Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 96 Batu Permata


__ADS_3

Hanum merasa bergemuruh dihatinya untuk membuka kotak kecil berwarna hitam yang ada dihadapannya. Semua mata tertuju padanya seolah ingin melihat dan menunggu reaksi yang terjadi pada Hanum.


Kotak kecil berwana hitam yang sekarang ada dihadapan mereka dibuka perlahan oleh Hanum. hanum terkejut melihat isi didalam kotak tersebut.


Sebuah cincin putih bermata satu dengan bentuk yang sangat menarik yang tak asing bagi Hanum. Pikiran Hanum melayang mengingat masa lalu.


Hanum teringat akan sebuah cincin yang sangat membuatnya tertarik dan jatuh hati pada cincin tersebut. Dimana pada saat itu ia bersama Galang membeli sebuah cincin ditoko perhiasan.


Hanum ingat betul penjaga toko mengatakan bahwa cincin itu sengaja dipesan oleh seorang ibu. Disain khusus yang dibuat sendiri oleh putranya untuk diserahkan pada calon menantunya.


"Ya, benar cincin ini. Hanum yakin benar itu cincin yang dulu pernah ia lihat", besit hati Hanum.


"Sayang", sapa Bram menyentuh tangan Hanum yang sedang menatap cincin itu dengan waktu yang cukup lama.


Bram membuyarkan pikiran Hanum yang ada dihatinya

__ADS_1


"Hanum bersediakah kau menjadi putri mama dan anakmu menjadi cucu mama secara sah? , ungkap mama Bram dengan tatapan mata seorang ibu yang sangat berharap permintaanya diterima.


Hanum memandang wajah putrinya yang terlihat bahagia bertemu dengan keluarga Bram. Walaupun didalam hati Hanum belum memiliki keyakinan penuh untuk dapat membuka hatinya buat pria lain.


Dengan menganggukan kepala pertanda setuju Hanum memberikan jawaban pada mama Bram. Semua mata berkaca-kaca dan tersenyum bahagia menerima jawaban yang telah diberikan pada Hanum.


Semua orang berdiri terkecuali Fairuz, mama Bram bangkit dari tempat duduknya dan memeluk Hanum serta mencium pipi Hanum. Sebuah perasaan bahagianya yang tak tertahankan lagi oleh mama Bram.


Cincin itu diberikan ke Bram oleh mamanya untuk dipasangkan dijari manis tangan Hanum. Bram dengan perasaan bahagia menerima cincin yang diberikan mama dan melakukan apa yang diperintahkan dengan senang hati.


"Yeeee bundaaa dapat cincin dari papa", ucap putri kecilnya melihat Bram memasang cincin ditangannya.


Bram mencium kening Hanum dan merangkul pinggang Hanum didepan kedua orngtunya dan putri kecilnya yang tersenyum bahagia.


Hanum masih tak percaya dengan apa yang telah diputuskannya tetapi setelah melihat purtinya tersenyum bahagia itu telah meyakinkan bahwa keputusan yang diambilnya adalah benar.

__ADS_1


Karena tak bisa menutupi perasan yang bergemuruh dihati, Hanum meminta permisi keluar dari ruang makan tersebut.


Hanum menuju sebuah toilet untuk menenangkan sejenak perasaan yang bergemuruh dihatinya. Hanum menatap wajahnya melalui sebuah cermin yang tepat dihadapanya. Kemudian melihat cincin yang telah terpasang dijari manisnya.


Terlintas kembali wajah putrinya yang terlihat sangat bahagia melihat Bram memasangkan cincin ditangannya.


Hanum membasuh mukanya dan mencoba untuk mengendalikan emosinya.


"Ini buat putri kecilku dan aku harus bisa berjalan kedepan meninggalkan masa laluku", ucap lirih Hanum didepan cermin.


Bram cemas karena Hanum telah lama meninggalkan ruangan. Bram keluar untuk memastikan Hanum dalam keadaaan baik-baik saja setelah sebuah keputusan besar telah diambilnya.


Bram mencari wanita pujaan hatinya itu dan matanya tertuju pada lorong diruangan menuju kamar mandi. Melihat Hanum sedang bersama dengan dua orang wanita terlihat dari kejauhan salah satu wanita sedang berbicara.


Bram tertarik untuk mendekat karena terlihat salah satu wanita paruh baya itu berbicara serius pada Hanum.

__ADS_1


"Oooh Rupanya kau disini sayang, Fay sudah mencari mu", ucap Bram seraya melingkarkan tangannya kepinggang Hanum.


Wanita paruh baya itu terkejut dengan kedatangan Bram dan perkataan Bram pada Hanum. Dengan wajah masih tak percaya yang terlihat pada wanita paruh baya itu dengan apa yang terjadi, Bram dengan sopan meminta untuk mengajak Hanum pergi dari hadapan mereka berdua.


__ADS_2