Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 157 Terkejut


__ADS_3

Laura masih menatap langit - langit kamarnya, pikirannya masih menari - nari dikepalanya.


"Apa yang sengaja ditutupi dari ku!, Kau sahabat ku. Apakah ada yang tak kau ceritakan?" Batin Laura.


Suara pintu diketuk terdengar dari dalam membuyarkan lamunan Laura yang berbaring diatas kasur.


Terdengar asisten rumah tangga memberitahu bahwa orangtuanya telah pulang kerumah. Bergegas Laura turun dari kamar dilantai dua rumah tersebut.


"Dimana mama bik?" Tanya Laura dengan rasa tak sabar ingin cepat bertemu orangtuanya itu.


"Ada ditaman belakang Non," jawab asisten rumah tangga tersebut seraya menunjukkan dengan jari jembolnya kearah taman.


Segera dilangkahkanya kaki setengah berlari kecil menuju taman belakang rumah besar tersebut. Dari balik kaca jendela terlihat mamanya sedang duduk santai menikmati secangkir minuman hangat beserta snaks dipiring kecil yang terletak diatas meja.


"Maaa...Ada yang ingin ku tanyakan? Soal Hanum?" Ucap ku dengan duduk disamping mama.


Mama memasang wajah heran pada putrinya itu. Ada angin apa sehingga Laura yang alergi dengan Hanum tiba - tiba menanyakannya.


"Baiklah...Apa yang ingin kau ketahui?" Balas mama penasaran.


"Ceritakan kepadaku apa yang melatar belakangi kak Bram menikahi wanita itu? Sepengetahuan ku Hanum menikah dengan membawa seorang anak berusia lima tahun. Belum tentu itu anak kak Bram!, Bisa - bisa saja anak dari lelaki lain!" Fitnah Laura pada kakak iparnya itu.

__ADS_1


Mama membelai wajah putrinya yang telah berburuk sangka pada Hanum, kemudian tersenyum memandang Laura.


"Hanum terlahir dari keluarga yang sederhana tetapi menjunjung tinggi harga diri dan martabat keluarga. Butuh perjuangan selama enam tahun kakak mu meyakinkan Hanum untuk menerimanya menjadi suaminya," ucap mama dengan sorot mata penuh keseriusan.


"What!!!... Enam tahun," teriak Laura mendengar apa yang dikatakan oleh wanita paruh baya itu.


Tak pernah terbayangkan oleh Laura sosok wanita seperti apa Hanum tersebut. Laura berkaca dari keluarganya yang terpandang, kaya raya, dan Bram dengan tubuh yang proporsional serta paras wajah yang tampan.


"Setiap wanita pasti dengan rela mau menjadi pacar saudara laki - lakinya itu, apalagi dijadikan istri," batin Laura didalam hatinya masih merasa tak percaya.


"Hey...kok malah melamun?" Tanya mama seraya membelai pipi putri bungsunya itu.


Laura tersadar dari lamunannya karena sentuhan lembut tepat dipipinya dari tangan seorang ibu yang telah melahirkannya.


Mama menceritakan sangat detail sekali atas peritiwa kelam yang mengubah karater pribadi putranya. Tak ada yang terlupakan sedikitpun bagi dirinya.


Mata Laura memerah sedari tadi menahan tangis yang akan pecah. Kepalanya tertunduk malu, perbuatan yang telah dilakukannya sendiri bersama sahabatnya Clara.


Menghina, memfitnah dan mata yang menatap rendah Hanum dan keluarganya. Laura sangat terpukul atas apa yang telah diperbuatnya selama ini dan menangis akan kisah yang telah terjadi pada Hanum.


"Ma, ternyata Fairuz adalah keponakan Laura," ucapnya dengan isak tangis.

__ADS_1


"Kau tak bisa lihat apa? Mata dan hidungnya adalah duplikat dari kakak mu," tukas mama menyenggol bahu Laura.


Laura membayangkan kembali wajah gadis kecil yang mendapatkan perhatian semua orang itu. Ternyata mata hatinya telah tertutup dengan prasangka buruk yang membuatnya menyakiti wanita yang membuat saudara laki - lakinya jatuh hati pada Hanum akibat termakan omangan sahabatnya itu.


"Bodohnya aku!" Kata yang terucap dari bibir Laura dengan menepuk jidatnya sendiri.


"Mama tersenyum melihat putrinya yang telah terbuka hatinya atas penjelasan yang diberikan oleh dirinya, " batin mama seraya mengelus rambut Hanum.


"Hanum tak gila harta ataupun kehormatan, uang yang Bram kirim pada saat single parent tak pernah disentuhnya satu senpun. Bahkan mau bersusah payah bekerja dipanti untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua. Padahal tak perlu bersusah payah hidupnya telah terjamin dari uang kiriman Bram," ungkap mama dengan mata berbinar dan haru mengingat menantunya itu.


###


πŸ˜ŠπŸ™ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:


πŸ’œBoom like sehabis bacaπŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’›Komentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya 😊


πŸ’šRate bintang ⭐5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar 🌟


πŸ’™ vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πŸ˜‰dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.

__ADS_1


Bergabung digroup chat Author yup πŸ“©


Author tunggu ya Reader setia baik yang baru nimbrung atau yang dah berakar dihatinya Babang tamvaaan Bram dan siMbak Hanumnya 😍😎


__ADS_2