
Hanum terbangun dari tidurnya karena sinar mentari telah menembus disela jendela kamar. Betapa terkejutnya ia tangan Bram telah merangkul mesra dipinggang nya.
"Apa yang terjadi semalam ia periksa semua tubuhnya tak terjadi sesuatu tapi mengapa laki-laki ini tidur disamping ku?, besit Hanum dalam hati.
Hanum mengingat kembali posisi tidur mereka. Putrinya tidur ditengah dan mereka berdua tidur disisi yang lain. Tapi kenapa pagi ini Bram sudah berada disampingnya.
Bram terbangun dengan posisi masih merangkul. Hanum yang masih berpikir kenapa ia ada disamping Bram tanpa ia sadari Bram telah terbngun dari tidurnya.
"Pagi sayang gimana tidur mu?, sapa Bram seraya mencium dahi Hanum dengan mesrah.
"Lepaskan pelukan mu!, ucap Hanum dengan nada kesal.
Bram segera bangkit karena melihat reaksi Hanum. Ia tak ingin membuat Hanum jadi bad mood.
Bram menceritakan bahwa semalam ia mendengar Hanum bermimpi buruk.
Kemudian berusaha membangunkanya tetapi Hanum teriak dengan mata masih terpejam. Takut putrinya terbangun Bram berusaha menenangkan dengan tidur disamping seraya memeluk Hanum dengan erat.
" Hanya itu yang ku tahu selebihnya aku pun tertidur, aku tak tahu lagi sampai pagi dan sekarang kau marah padaku", ungkap Bram seraya meledeknya.
Hanum menerima apa yang diceritakan Bram. Begitulah keadaan Hanum setiap malam ia masih merasakan traum itu menghantuinya.
__ADS_1
Bram kembali memeluk Hanum seraya berkata: "Maafkan aku yang telah menyiksamu disetiap malam".
Hanum hanya terdiam dan merasakan ketulusan Bram dengan rasa bersalahnya.
"Baiklah Aku akan segera mandi, oh ya kenapa kau tak memakai pakaian mu? , tanya Bram yang membuat Hanum bingung.
"Aku memakai pakaian ku kok! , jawab Hanum dengan kebingungan.
Bram menarik tangan Hanum membawanya keruangan yang ia sudah ketahui.
"Sebuah toko didalam kamar tidur", besit Hanum.
Hanum membuka matanya lebar sangking terkejutnya mendengar perkataan Bram.
"Ini miliki ku? , ucap Hanum masih tak percaya dengan apa yang didengar nya.
"Ya lah karena kamukan nyonya disini", jawab Bram sembari berlalu pergi ke kamar mandi.
Hanum masih terduduk dan masih tak percaya dengan Bram katakan.
"Bagaimana aku bisa memakai baju sebanyak itu". ungkap Hanum dalam hati yang masih bingung.
__ADS_1
"Sayang tolong ambilkan bajuku disana", teriak Bram dari dalam kamar mandi.
"Mengapa sekarang ia selalu memanggilku dengan sebutan itu sih", ucap Hanum yang tak terima dengan panggilan itu.
Hanum segera mengambil baju kaos berwana pastel dan sebuah celana jeans berwana biru tua dan pakaian dalam bram.
Bram keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk mengikat dibagian pinggangnya. Terlihat tubuhnya yang bersih putih serta tubuh yang atletis dengan dada bidangnya yang membuatnya terlihat macco.
Hanum terkejut melihat Bram sudah ada didepanya ketika ia membalikkan tubuhnya.
"Ada apa? kau terpesona dengan ketampanan ku ? , ledek Bram pada Hanum.
Hanum letakan pakaian yang dipilihnya lalu berlalu dari hadapan Bram.
***************************************
Akhirnya Hanum sampai rumah juga setelah perjalanan jauh. putrinya masih tertidur dan Bram menggedong meletakanya ditempat tidur.
Dering telpon mengagetkan Hanum, ia raih ponsel didalam tasnya lalu melihat panggilan tersebut. Tertera nama Dina panggilan itu.
Wajah Hanum berubah setelah mendapatkan panggilan dari sahabatnya itu.
__ADS_1