
Disepanjang jalan Laura hanya terdiam, pikirannya masih seputar perkataan Hanum. Respon yang diberikan Laura saat sahabatnya itu berbicara hanya menjawab Ya, Ok atau Baiklah.
Clara bingung dengan sikap Laura yang menjawab satu atau dua kata saja selama perjalanan pulang dari kediaman Hanum.
"Apa yang sedang dipikirkan Laura?" Gumam Clara dalam batinnya.
Wajah Clara cemas takut kalau tiba - tiba sahabatnya itu berbalik arah padanya. Tak mendukung lagi perjuangannya untuk mendapatkan Bram kembali.
"Say...Kita shoping yuk, ntar ku belikan buat mu deh apa yang kau mau," bujuk Clara pada sahabatnya itu.
"Aku lelah!, mau pulang. Lain kali aja ya say..." Jawab Laura menolak tawaran sahabatnya itu.
"It's, ok... see you tomorrow bebs." ucap Clara turun dari mobil yang berhenti tepat diapartementnya.
"Bye bebs..." balas Laura tanpa turun dari mobil setelah mereka berdua cipika - cipiki.
"Pak Kus bawa mobil yang cepat ya, aku mau segera bertemu ma mama," perintah Laura.
Ada tanda tanya besar yang harus diketahui jawabannya pada mama. Pak Kus melaju kencang mobil yang dikendarainya sesuai perintah majikannya.
Laura bergegas masuk kedalam setelah mobil berhenti tepat didepan pintu masuk rumah besar tersebut. Setengah berlari Laura mencari mamanya.
"Bik, mana mama?" Tanya Laura dengan sorot mata serius menatap salah satu asisten rumah tangga yang bekerja didalam rumah besar.
"Nyonya besar lagi keluar sama Tuan besar Non...Baru saja pergi," jawab pembantu itu singkat.
__ADS_1
Ada rasa kecewa menyelimuti wajah Laura. Rasa tak sabar Laura menunggu kedua orangtuanya pulang dan segera untuk mengeluarkan begitu banyak rasa keingintahuan terhadap Hanum.
Laura menjatuhkan tubuhnya secara kasar diatas tempat tidur. Memandang langit -langit kamar masih dalam pikiran seputar perkataan Hanum.
"Aaaaah. " Teriaknya tak sabar.
"Peritiwa kelam, ditinggal pergi kemudian paket gelap... Aaaah, apa itu semua!" Ungkap hati Laura dengan penasaran tinggkat tinggi.
Dilangkahkanya kaki menuju kamar mandi dengan tujuan berusaha untuk mengendalikan emosinya dan menenangkan pikiran yang berkecamuk didalam benaknya.
Air hangat telah terisi penuh di bathtub. direndamnya sekujur tubuhnya. Cukup lama Laura berendam didalam bathtub tersebut.
Akhirnya selesai juga Laura mandi, dengan berbalut handuk berwarna putih kemudian Laura duduk termenung disudut tempat tidur.
"Pasti ada yang disembunyikan Clara pada ku. Kalau memang ada mengapa tak menceritakan semua kepada ku?" Suara kesal Laura pada sahabatnya itu.
Wajah Hanum benar - benar tak bercerita bohong, terlihat sekali dibola matanya penuh kesungguhan.
Dikarenakan rasa persahabatan Laura pada Clara, rela berkorban berpisah dengan kedua anaknya dan suaminya untuk mewujudkan tujuan sahabatnya itu.
Sudah hampir tiga pekan Laura berpisah dengan keluarga kecilnya. Rasa rindu menyelinap dihatinya.
Flash Back On
"Piter.....Aku ga ikut pulang bareng kalian, ada urusan yang harus ku selesaikan. Secepatnya ku pulang setelah semua urusan kelar," ujar Laura pada saat Piter masih ada dirumah orangtuanya.
__ADS_1
"Urusan apa lagi? Tukas Piter penasaran.
"Aku janji jika dalam sebulan ini tak berhasil, maka aku akan secepatnya berkumpul bersama kalian semua."
Laura tak memberikan alasannya tidak ikut pulang bersama keluarganya.
Flas Back Off
***
Silih berganti saja ujian hidup ini datang dikeluarganya. Berusaha ikhlas dan tawakal dengan semua ketetapanNya.
Hanum yakin Allah tak akan memberikan ujian diluar kemampuan hambanya. Tinggal berusaha dan berdoa agar Allah senantiasa melimpahkan keberkahan didalam rumah tangga, kesehatan, dan umur.
###
ππ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:
πBoom like sehabis bacaπππ
πKomentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya π
πRate bintang β5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar π
π vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πdengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.
__ADS_1
Bergabung digroup chat Author yup π©
Author tunggu ya Reader setia baik yang baru nimbrung atau yang dah berakar dihatinya Babang tamvaaan Bram dan siMbak Hanumnya ππ