Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 173 Penyekapan Hari Keempat


__ADS_3

Hanum terbangun terasa sangat berat ketika mengangkat kepalanya. Diperhatikannya disekeliling ruangan tersebut dan matanya tertuju pada sosok wanita yang tak asing baginya.


Adik iparnya sedang tergolek lemas dilantai, entah itu tidur atau pingsan. Hanum berusaha berjalan dan mendekati Laura.


"Laura..." sapa Hanum dengan mengoyangkan tubuh wanita muda yang tertelungkup dilantai dengan kepala menghadap salah satu dinding ruang tersebut.


Cukup lama Hanum menggoyangkan tubuh Laura, hati Hanum mulai cemas dan khawatir melihat Laura tak memberikan respon.


Diambilnya air yang ada disamping Laura kemudian dipercikkanya kewajah wanita muda itu. Terlihat matanya bergerak dan berusaha membuka matanya secara perlahan.


Wajah Laura sangat pucat dan suhu tubuhnya terasa panas dikulit Hanum, sepertinya Laura terkena demam.


"Kak Hanum... " ucap Laura dengan suara pelan dan bibir gemetar.


Seketika Hanum memeluk Laura yang masih tergolek lemas dengan sebagian tubuh dipangkuannya.


"Keluarkan aku! Kak...Aku tak mau mati ditempat ini! " ucap Laura dengan lirih.


"Kita akan keluar bersama dek, bertahanlah, " Pinta Hanum dengan senyum membingkai diwajahnya.


"Kita harus atur siasat, agar keluar dari tempat ini, "ujar Hanum dengan kesungguhan.


Hanum memiliki rencana pada saat penjaga memberi makan, akan dicobanya untuk mengelabui penjaga ruang tersebut.


"Berapa orang yang menjaga diruang sini dek?" Tanya Laura dengan sorot mata serius.


"Hanya satu orang lelaki berbadan tambun, yang memberikan makan. Setelah meletakkannya dilantai lelaki tersebut langsung meninggalkan ruangan ini," ujar Laura dengan bulir mata membasahi paras cantiknya.


"Sial... " Ponsel ku terjatuh pada saat memasuki gudang ini! Ucap kesal Hanum.


"Apa rencana kak Hanum? Tanya Laura untuk membantu pelarian mereka berdua.

__ADS_1


"Kau pura - pura pingsan dan aku akan mendramatisir keadaan trus aku akan coba melumpuhkan lelaki tersebut," ungkap Hanum dengan keyakinan.


Walaupun Hanum tak tahu jumlah penjaga jika setelah keluar dari ruang ini. Andrew memiliki teman tiga orang. Dua orang menjaga dibagian luar ruangan dan satu orang lagi sengaja memberikan makan pada Laura.


"Aku tahu bahwa mereka tak ingin kita mati tetapi memanfaatkan kita berdua untuk sebuah tebusan," ucap Hanum memprediksi keadaannya yang sedang terjadi.


Laura sedikit terhibur karena ada Hanum yang menemaninya. Dirabanya bagian kepala yang robek akibat vas bunga yang telah menghantam kepalanya.


Sudah terdapat nanah dibagian kepala Laura karena mulai dari diculik sampai tiga hari ini lukanya hanya sekali diganti perbannya. Itulah penyebabnya suhu tubuhnya meningkat. Kemungkinan luka robek dikepalanya tersebut infeksi.


***


Clara memasuki ruang dimana Andrew sedang mencoba menghubungi Bram meminta uang tebusan. Meminta Bram untuk agar segera membawa uang tersebut kesebuah gudang pabrik yang berada di jalan Asfaragus No 31.


"Jika batas 24 jam, maka istri dan saudari perempuan mu akan ku perlakukan dengan buruk! Ancam Andrew pada Bram dengan suara penuh kesungguhan dan mengakhiri panggilan.


Bagai disambar petir disiang hari Bram mendengar istrinya juga diculik para ******** tersebut.


Bram melihat tulisan yang ditinggalkan Hanum diatas nakas dikamarnya. Tertera Sebuah Jalan Asfaragus No 31.


"Kenapa kau sebegitu bodohnya!" Ucap Bram mengingat Hanum yang terlalu cepat mengambil tindakan tanpa konfirmasi padanya terlebih dahulu.


***


Diliriknya jam yang melingkar ditangan kanannya. Jarum jam menunjukkan angka 7 malam.


Galang bergegas mengambil rangselnya dan berlalu dari bandara. Harusnya sudah dua jam Galang bisa sampai kepusat kota ini, dikarenakan ada penundaan penerbangan makanya baru sekarang menginjakkan kaki dipusat kota ini.


Pikiran Galang tak tenang mulai dari naik pesawat sampai meminta Taxi untuk mengantarkan ke alamat yang diberikan Hanum pagi tadi.


Mobil Taxi berhenti pada sebuah gedung bekas pabrik.

__ADS_1


"Pak ini alamatnya tetapi No.31 tidak ada," ucap Pak sopir pada Galang.


"Baiklah, saya akan turun disini saja," balas Galang dengan membayar tarif Taxi yang ditumpanginya.


Galang menelpon keponsel Hanum dan terdengar nada masuk dari ponsel tersebut, namun tak menyangka terdengar nada dering dari telpon yang ditujunya disekitar gudang tersebut.


Terlihat cahaya dari layar ponsel yang menyala karena panggilan. Galang segera meraih ponsel yang terletak dilantai tak jauh dari ia berdiri.


"Rupanya Hanum sudah kemari dan tak sengaja ia menjatuhkan ponselnya," Batin Galang.


Dicarinya disekitar ruangan yang terdapat digudang pabrik tersebut, tapi tak menemukan Hanum disana.


Hanya ada sebuah ruang bekas penyekapan disana, terlihat dari kondisi ruangan yang baru saja ditinggalkan.


Andrew sangat licik ternyata kedua wanita tersebut telah dipindahkan ketempat lain.


###


πŸ˜ŠπŸ™ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:


πŸ’œBoom like sehabis bacaπŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’›Komentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya 😊


πŸ’šRate bintang ⭐5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar 🌟


πŸ’™ vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πŸ˜‰dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.


Bergabung digroup chat Author yup πŸ“©


Author tunggu ya Reader setia baik yang baru nimbrung atau yang dah berakar dihatinya Babang tamvaaan Bram dan siMbak Hanumnya 😍😎

__ADS_1


__ADS_2