
Melangkahkan kaki menuju ruang tengah dimana Laura menunggunya disana. Hanum bertekad akan memberikan peringatan keras pada adik iparnya itu jika masih mencampuri urusan rumah tangganya.
Walau hati berkecamuk dengan kedatangan Laura, Hanum berusaha menutupinya dengan membingkai wajah manis dari paras cantiknya pada Laura dengan tetap tersenyum.
"Hy...Hanum," sapa saudari perempuan Bram setelah melihat Hanum berjalan mendekati dirinya.
Hanum tak menyangka bahwa Laura telah menyapanya terlebih dahulu dengan wajah yang berbeda pada saat datang menyerang dirinya bersama Clara.
Hanum duduk tepat dihadapn wanita muda tersebut. Menunggu saja Laura berbicara dan mengutarakan maksud kedatangannya.
"Sebelumnya aku telah banyak berburuk sangka pada dirimu kak," ucap Laura yang telah memasang wajah bersalah diparas cantiknya.
Mendengar perkataan Laura, membuatnya terkejut. Laura memanggil Hanum dengan sapaan kakak tidak seperti biasanya.
"Apa yang telah terjadi? Sehingga wanita muda dihadapannya bisa bersikap lembut dan baik padanya," batin Hanum.
Hanum menyambut baik perkataan yang meluncur dimulut Laura dengan tersenyum seperti biasanya.
"Aku ingin mengenal kak Hanum lebih dalam," lanjut Laura setelah menarik nafas dalam mengatur irama tarikan nafasnya yang mulai tersedat akibat menahan tangis.
Hanum semakin bingung dengan perubahan Laura. Tak menyangka tutur kata Laura bisa selembut dan sebaik itu padanya.
"Kak, maafkan sikapku yang telah berbuat buruk pada mu selama ini," ucap Laura dengan bulir bening yang telah jatuh diujung matanya.
Hanum berdiri lalu duduk disamping Laura, seraya menggenggam tangan wanita muda yang tak dapat mehanan derasnya bulir bening yang jatuh diujung matanya.
__ADS_1
"Aku tak pernah menganggap mu sebagai musuh, Alhamdulillah Allah telah membuka mata hati mu sehingga dapat melihat sebuah kebenaran," ungkap Hanum dengan suara pelan dan penuh keseriusan.
Laura seketika memeluk tubuh Hanum dengan eratnya. Bulir bening tersebut jatuh membasahi pundak Hanum.
"Terima kasih kak," balas Laura dengan isak tangisnya.
Hanum mengganggukan kepalanya serta memandang wajah adik iparnya. Dibiarkannya saja respon yang diberikan Laura padanya.
"Bodohnya aku telah termakan omongan Clara," ucap kesal dirinya yang terlalu mudah percaya pada sahabatnya itu.
"Kak ceritakan pada ku? Apa yang sebenarnya terjadi pada kak Bram dengan Clara? Tanya adik iparnya itu dengan penasaran.
Hanum menceritakan bahwa Clara sendiri yang telah meninggalkan suaminya, bukan Bram. Clara sengaja menutupi faktanya dirinya bahwa lari bersama pria lain.
Laura terkejut bukan main mendengar perkataan kakak iparnya itu, seraya tak percaya sahabatnya mempermaikan cinta kakaknya.
Mereka berdua tak terpancing dari photo - photo mesrah yang dikirim Clara. Bahkan Hanum tak mempercayainya bahwa Bram sanggup melakukannya adegan seperti itu dengan senang hati melakukan hal tersebut yang terdapat didalam photo.
Mata Laura seakan terbuka lebar setelah mendengar semua yang diceritakan Hanum tentang perbuatan Clara terhadap keluarga kakaknya itu.
"Ular bermuka dua! Hardik Laura pada sahabatnya yang telah pandai memperdaya dirinya.
Hanum dapat melihat dengan jelas kebencian Laura pada sahabatnya itu.
"Aku akan mencari kebenaran mengapa Clara meninggalkan kak Bram demi laki - laki lain itu," batin Laura dengan perasaan sangat penasaran.
__ADS_1
***
Tengah asik bercerita, Bram pulang dari kantornya. Mereka berdua tak menyadari kehadiran Bram secara tiba - tiba.
"Kakak...Sejak kapan udah ada disana? ungkap Laura dengan manja bergelayut dilengan Bram.
"Sepertinya kalian berdua sudah lebih dekat satu sama lain?" Ucap Bram seraya mencuil hidung saudari perempunnya itu.
Laura tersenyum dengan wajah manjanya pada saudara lelakinya. Hanum hanya tertawa kecil melihat tingkah laku adik iparnya yang manja.
"Walau sudah memiliki dua orang anak, ternyata Laura memang memiliki karakter anak - anak yang lebih pada saudara laki - lakinya. Wajar saja dia Over Protective pada kakaknya sehingga berani mengatakan untuk meminta ku untuk berpisah dengan Bram, " batin Hanum.
###
ππ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:
πBoom like sehabis bacaπππ
πKomentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya π
πRate bintang β5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar π
π vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πdengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.
Bergabung digroup chat Author yup π©
__ADS_1
Author tunggu ya Reader setia baik yang baru nimbrung atau yang dah berakar dihatinya Babang tamvaaan Bram dan siMbak Hanumnya ππ