐Ÿ˜‰dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.

__ADS_1


๐Ÿ’•Bergabung digroup chat Author yup ๐Ÿ“ฉ


Author tunggu ya Reader setia baik yang baru nimbrung atau yang dah berakar dihatinya Babang tamvaaan Bram dan siMbak Hanumnya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜Ž


__ADS_2