Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 195 Siaga 24 Jam


__ADS_3

Dua hari Hanum dirawat untuk memulihkan kembali staminanya. Bram dengan segala usahanya untuk menjaga istrinya selama dua hari dirumah sakit tersebut.


Putri kecilnya ikut merasakan kesedihan, khawatir kalau bundanya tak jadi memberikan dia seorang adik bayi.


"Bunda cepat sembuh ya... Biar dedek bayi juga sehat," ucap polos putri kecilnya yang juga setia menemani hari - hari menjaganya dirumah sakit.


Brian telah menyelesaikan semua administrasi, Hanum tinggal keluar dari rumah sakit.


Pak sopir telah menunggu dilobi rumah sakit, Bram memapah tubuh istrinya untuk menaiki kursi roda lalu membuka sebuah lift agar membawa mereka kelantai dasar dari rumah sakit tersebut.


Melihat Hanum sudah berkeringat menuju lobi, Bram langsung menggendong tubuh istrinya.


Semua orang melihat perbuatan Bram pada istrinya. Wajah Bram yang tak asing bagi mereka. Seorang pengusaha terkenal pemilik perusahan terbesar dinegeri ini.


Begitu so sweetnya memperlakukan istrinya didepan umum. Semua mata wanita tertuju pada Hanum, merasakan iri pada Hanum atas perlakuan yang didapatnya dari sosok seperti Bram.


Pintu mobil segera dibuka oleh Pak sopir, Bram membawa tubuh Hanum dengan perlahan lalu mengendong sampai Hanum duduk dengan nyaman dijok belakang mobil.


Semua mata takjub atas adegan romantis yang diperlihatkan oleh lelaki tampan yang terkenal dan idaman setiap wanita tersebut.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, meninggalkan rumah sakit tersebut.

__ADS_1


Kedua orang tua Bram telah menunggu menantunya dan memberikan sebuah pesta kecil akan kesembuhannya.


"Selamat kembali kerumah sayang... "Ucap mama seraya memeluk dan mencium menantu kesayangannya.


Papa Brampun tak kalah bahagianya karena akan mendapatkan cucu dari putra kebanggaanya. Berharap menantunya akan melahirkan seorang cucu laki - laki sebagai pewaris kekayaan dari Atmajha Group.


"Kau harus benar - benar intens menjaga Hanum, Bram..." Ujar Papa dengan senyum menghiasi wajahnya dan menepuk lembut pundak putranya.


Bram menganggukkan kepalanya pertanda bahwa apa yang dikatakan oleh kedua orangtuanya adalah benar.


Buked bunga mawar merah ditangan putri kecilnya sebagai ungkapan rasa sayang putri kecilnya atas kepulangan Hanum kerumah.


Rasa haru tak kuasa menyeruak diwajahnya Hanum, bahwa dirinya dikelilingi oleh orang - orang yang sangat menyayanginya.


Bik Minah telah menyiapkan makanan kesukaanya yaitu sayur asem plus teman - temannya dan tak kalah penting sambel terasi super pedas buatan bik Minah.


Lidah Hanum masih ndeso walau dirumah tersebut masakan Chiness dan Westerns bisa disugukan oleh asisten rumah tangganya.


Keluarga besar Bram menginap malam ini dirumah Hanum, mereka merasa tak mau menghilangkan moment bahagia akan hadirnya salah satu anggota Atmajha.


***

__ADS_1


Hanum mengelus betisnya yang terasa nyeri dan terasa kaku, karena berdiri cukup lama pada pesta kejutan yang diadakan keluarga Bram.


Melihat istrinya mengelus betisnya dengan sigap Bram mendekati seraya berkata "Apakah mau aku oleskan dengan minyak herbal biar hilang rasa nyerinya? Bram meraih minyak herbal diatas meja yang biasa gunakan jika lehernya terasa kaku dan pegal.


Ada aroma sirih dan menimbulkan rasa hangat ketika dioleskan kebagian tubuh yang terasa nyeri.


Dengan lembut Bram mengurut betis Hanum sehingga membuatnya tertidur. Ada rasa bahagia dihatinya mampu membuat istrinya nyaman.


Perlahan diletakkannya kaki Hanum diatas kasur yang semula berada dipangkuannya. Bram menatap wajah istrinya lalu membelai lembut wajah wanita yang telah merubah hidupnya menjadi lebih sempurna.


"Terima kasih sayang...Telah mengubah pribadiku menjadi lebih lembut dengan kehadiran dirimu. Memberikan kesempatan padaku untuk menebus kesalahan terbesar dimasa lalu, " batin Bram dengan binar dimatanya menatap Hanum yang tertidur pulas.


Perasaan bahagia Bram tak dapat diungkapkanya, setelah hidup bersama dengan wanita pujaannya. Hanum telah menjadikan hidupnya begitu sempurna dengan kehadirannya didalam kehidupan Bram.


"Aku tak akan melepaskan mu seumur hidup ku, " batin Bram didalam hatinya.


Mencium pipi istrinya dengan lembut dan mesra sehingga tak membangunkan tidur Hanum, segera direbahkan tubuh penatnya disamping istri tercintanya.


###


Jangan ngebaca aja 😁😁 YoookπŸ‘πŸ‘πŸ‘ dilike, komen, rate bintang 5🌟🌟🌟 dan votenya sebanyak banyaknyaπŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

__ADS_1


__ADS_2