Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 199 Teka Teki Terjawab


__ADS_3

Galang mengikuti saran Bintang, pagi itu secara diam - diam dirinya menyelinap memasuki kamar tidur Mayang.


Seperti pencuri, Galang mengendap - endap dirumahnya sendiri berjalan sehingga tak terdengar orang yang ada dirumah tersebut.


Galang sedikit lega, ternyata Mayang tak membawa semua peralatanya, masih ada beberapa yang tersusun rapi dikamar khusus pekerja dirumah tersebut.


Dilihatnya, peralantan sholat yang terlipat diatas kasur dan beberapa buku tersusun rapi diatas meja dikamar tersebut.


"Akan ku mulai dari mana?" Batin Galang.


Matanya tertuju pada sebuah laci yang ada dimeja tersebut. Berusaha tak menimbulkan suara sedikitpun agar tak ada yang curiga kalau dirinya berada dikamar Mayang.


Dibukanya perlahan laci tersebut, terdapat sebuah Diary berwarna merah muda didalam laci tersebut.


Galang mulai membuka lembar demi lembar buku catatan harian tersebut, tak ada petunjuk disana. Tetapi gerakan tangannya terhenti pada suatu tulisan dengan judul Hari Pertama Bekerja dengan Tuan Muda, Galang membacanya dengan senyum terukir diujung bibirnya.


Galang terlena membaca buku catatan Mayang, akhirnya tersentak dan ingat kembali akan tujuannya dikamar ini.


"Baiklah, akan kucari petunjuk keberadaanmu gadis kecil," ungkapnya dalam hati.


Akhirnya matanya tertuju pada sebuah amplop berwarna coklat terselip diantara susunan buku yang ada diatas meja tersebut.


Diraihnya perlahan agar tak berserakan buku yang tersusun rapi. Dari amplop tersebut tertera sebuah alamat Jl Bangun Seranten Desa Sumber Sari Kecamatan Sumber Anom Kabupaten X Provinsi Y.


Raut bahagia terlihat diwajahnya, segera ia mengambil ponselnya lalu memphoto alamat tersebut.


Mengembalikan amplop berwarna coklat kembali ketempat asalnya dan Galang secepat kilat keluar dari kamar Mayang.


Ketika menuju kelantai dua bertemu dengan Bik Ijah yang heran melihat Galang keluar dari ruang belakang tempat kamar pekerja atau pelayan yang ada dirumah ini.


"Apa yang dilakukan Tuan disana?" Batin Bik Ijah.

__ADS_1


Galang buru - buru serching alamat yang didapatnya diGoogle Mapsnya. Melihat seberapa jauh dari tempat tinggalnya.


Setelah mendapatkan informasi yang cukup Galang berniat untuk bercerita ke ibunya.


***


Sudah lama Mayang ingin berenang disungai itu, sore ini bersama kedua adiknya Gendis dan Galih. Kedua adiknya terpaut usia hanya satu tahun, jadi mereka seperti saudara kembar.


Jika Mayang dengan kakak tertuanya terpaut jarak yang cukup jauh yaitu sekitar 4 tahun dibawah Masnya.


Bersiap menyusuri hutan bambu dibelakang rumahnya tempat sungai itu berada. Menyusuri jalan setapak yang menurun menuju sungai yang dipenuhi bebatuan. Dulu sewaktu kecil Mayang sering bermain disini, hanya ini tempat bermain dikampung. Kalau tak kesungai berarti kesawah atau keladang milik orang, menyusul Ayahnya yang kerja harian ditempat tersebut.


Kali ini Mayang telah siap dengan seember pakaian kotor dan peralatan mencuci kain, dia berniat mandi sekaligus mencuci pakaian.


"Gendis....Tunggu Mbak," teriak Mayang pada adik bungsunya.


Galih yang lebih tua dari Gedis telah melaju dengan cepat melangkahkan kakinya menuju sungai. Disusul dengan Gendis dibelakangnya.


"Mas...Itu Mas, cepat tembak Mas," teriak adik bungsunya setelah melihat ikan yang bersembunyi diantara bebatuan.


Air sungai itu jernih sehingga kelihatan ikan berenang bersembunyi diantara bebatuan. Dengan alat seadanya berbentuk tembakan yang terbuat dari kayu dan seutas karet bekas ban motor serta sebuah besi kecil yang diselipkan diantara kayu dengan bagian depan diruncingkan seperti sebuah mata tombak yang berkait sebagai senjatanya.


Dengan keahlian khusus menembak belajar dari ayahnya kini adik tengahnya bisa mendapatkan ikan segar yang terdapat disungai tersebut.


Lumayan menyenangkan sore ini mereka bertiga dapat tersenyum mengembang diwajah masing - masing . Rasa puas bermain disungai dan mendapatkan tangkapan ikan yang lumayan banyak sebagai menu makan malam nantinya.


Disepanjang jalan mereka bernyanyi dengan riang, tiba - tiba nyanyian kedua adiknya terhenti setelah melihat renternir yang sering berkunjung kerumah mereka.


"Tak disangaka kita bertemu disini Dek..." Ucap lelaki tu itu seraya mau mencuil dagu Mayang.


Secepat kikat Mayang menghindar sentuhan didagunya dengan memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Hmmm...


"Aku suka sifatmu... Kau seperti burung merpati Dek," Tukasnya seraya tersenyum penuh nafsu memandang tubuh Mayang dari ujung kaki sampai kepala.


Kemudian melanjutkan bicaranya...


"Kau belum mengenal diriku dikampung ini! Wanita mana yang sanggup menolak Kang Mas Darmin , bahkan dengan rela ingin menjadi istriku agar mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan mapan!" Dengan sombong dan angkuhnya lelaki tua itu berbicara tepat dihadapan Mayang.


Sedikitpun Mayang tak terbesit dihati rela menikah dengan lelaki tua bangka itu, walaupun dijamin hidup serba berkecukupan.


"Maaf, aku harus segera pulang, Simbok sudah lama menunggu," ucap Mayang seraya berlalu meninggalkan Darmin yang masih berdiri menatap kepergiannya tanpa tergiur dengan ucapannya.


Sebuah kepalan ditangan Darmin melihat penolakan dari gadis muda yang barusan berlalu dari hadapannya.


Ia semakin terpancing dan penasaran untuk segera mendapatkan Mayang.


"Tunggu saja, kau akan tunduk dihadapkan ku! Ucap kesal Darmin dengan sorot mata penuh amarah.


Mayang mempercepat langkah kakinya sehingga bisa sampai kerumah. Dia tahu bahwa laki - laki itu bisa berbuat buruk terhadap dirinya dengan sorot matanya yang penuh dengan nafsu seakan mau menerkam dirinya.


###


Bagaimana Reader apakah keluarga Mayang dapat lepas dari Renternir Darmin?


Yoook tunggu episode selanjutnya,,,, 😊


Tetap setia di 💜DBSK💜


Jangan lupa like, komen, stars rate 5 dan votenya yaaaaa 😍


Author tunggu🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2