Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 230 Shoping


__ADS_3

Dengan pakaian casual, Mayang dan Galang telah siap berangkat, sesuai yang dijanjikan lelaki tersebut. Sepulang kerja, mereka berdua telah berpamitan pada ibunya untuk pergi berbelanja untuk keperluan Mayang.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang dan berhenti pada sebuah mall yang terkenal dikota itu. Semua outlets telah mereka masuki, dan setiap outlet satu atau dua baju dipilih oleh Galang untuk Mayang.


Mayang tinggal menunjuk saja pakaian atau barang yang disukainya, maka dengan senang hati Galang membelinya tanpa memperhitungkan soal harga yang tertera dilabel barang tersebut.


"Kak memang perlu beli pakaian baru? Buang - buang uang aja! Cukup peralatan tulis yang diperlukan," gumam Mayang yang telah lelah mengikuti jalan Galang.


Sopir mereka yang mengiringi saja sudah kelelahan membawa barang belanjaan Mayang. Kiri kanan tangannya menjinjing barang belanjaan majikannya.



"Baiklah kita mampir disini dulu..." Seraya menarik tangan Mayang memasuki sebuah restoran cepat saji didalam mall tersebut.


Ada nafas lega diraut wajah sopir pribadinya yang telah kewalahan membawa barang belanjaan majikannya.


"Mau makan apa? "Tanya Galang masih melihat daftar menu yang dibacanya.


"Terserah apa aja, yang jelas ada nasinya, maklum perut gadis kampung terbiasa makan nasi daripada memakan makanan yang tak terbiasa dilidah, " Ucap pelan pada Mayang.


"Baiklah, pesan udang goreng bumbu dan capcay serta sambal rica - rica, gimana kau setuju?" Tanya Galang dengan menatap wajah gadis yang ada dihadapannya.


"Baiklah, Kak mau minum jeruk hangat saja," balas Mayang dengan manja.


"Siap Tuan putri..." Ledek Galang seraya tersenyum manis.


Tak membutuhkan waktu lama sekitar 15 menitan semua pesanan telah tersedia diatas meja, terlihat pak sopir juga memilih menu dan semua telah tersedia diatas mejanya juga yang duduk tak jauh dari mereka berdua.


Mayang makan dengan lahapnya, tak perduli Galang sedang memperhatikan. Terlihat menggemaskan ketika gadis itu membuka mulut lalu mengunyah makanan dengan cepat.


"Eh sabar... Tak akan lari makanan yang ada dihadapan mu itu! " Tukas Galang sambil tersenyum menahan ketawa karena Mayang terlihat menggemaskan dan lucu.


"Emmm.... Habis enak kak! Lagian siang tadi aku tak sempat makan..." Balasnya sambil menguyah makanan yang masih ada dimulutnya.


"Ya... Tapi ga gitu juga... Ntar kesedak, pelan - pelan saja. Aku bakal tungguin kok! Ujar Galang dengan mengambil remahan yang menempel di ujung bibir mayang dengan tisu.

__ADS_1


"Tuuh! Kamu makan seperti anak kecil! ujarnya kembali.


Dengan tersipu malu, Mayang tak menghentikan makannya dia terus menikmati menu makanan yang ada diatas meja.


Galang menggelengkan kepalanya melihat sikap gadis muda yang ada dihadapannya.


Uhhh....


"Kenyaaang..." Seraya menyeruput habis jeruk hangat hingga tak bersisa setetespun didalam gelas.


"Bagaimana? Kita pulang? Tanya Galang dengan senyum manis terlihat jelas lesung pipinya.


"Tunggu kak... Boleh aku dibelikan itu..." Tanya Mayang seraya menunjuk kearah penjual es kream dengan wajah manja.


Emmm....


"Katanya kenyang, masih mau makan es krim..." Ledek Galang dengan mencubit pipi Mayang dengan mesrah.


"Baiklah tunggu disini... " Dengan berjalan kearah penjual es krim yang ditunjuk gadis tersebut...


Galang tersenyum dari kejauhan seraya mengisyaratkan dirinya mengerti apa yang diinginkan Mayang.


Dengan es krim ditangan, Mayang menggandeng tangan Galang lalu berjalan menuju pintu keluar mall.


Pak sopir berjalan dibelakang mereka berdua, seperti ada kekuatan setelah makan, tak terlihat lagi paras lesu dan kelelahan diwajah pak sopir.


Eisst...


"Mengapa kau terlihat menggemaskan sih... lihat tu es krim mu kemana - mana," ucap Galang seraya mengelap kembali dengan sapu tangannya.


"Terima kasih Kak..." Balas Mayang dengan senyum manis yang membuat Galang semakin terpikat.


Mobil melaju meninggalkan mall dimana hampir 4 jam mereka habiskan berjalan - jalan didalam sana.


Mayang kelelahan dengan perutnya yang kenyang, sehingga tertidur dengan merebahkan kepalanya dibahu Galang.

__ADS_1


Dibiarkanya saja kepala gadis itu menyandar dibahunya, bahkan dengan lembut salah satu tangan Galang membelai lembut pipi dan rambut mayang yang menutupi sebagian wajahnya.


Sesampai didepan rumah Mayangpun masih terlelap tidur, tanpa membangunkan gadis tersebut dengan sigap Galang menggedong tubuh gadis muda tersebut dan menuju kamarnya dilantai dua.


"Baru pulang Nak? " Tanya ibunya ketika berpapasan memasuki kamarnya.


"Ya Ma... Mayang ketiduran, tak sampai hati membangunkannya," balas Galang seraya berlalu dari hadapan ibunya.


Ibunya tersenyum bahagia melihat putranya yang terlihat begitu menikmati hubungannya yang sekarang dan tak terlihat lagi raut rapuh diwajahnya.


"Semoga kau berbahagia Nak dengan pilihan mu sekarang..." Batin wanita paruh baya tersebut.


Diletakkanya dengan perlahan tubuh gadis tersebut diatas kasur tersebut. Galang tak membawa kekamar Mayang yang bersebelahan dengan kamar dirinya malam ini.


Entah mengapa dirinya ingin selalu dekat dengan gadis muda tersebut. Dipandangnya wajah gadis yang terlelap tidur itu cukup lama.


"Mengapa kau masih menggemaskan walau dalam keadaan tertidur..." Batin Galang dalam hati.


Diciumnya mesra dahi Mayang seraya berkata "Selamat tidur sayang...Semoga kau memimpikan diriku didalam tidur mu."


###


πŸ˜ŠπŸ™ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:


πŸ’œBoom like sehabis bacaπŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’›Komentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya 😊


πŸ’šRate bintang ⭐5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar 🌟


πŸ’™ vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πŸ˜‰ dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.


❀Trus beri tanda hati setelah kalian membaca, biar kita tambah mesra ya Reader tercinta... 😍😍


Bergabung digroup chat Author yup πŸ“©

__ADS_1


Author tunggu ya...😊😊


__ADS_2