
Seperti janji Galang, bahwa sebelum pernikahan terjadi diantara mereka berdua, Mayang akan memilih salah satu perguruan tinggi untuk mendaftar masuk kuliah disana.
Sore itu setelah sepulang kerja, Galang akan memberikan waktu untuk Mayang memilih penguruan tinggi yang terkenal dikota melalui internet untuk dirinya melanjutkan pendidikannya.
Mayang yang tengah asik didapur, membantu Bik Ijah dipanggil oleh Galang kedalam kamarnya.
"Non, Tuan muda minta Non untuk membuat kopi dan dibawa ke kamar," ujar salah satu asisten rumah tangga bagian kebun.
Dengan perasaan berbunga - bunga, Mayang membuat kopi yang biasa dibuatnya untuk Tuan muda yang sebentar lagi menjadi suaminya itu.
Secangkir kopi telah siap dibuat Mayang ditambah dengan sepotong cake coklat untuk teman ketika menyeruput kopi hangat tersebut.
Tok... Tok... Tok...
Pintu kamar diketuk oleh Mayang tiga kali dan terdengar sahutan dari dalam.
"Masuklah... " Terdengar suara Galang dari dalam ruangan.
"Kreeek...
Pintu dibuka secara perlahan dan Mayang melihat kekanan dan kekiri penjuru ruangan tersebut, namun tak menemukan sosok Tuan muda didalam kamar.
"Tadi diminta masuk, ini kemana dirinya? " Batin Mayang setelah tak menemukan orang yang memintanya untuk masuk kedalam kamar tersebut.
"Apa ada didalam kamar mandi?" Lanjut batin Mayang berkata didalam hati.
Dilangkahkannya kaki berjalan mendekati pintu kamar mandi, kemudian menempelkan telingannya didaun pintu. Terdengar suara gemiricik air dari dalam kamar mandi tersebut.
"Ooh... Dia sedang ada didalam," batinya kembali.
Diletakkanya secangkir kopi dan snack diatas nakas yng ada dipinggir tempat tidur. Mayang duduk disofa seraya menunggu Galang untuk menanyakan masalah perkuliahan yang akan ditempuhnya.
Sekitar 15 menit Galang baru keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang melingkar dipinggang menutupi bagian bawah dari tubuhnya saja.
Setelah melihat kondisi lelaki dihadapannya, Mayang menundukkan wajahnya ketika tubuh atletis Galang terlihat dimatanya. Terdengar langkah kaki Galang mendekati Mayang yang masih menundukkan wajahnya.
"Ada apa? Kenapa menundukkan kepala begitu?" Tanya Galang yang telah berdiri tepat dihadapan Mayang.
Emmm....
"Aku malu Kak! Cepatan pakai bajunya!" Perintah Mayang masih dengan menundukkan wajahnya.
Eiittss...
"Kenapa mesti malu, ga lama lagi kau akan tahu setiap centi tubuh ku begitu juga diriku," ledek Galang dengan genit seraya tertawa kecil.
"Iiihhh... Kak Galang, genit! Sahut Mayang seraya berdiri dan mencoba melangkahkan kaki untuk pergi dari hadapan Galang.
Belum sempat melangkah, kakinya terhenti dengan tarikan dipergelangan tangannya. Tangan kanan Galang telah menyambar pergelangan tangan gadis muda tersebut.
__ADS_1
Tarikan spontan dan gerakan cepat Galang membuat tubuh Mayang kini menempel sungguh sanggat dekat pada tubuhnya.
Tercium aroma dari sabun mandi yang masih melekat ditubuh Lelaki itu, terdapat bulir air yang masih menempel dikulit putih dan bersih Galang.
Terasa hembusan nafas Galang dipuncak kepalanya, karena posisi Mayang dalam dekapan lelaki dewasa tersebut.
"Kak... Lepaskan!" Sahut Mayang tersipu malu.
"Baiklah..." Seraya tersenyum tipis melihat rona merah diwajah gadis muda tersebut.
Galang tahu bahwa Mayang adalah seorang gadis kampung yang sangat polos ditambah dirinya yang tak pernah mengenal seorang lelaki lebih dari seorang teman.
"Jangan pergi dulu! Aku akan tunjukkan pergguruan tinggi yang ada dikota ini." Ujar Galang dengan tersenyum.
"Oya mulai sekarang siapkan pakaian yang akan ku pakai setiap harinya," perintah Galang seraya menunjukkan pakaian yang ada didalam ruangan khusus pakaian.
" Baiklah..." sahut Mayang segera mengambil apa yang diminta oleh Galang.
Sesampai didalam ruangan pakaian, Mayang bingung sekaligus takjub. Dirinya tak pernah mengetahui bahwa ada ruang seperti ini didalam kamar Galang.
"Baiklah hari ini pakai baju apa..." Batin Mayang dalam hati.
