Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 39 Dilema


__ADS_3

Hanum merasakan gerakan kecil di perutnya. Kandunganya memasuki dua puluh minggu. Terlihat jelas sekali pada bagian perutnya yang membesar. Ia semakin khawatir akan perubahan yang terjadi pada tubuhnya.


Sampai detik ini ia masih belum bisa mengambil keputusan. Siapa yang akan menikahinya.


Terlintas lagi kenangan bersama Galang. Hanum telah menjalin hubungan dengan lelaki itu lebih dari lima tahun. Lelaki yang selalu mengisi hari-harinya disaat jauh dari keluarga.


Hanum ingat benar pada saat itu dengan tergesa-gesanya ia datang menjenguk Hanum yang sedang dirawat dirumah sakit. Padahal Pada saat itu ia harus pergi untuk urusan kantor. Sengaja ia batalkan penerbangannya setelah mendengar kabar Hanum.


Terlihat dia datang dengan wajah pucat dan cemas. Hanum masih ingat bisikan lembut ditelinga seraya mencium pipinya sebelum masuk ruang operasi : " Sayang bertahanlah dan saya akan tetap ada diluar menungu mu."

__ADS_1


Seminggu Hanum dirawat dirumah sakit pada saat itu hanya Galang yang menemani. Kedua orangtua Hanum tidak diberi kabar karena permintaan Hanum sendiri. Ia tak ingin keluarganya mengkhawatirkannya. Semua urusan selama dirumah sakit Galang yang menghendel bahkan biaya selama Hanum dirawat disana.


Tak ada perasaan lelah pada saat itu, ia menjalankannya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Keluar senyum manis di bibir Hanum mengingat masa itu.


Betapa besar rasa cinta Galang terhadap Hanum bahkan sampai detik ini pun setelah mengetahui apa yang terjadi pada Hanum. Tidak ada perubahan sedikit pun pada sikapnya walaupun ia tahu tak akan mendapat keperawanan ku.


Satu hal yang menjadi syarat mutlak bagi sebagian laki-laki untuk memutuskan menikah pada seorang wanita yang akan menjadi istrinya.


Jika aku ikuti saran ibunya dan bisa menikah dengan Galang tapi aku menjadi seorang ibu yang kejam pada darah daging ku yang tak berdosa ini.

__ADS_1


Dan jika ku abaikan saja restu ibunya maka aku secara tidak langsung menjadikan ia durhaka pada ibunya yang merupakan satu-satunya keluarga yang ia punya.


Satu sisi lain jika aku abaikan saja rasa cinta ini dan tak menerima keinginannya untuk menikahiku maka aku telah sangat menyakitkan hatinya yang telah tulus mencintaiku dan mau berkorban buat cinta kami.


"Ya Allah,,, apa yang harus aku lakukan ". jeritku dalam hati.


Belum lagi orangtua Bram yang tiba-tiba begitu baik ingin menjadikan ku menantu. Serta perubahan sikap Bram yang sangat lembut dan penuh kasih sayang terhadap ku dan bayi ku.


"Apakah ini karena aku sedang mengandung anaknya sehingga ia begitu lembut kepada ku, dan jika aku telah melahirkan akankah ia mencintai ku seperti Galang. Dia bisa saja mencari wanita lain untuk mengurus anakku dan setelah itu mencampakkan ku", besit Hanum dalam hati.

__ADS_1


Hanum belum begitu yakin akan sikap baik Bram yang mau bertanggung jawab atas perbuatanya. Bisa saja ia membujuk ku menikah dengannya semata-mata hanya karena anak ini.


Seraya mengelus perutnya yang membesar. Bulir putih jatuh diujung matanya : Aku tak kan sanggup berpisah dengan mu nak jika seandainya papa mu hanya menginginkan mu bukan ibu mu. Maafkan ibu yang terlalu egois memisahkan mu dengan papamu". Ucap lirih Hanum.


__ADS_2