Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 247 Detik - Detik menegangkan


__ADS_3

Senja menawarkan warna keemasan diatas langit. Burung berterbangan kesana kemari untuk kembali kesangkarnya masing - masing.


Hani berdiri cukup lama dibalik jendela kamarnya yang berada ditingkat dua. Matanya menerawang memperhatikan langit disenja itu.


Tubuhnya sudah bisa beradaptasi dengan janin yang ada dikandunganya, namun petugas kesehatan masih stand by mengecek dan mengontrol perkembangan setiap bulan janin yg ada dirahimnya.


Brian memang tak ingin mengambil resiko besar kehilangan buah hati yang sangat diharapkan kehadirannya didalam pernikahan mereka berdua yang terbilang lama.


"Sayaaang.... Sedang apa?" Sapa lelaki yang sangat dicintainya tiba - tiba telah memeluk tubuhnya dari belakang dengan mesra.


Brian mencium kepala istrinya, seraya mengubah posisi tubuh Hani menjadi saling berhadapan.


"Tak ada apa - apa, hanya menikmati indahnya senja ini, " balas Hani seraya tersenyum menatap wajah lelaki dihadapannya.


Brian mengusap lembut perut Hani yang semakin membesar, usia kandunganya telah mendekati 40 minggu, kini dirinya tinggal menunggu hari - hari persalinan saja.


"Yang sehat ya sayaaang," ucap Brian seraya berjongkok dan mencium perut istrinya dengan penuh cinta.


Hani begitu bahagia mendapatkan suami seperti Brian yang begitu pengertian dan sabar dalam mengurus dirinya. Betapa beruntungnya dirinya bertemu dan berjodoh dengan lelaki dihadapannya kini.


"Kenapa kau menatap ku begitu dalam... Sayaang?" Tanya Brian penuh dengan rasa penasaran.


Hani tersenyum, lalu berkata "Terima kasih untuk semuanya sayang...Aku bersyukur mendapatkan dirimu sebagai pendamping hidupku.."


Brian membalasnya dengan senyuman dari paras wajahnya yang tampan. Dipeluknya tubuh Hani lalu berbisik tepat ditelinga istrinya "Kehadiran mu yang telah membuat hidupku lebih sempurna sayang... "


Auuu...


Brian terkejut ternyata dirinya merasakan gerakan dari perut Hani yang menempel ditubuhnya. Gerakan dari janin didalam rahim Hani yang seketika bergerak dan dirasakan oleh Brian pada saat memeluk tubuh istrinya itu.


"Ada apa?" Ucap Hani terkejut dengan ekspresi wajah suaminya.


"Dia menendang ku, sehingga membuat aku terkejut." Balas Brian dengan spontan.


Hani tersenyum dan sedikit tertawa kecil, setelah mendengar perkataan suaminya.


"Itu tandanya bayi kita memberikan respon akan kebahagiaan yang saat ini kita rasakan," ucap Hani dengan wajah tersenyum.


Brian semakin tak sabar menunggu akan datangnya hari itu, dimana dirinya bisa melihat dan menggendong bayinya.


Auuuu...

__ADS_1


Tiba - tiba Hani berteriak ketika Brian hanyut dengan lamunan akan bayinya. Wajahnya spontan berubah ketika melihat Hani meringis kesakitan dan memegang perutnya.


"Ada apa, perutku tiba - tiba mules, aku ingin kekamar mandi sayang... Tolong bimbing aku," pinta Hani seraya meraih tangan suaminya.


Brian dengan cepat menyambut tangan istrinya dan memapah Hani menuju kamar mandi.


"Apakah kamu bisa sendirian didalam sana sayang, biar aku temani? " Tanya Brian setelah sampai didepan kamar mandi.


"Ya, Tak perlu... Aku bisa, yang aku rasakan saat ini seperti ingin buang air besar," ujarnya kembali.


