Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 171 Penyekapan Hari Kedua


__ADS_3

Perut Laura mulai terasa perih dan tubuhnya terasa lemah. Dicobanya meraih air yang diberikan lelaki berbadan tambun.


"Mama tolong Laura..." Ucap Laura lirih dengan wajah pucat dan mata bengkak karena menangis sepanjang malam.


Dicobanya untuk duduk dan meraih sesuatu agar bisa berdiri mengambil nasi dengan melangkahkan kaki secara perlahan.


Laura memakan nasi sisa yang masih ada didalam bungkusan yang tak keluar dari bungkusan pada saat dilempar ketubuh lelaki berbadan tambun.


Bulir bening jatuh tak tertahankan disaat Laura menyuapkan nasi kemulutnya. Terlintas wajah kedua buah hatinya.


"Mengapa tak ku dengar kata Kak Bram untuk segera pulang menemui mereka," batin Laura mengenang keluarga kecilnya.


***


Keluarga Bram telah panik dengan menghilangnya Laura, terutama mama yang selama dua hari menangis mengingat putrinya yang tak pulang - pulang.


"Kemana dirimu nak..."Ucap mama dengan pilu dan tangis yang tak terhenti.


Papa Bram memeluk erat tubuh istrinya yang menangis pilu menyayat hatinya.


Bram melihat kedua orang tuanya merasa terpukul dan berusaha menyuruh orang - orang suruhannya untuk melacak keberadaannya Laura dan segera menemukan saudari perempuannya itu.


"Sayang...aku yakin Clara ada hubungannya dengan semua ini, Pak Kus mengatakan terakhir Clara menjemputnya dan setelah itu Laura menghilang bak ditelan bumi," ucap Laura dengan kesungguhan.


"Anak buah ku sudah mengintai Clara tapi tak ada yang mencurigakan dari dirinya," balas Bram dengan rasa putus asa.


Hanum masih yakin, bahwa Clara pasti ada dibalik ini semua. Dicobanya besok untuk mengikuti kemana saja wanita itu berada.

__ADS_1


***


"Sial...! Kenapa aku begitu terpancing sehingga rencana gagal semua," ucap kesal Clara pada dirinya sendiri.


Dengan perasaan kesal bercampur menyesal akibat kebodohannya rencana dari awal yang disusun Clara bersama Andrew menjadi gagal. Terpaksa kekasihnya mengubah rencananya.


Awalnya mereka berdua berencana menculik anak Hanum dan meminta Hanum untuk bercerai dengan Bram. Kemudian meminta uang jaminan bagi mereka dengan dalih keselamatan putrinya terancam.


Ini akhirnya mereka malah menculik Laura, kemudian Andrew akan menelpon Hanum dan meminta untuk tidak melaporkan ke yang berwajib dengan ancaman akan memperlakukan dengan kasar pada saudari perempuan suaminya.


***


Aneh beberapa malam ini perasaan ingin berjumpa Hanum sangat kuat sekali yang dirasakan Galang sehingga membuatnya dirinya sendiri bingung.


"Aku akan segera bertemu dengan Hanum," besit Galang dalam hati.


Galang ingin melepas rasa rindu pada belahan jiwanya, ada sebuah magnet yang menarik Galang untuk segera bertemu dengan wanita yang masih ada dihatinya sampai detik ini.


Galang menganggukan kepalanya seakan mengerti dengan apa yang disampaikan oleh Bintang. Bintang telah mengingatkan bahwa telah menjadi Hanum istri orang dan tak mungkin mau menemuinya.


"Tolong besok kau pesankan aku tiket pesawat ke kekota," perintah Galang pada sahabatnya itu.


"Baiklah, jika memang sudah keputusan mu," balas Bintang dengan wajah sedih melihat sahabatnya yang masih belum move on.


***


Rasa dingin dari udara subuh menusuk tulang Hanum, segera begegas meraih ponselnya dan turun dari kamar. Dilihatnya Bram masih meringkuk tidur diatas kasurnya.

__ADS_1


Dering ponsel yang mengagetkan dirinya. Sebuah pesan singkat dengan nomor baru yang tak tersimpan dikontak ponselnya.


Dengan perasaan bercampur cemas dan khawatir Hanum membaca pesan yang terkirim padanya.


Pesan tersebut berbunyi:


"Jika mau selamat adik iparmu! datang segera ke Jl. Asparagus no 31. Hanya kau tanpa orang lain, jika tidak kau tepati hal buruk akan terjadi pada adik ipar mu."


Gemetar seluruh tubuh Hanum membaca pesan singkat yang ada diponselnya tersebut.


"Apa yang harus aku lakukan? Batin Hanum dengan perasaan bercampur aduk.


"Jika memberi tahu suaminya maka nyawa adik iparnya terancam, kenapa aku yang dihubungi mereka? Bukan Bram atau mertuanya, " sebuah tanda tanya besar didalam pikiranya.


"Apakah aku yang menjadi sasaran mereka sebenarnya? Dengan menarik nafas panjang Hanum menuliskan sebuah pesan singkat diatas kertas lalu bergegas pergi.


###


πŸ˜ŠπŸ™ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:


πŸ’œBoom like sehabis bacaπŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’›Komentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya 😊


πŸ’šRate bintang ⭐5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar 🌟


πŸ’™ vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πŸ˜‰dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.

__ADS_1


Bergabung digroup chat Author yup πŸ“©


Author tunggu ya Reader setia baik yang baru nimbrung atau yang dah berakar dihatinya Babang tamvaaan Bram dan siMbak Hanumnya 😍😎


__ADS_2