
Suasana dihati Intan diselimuti awan hitam tak terlihat mentari yang menyinari sisi gelap hatinya yang terasa hancur tak tersisa.
Mendengar putusan dari pengadilan dengan sah, dirinya tak lagi menyadang status sebagai istri dari Galang Hadi Kesuma.
Keluarga Intan sangat terpukul atas retaknya hubungan pernikahan putri semata wayang mereka.
Ada amarah dan kekecewaan pada keluarga Intan terhadap Galang, lelaki yang telah menikahi putrinya dan membuat kesedihan yang teramat dalam pada putrinya.
"Bersabarlah, sudah habis jodoh mu dengannya dan jangan kau sesali suatu hubungan yang tak membuatmu bahagia. Bangkitlah akan ada kebahagian yang sedang menunggumu sayang", ucap mama Intan dengan penuh kasih dan sayang membelai putrinya yang sangat terpuruk.
Besannya hanya terdiam dan terpaku, ibu telah benar-benar kalah tak bisa mempertahankan hubungan yang dirancangnya akan bahagia itu.
"Intan akan kembali kerumah kami, tak sewajarnya lagi ia tetap tinggal dengan mbak", ucap mama Intan pada orangtua Galang yang masih duduk terdiam dengan seribu bahasa.
Ibu Galang berdiri lalu mendekati menantu pilihanya itu, langsung memeluk erat tubuh Intan dan tanpa disadarinya bulir bening jatuh tak tertahankan lagi diwajahnya.
Mereka berdua larut dalam kesedihan masing-masing seakan tak ingin berpisah. Keadaan yang membuat mereka harus terpisah.
__ADS_1
"Kami pulang dulu besok saya minta untuk mengambil semua barang milik Intan dirumah mbak", ucap mama Intan dengan wajah sedih dan berlalu meninggalkan mantan besannya itu.
"Apa yang telah aku persiapkan dan aku rencanakan semuanya hancur, kini aku akan tinggal seorang diri tanpa putra yang sangat ku sayangi. Bahkan sekarang putra ku tak memperdulikan ku sama sekali", ucap lirih ibu mengingat apa yang telah terjadi saat ini.
**********************************
Ada rasa kelegaan dihati Galang dengan putusan pengadilan yang menerima permohonan cerainya.
Berbeda sekali dengan mantan istrinya yang terpuruk karena perceraian itu dan tak ada senyum manis yang mengukir diparas wajah cantiknya.
Galang tersenyum dan merasa tidak ada lagi penghalang baginya untuk segera menikahi Hanum. Hatinya tak sabar segera bertemu dengan wanita pujaan hatinya itu.
Terlintas dihatinya perkataan ibunya, bahwa Hanum telah menikah. Jika memang benar yang dikatakan ibunya maka tak dapat dibayangkan betapa hancurnya hati Galang.
Dibuang jauh pikiran buruknya, Galang dengan semangat dan rasa cintanya merasa Hanum akan menjadi miliknya kembali.
******************************************
__ADS_1
Hanum masih terdiam membisu, dengan pikiran berputar pada kejadian malam tadi.
"Siapa Clara!! besitnya dalam hati seraya berpikir keras untuk menemukan ingatanya tentang wanita itu.
"Bram dan Brian sangat membeci wanita itu, apa sebabnya?, ucap lirih Hanum yang belum mendapatkan jawaban dari pertanyaannya sendiri.
Adik perempuan Bram sangat dekat dengan wanita itu dan terlihat ia mengingikan wanita itu yang menjadi istri dari saudara Laki-laki nya.
"Aaaach, aku bisa gila memikirkan ini semua", teriak Hanum dalam hati.
Terdengar pintu kamarnya diketuk oleh bik Wati, segera ia beranjak dari tempat tidurnya.
"Ada apa bik?, tanya Hanum pada pengasuh putri kecilnya.
"Nyonya ada paket", seraya menyerahkan amplop berwana coklat yng dipegang bik Wati.
Hanum melihat sebuah amplop tanpa ada pengirimnya. Penasaran dengan isi amplop yang ditujukan pada dirinya.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Hanum, wajahnya berubah begitu melihat isi amplop yang ada didalamnya.
Hati kecilnya berkata bahwa ini tidaklah benar karena tak lah mungkin suaminya berbuat seperti itu . Dengan keyakinan dan kepercayaan dirinya Hanum akan menyimpan rahasia ini.