
Kejadian pagi itu membuat geger semua orang.
"Ada sesuatu yang ganjil pada Hanum," besit ibu dalam hati.
Apakah Hanum... Ibu tak mau melanjutkan pikiran negatifnya yang terlintas dan berusaha Ia tepis jauh pikiran negatif itu.
Melihat kedua lelaki itu saling menatap dan diam seribu bahasa bahkan tidak saling sapa. Hanum memecah kebisuan diantara mereka berdua.
"Kak Galang kenalkan ini kak Dika," seraya tersenyum dan memegang lengan Dika didepan Galang.
Galang melihat tindakan Hanum langsung tak mau kalah ia menarik Hanum dengan lembut dan merangkul bahu Hanum.
"Galang kekasih Hanum." Ucapnya singkat dengan pandangan tak berpaling dari wajah Hanum.
Melihat tindakan Galang, membuat Hanum tersipu malu didepan sepupunya. "Dika kakak sepupu Hanum," ucapnya seraya mengulurkan tangan.
Galang pun menyambut uluran tangan Dika. Galang cemburu melihat kedekatan Hanum dan sepupunya. Hanum mengetahui sikap Galang yang merasa cemburu.
"Kak Dika ini adalah sepupu Hanum yang paling dekat semasa kecil dan sekarang ia baru pulang kesini setelah lama kerja dirantauan," ujar Hanum.
__ADS_1
Ucapan Hanum barusan belum merubah perasaan cemburu Galang terhadap Dika.Tak lama Hanum berbicara perasaan mual kembali dirasakan Hanum, seketika ia berdiri dan meniggalkan mereka berdua Menuju kamar mandi.
Melihat sikap Hanum yang tiba-tiba, refleks mereka berdua saling menatap dan langsung mengikuti Hanum dari belakang.
Terdengar suara Hanum didalam kamar mandi yang sedang berulang kali mengeluarkan sesuatu dari perutnya. Galang dan Dika merasa gelisah menunggu didepan pintu dan penasaran untuk mengetahui keadaan Hanum didalam.
"Sayang kamu tidak apa-apakan?, teriak Galang."
Tak terdengar suara jawaban dari dalam kamar mandi. Dengan spontan Dika pun berkata: "Dek Hanum apa yang terjadi kamu baik-baik aja kan?, dengan nada penasaran bercampur cemas."
Tak berapa lama pintu pun terbuka. Melihat wajah kedua lelaki yang disayanginya cemas membuat Hanum tersenyum menatap mereka berdua. Dengan melihat senyum diwajah Hanum mereka saling menatap untuk yang kedua kali dengan perasaan bingung.
Mereka berdua merasa lebih tenang setelah mendapatkan penjelasan dari Hanum.
"Hanum minum aja teh hangat ini biar kamu merasa baikan," ucap ibu secara tiba-tiba sudah ada didepan mereka bertiga.
"Terima kasih ibu." Ucap Hanum.
"Saya ingin rebahan, kepala ku pusing." Ujar Hanum.
__ADS_1
"Mari saya antar ketempat tidur. " Sambut lembut Galang.
Tubuh Hanum merasa lemas tak bertenaga sehabis mengeluarkan semua yang ada diperutnya. Galang memapah Hanum menuju tempat tidurnya.
" Ambil ini dan segera minum," ucap Dika seraya menyerahkan minuman yang diberikan ibu kepadanya.
"Hanum apa bulan ini kamu sudah menstruasi?, tanya ibu dengan wajah tegang."
"Belum ibu, biasa pertengahan bulan, kenapa ibu menanyakan itu?, jawab Hanum ringan tanpa beban."
Wajah ibu seperti disambar petir mendengar penjelasan Hanum. Pikirian negatif yang terlintas dikepalanya menjadi kenyataan. Tubuh ibu merasa seketika lemas dan tak mampu menopang tubuhnya serta pandangan ibu pun menjadi kelam.
Bruuuuuk... Seketika tubuh ibu terkulai dan jatuh dilantai. Melihat kejadian tersebut mereka bertiga kaget. Dika segera menggendong ibu dan membaringkanya disamping Hanum.
###
Tetap dukung 2author ya biar tambah semangat nulisnya jangan lupa beri jempol manisnya πππdan kasih komentar yang membangun. Terima Kasih π
vote dong sebanyak banyaknya buat tambah semangat
__ADS_1