Brian masih dengan wajah cemas, lalu berkata "Aku akan menunggu mu dipintu ini, jangan dikunci pintunya sayang. "


"Baiklah," jawab Hani seraya berlalu.


πŸ’πŸ’πŸ’


Lima menit berlalu...


Masih tetap menunggu sampai memastikan bahwa istrinya baik - baik saja didalam kamar mandi tersebut.


"Kak.....kakak... " Teriak Hani dari dalam kamar.


Brian secepat kilat masuk kedalam kamar mandi tersebut, terlihat istrinya berdiri dengan posisi telah bersandar pada salah satu dinding seraya memegang perut bagian bawah.


Digendongnya tubuh Hani yang kini telah mencapai 80 kg selama mengandung ini. Dibaringkan tubuh istrinya diatas kasur secara perlahan.


Brian meraih ponsel yang ada disaku celananya, secepatnya menekan ponselnya itu dan menelpon seseorang.


"Kesini segera, istri ku lemas setelah dari kamar mandi," ucap Brian pada seseorang yang sedang dihubungnya.


Brian segera mengakhiri panggilan tersebut setelah memastikan yang diajak bicara secepatnya akan datang sesuai permintaan dirinya.


"Sayang gimana? Apa yang kau rasakan sekarang ini?" Tanya Brian seraya duduk disamping Hani.


Wajah istrinya masih meringis kesakitan dan kakiny berasa sangat lemah setelah air bening keluar dari pangkal pahanya.


"Sakit kak...Aku merasakan sakit seperti ingin mengeluarkan sesuatu." Balas Hani masih berusaha menahan rasa sakit yang mendera dirinya.


"Bersabar sayang...Sebentar lagi dokter akan segera kemari," ungkap Brian meyakinkan istrinya.


Hanya mengangguk kepala pertanda memahami perkataan suaminya, Hani meraih tangan Brian dan menggenggam tangan suaminya sangat erat, karena rasa sakit yang amat hebat dideritanya saat ini, sehingga dirinya menggengam sangat erat tangan Brian seperti itu.

__ADS_1


"Permisi Tuan, dimana nyonya, Tuan? " Tanya dokter yang ditelpon Brian tersebut.


"Disana Dok, mari saya antar, "ujar asisten rumah tangga yang telah lama bekerja dirumah tersebut.


Kedua orang lelaki tersebut melangkahkan kakinya menuju lantai dua, kemudian sampai pada sebuah kamar yang sangat megah dan mewah.


"Permisi Tuan, dokternya sudah ada disini," ucap asisten rumah tangganya.


"Masuk! " Ujarnya singkat.


🌡🌡🌡


Sepuluh menit kemudian....


"Kita akan bawa Nyonya segera kerumah sakit Tuan, Nyonya akan segera melahirkan, " ungkap dokter tersebut.


Secepat kilat Brian berlalu dan meminta sopir pribadinya sekaligus asistennya untuk menelpon rumah sakit dan meminta sebuah mobil ambulan untuk datang kerumah.


Brian segera mengambil koper yang telah disiapkan Hani, jika sewaktu - waktu datang proses persalinan Hani tersebut.


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Perjalanan menuju rumah sakit ...


Ambulan melaju dengan cepat serta sirine berbunyi sangat keras. Semua mobil memberikan jalan agar secepatnya mobil ambulan tersebut menuju kerumah sakit.


Brian semakin cemas, khawatir dan bingung dengan kondisi istrinya saat ini.


###


πŸ˜ŠπŸ™ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:


πŸ’œBoom like sehabis bacaπŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’›Komentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya 😊


πŸ’šRate bintang ⭐5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar 🌟


πŸ’™ vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πŸ˜‰ dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.


❀Trus beri tanda hati setelah kalian membaca, biar kita tambah mesra ya Reader tercinta... 😍😍

__ADS_1


Bergabung digroup chat Author yup πŸ“©


Author tunggu ya...😊😊


__ADS_2