Diambilnya baju kaos bewarna Sofh dan celana pendek berwarna senada serta lengkap dengan pakaian dalam.
"Ini... Silahkan dipakai! " Ujar Mayang dengan menyodorkan pakaian beserta onderdilnya dihadapan lelaki yang menunggu dirinya di tepi tempat tidur.
Dengan tersenyum manis Galang menunggu dengan sabarnya, lalu berkata "Terima kasih sayang.."
"Udah selesai..." Tanya Mayang
"Belum..." Balas Galang singkat
Setelah 5 menit berjalan, Mayang menayakan kembali.
"Sudah...?" Ujarnya kembali.
"Silahkan berbalik badan, " Ungkap Galang.
Pada saat Mayang membalikkan tubuhnya tanpa disangka Galang tepat kembali berada dihadapannya.
"Kak! Spontan Mayang teriak.
Galang segera menutup mulut gadis muda tersebut dengan telapak tanganya.
Sssst....
"Hentikan! Kau membuat seisi rumah ini kemari dengan teriakan mu! Ungkap Galang membisikkan tepat ditelinga gadis muda tersebut.
Dengan menganggukkan kepala pertanda setuju barulah Galang melepaskan tangannya dari mulut gadis muda tersebut.
__ADS_1
"Mari sini ikut aku..." Seraya menarik pergelangan tangan Mayang menuju tempat tidur.
Mayang mengikuti saja langkah dari lelaki dewasa disampingnya itu, lalu duduk berhadapan diatas kasur.
Galang meraih laptop yang berada tak jauh dari dirinya. Kemudian menghidupkan laptop tersebut. Mayang hanya melihat dan memperhatikan gerak gerik lelaki yang berada dihadapannya.
"Ayo, sini! " Seraya menepuk kasur agar Mayang berpindah posisi disampingnya sehingga dapat melihat dilayar laptop yang sedang menyala.
"Ini salah satu perguruan tinggi yang ternama dikota ini, Jika kamu mampu menjadi salah satu mahasiswi disini, maka otak mu encer..." Ujarnya seraya mengerak - gerakkan kursor pada layar laptop.
Terlihat Gedung yang bertingkat dengan fasilitas serba ada dan tertulis disana bahwa perguruan tinggi tersebut memiliki akreditasi A.
"Kau mau pilih jurusan Apa? Tanya Galang masih dengan mata tertuju pada layar laptop yang masih menyala.
"Aku ingin memilih jurusan Desain, aku ingin belajar bagaimana membuat sebuah desain rumah dan gedung ataupun taman. Seperti taman yang ada dirumah ini, sungguh nyaman dan sungguh menarik disetiap sudutnya seperti ditata dengan ilmu seni yang tinggi dan Desain Eksterior yang khusus sehingga setiap orang yang berada ditaman ini merasakan kesejukan dan kedamaian," ungkap Mayang dengan mata menerawang keatas langit - langit kamar.
"Baiklah, ini adalah perguruan yang tepat untuk mu, jika kau bisa masuk disini maka ini wadahnya. Tidak menutup kemungkinan kau akan menjadi desainer terkenal seperti jebolan - jebolan yang telah berhasil dan terkenal dari perguruan tinggi ini," balas Galang memberi motivasi pada Mayang.
"Baiklah aku akan bersemangat untuk bisa lulus diperguruan ini," Tukas Mayang dengan penuh semangat.
"Bagus...Tapi tetap kita harus memilih perguruan yang lain sebagai cadangan jika tidak diterima disana, " ucap Galang seraya menatap wajah gadis muda tersebut.
"Baiklah, terima kasih kak... Telah mengijinkan ku untuk melanjutkan study ku," ujar Mayang dengan bulir bening berat dicoba untuk ditahan diujung pelupuk matanya.
Galang menggenggam erat tangan wanita muda itu dengan tatapan mata penuh cinta dan kesungguhan seraya berkata "Jangan berterima kasih, berkat kehadiranmu telah membawa warna didalam hatiku yang rapuh."
Mayang tak dapat menahan bulir bening yang sedari tadi ditahannya agar tak jatuh membasahi wajahnya. Rasa haru dan rasa bersyukur bercampur aduk didalam hatinya.
"Terima kasih... Jangan menangis lagi," ujar Galang dengan menyeka air mata Mayang lalu mencium mesra dahi gadis muda dihadapannya.
Mayang tersenyum manis setelah mendengar perkataan dari calon suaminya.
###
ππ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:
πBoom like sehabis bacaπππ
πKomentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya π
πRate bintang β5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar π
π vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya π dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.
β€Trus beri tanda hati setelah kalian membaca, biar kita tambah mesra ya Reader tercinta... ππ
Bergabung digroup chat Author yup π©
__ADS_1
Author tunggu ya...ππ